Jamhari Jamhari
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KEHIDUPAN KONTEMPORER DALAM WACANA EKSISTENSIALISME MARTIN HEIDEGGER Ahmad Rifai Abun; Jamhari Jamhari; Muhammad Hidayaturrohim
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 20 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v20i1.3603

Abstract

Contemporary life is coloured with various conveniences. But the convenience is not obtained for free, but must be accompanied by various kinds of problems. Contemporary humans move in a worrying direction and require philosophical reorientation. Through a descriptive analysis approach, this paper explains how to find the format of solutions to contemporary problems through philosophical reorientation with Martin Heidegger's existentialism discourse.
PEMIKIRAN NURCHOLIS MADJID TENTANG DEMOKRASI DAN NEGARA ISLAM Jamhari Jamhari
Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama Vol 21 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v21i1.6153

Abstract

Isu-isu tentang demokrasi dan konsep Negara Islam masih tetap menjadi studi yang menarik terutama di negara-negara yang notabene mayoritas agama Islam. Seperti Indonesia, Malaysia, Pakistan, Iran, Maroko, dan lainnya. Banyak masalah muncul dari masalah ini. seperti demokrasi, misalnya, dalam ajaran Islam (Al-Quran) memberikan konsep keadilan, musyawarah, dan legalisme hukum Islam yang kemudian membawa umat Islam ke konsep "Negara Islam" yang menganggap bahwa Islam adalah struktur yang lengkap dan Hukum Kelompok. Dari apologis ini, beberapa orang memaksa diri mereka untuk menegakkan syariat Islam misalnya di Indonesia. Begitu banyak masalah ini muncul di tengah-tengah masyarakat dari awal kemerdekaan hingga hari ini, misalnya: DI / TII, NII, dan banyak pihak yang ditemukan - partai Islam bermunculan pasca-Reformasi pada tahun 1998. Ini menunjukkan bahwa ada adalah keinginan beberapa masyarakat Islam ingin mendirikan Syariat Islam. Namun, ini adalah masalah serius dan dapat melemahkan kondisi nasionalisme. Berangkatkan Darisinilah kemudian berbagai respons bermunculan baik pro maupun kontra. Nurcholis Madjid sebagai tokoh modernis dan sekuler memberikan pemikiran yang kontradiktif tentang masalah ini. Inilah yang kemudian studi tersebut akan terus menarik sampai kapan saja.
FATIMAH MERNISSI PEREMPUAN BERPELUANG SEBAGAI KEPALA NEGARA Jamhari Jamhari
Jurnal Studi Agama Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Studi Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsa.v2i2.3057

Abstract

Mernissi has tried to dismantle the building of interpretations of classical scholars, She tried to dismantle injustice feminism through criticism of the hadith about women's leadership, which according to her must be examined again in terms of asbab al-nuzul and historically why hadith or verse came down. As a sociologist, Mernissi did not only approach textual texts in conducting her studies. However, religious texts must be studied from a historical-sociological approach. This is to find the significance of meaning, if it is related to the conditions of the times and places. The hermeneutic approach, used by Mernissi, is to criticize the verses of the Qur'an and misogyny hadiths. She reveals the historical background to the following hadiths had misogyny about the quality of the narrators to find the true meaning of the text. Related to women being head of state according to Mernissi in essence, and what is a problem according to Mernissi is not the problem of men and women but how they are able to become leaders themselves.
PERILAKU ANOMALI KOMUNITAS DRIVER GOJEK KELINCI: STUDI ANALISIS TEORI UTILITARISME JOHN STUART MILL Jamhari Ari Ari
Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol 7, No 1 (2022): JAQFI VOL.7 NO. 1, 2022
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.419 KB) | DOI: 10.15575/jaqfi.v7i1.13134

Abstract

Saat ini ojek online ini memang menjadi pekerjaan yang menjanjikan bagi banyak masyarakat, baik pria maupun wanita. Dengan berkembangnya ojek ini menjadi penunjang dari segi ekonomi. Terkadang keadaan di satu sisi mengakibatkan peta persingan yang mendapatkan orderan semakin ketat, otomatis untuk mencapai target bonus. Ada beberapa kalangan driver gojek yang mencari cara lain untuk mempertahankan eksistensinya di dunia driver gojek yaitu dengan cara menggunakan cara aplikasi illegal yang di larang oleh PT.Gojek, sehingga dengan keadan seperti ini membuat untuk mencari jalan pintas dengan memasang fake GPS atau Tuyul. Dari perilaku fake GPS ini ditinjau dari filsafat Utilitarisme fake GPS yang menyimpang dan merugikan banyak pihak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku anomali komunitas driver gojek kelinci dilihat dari teori utilitarisme John Stuart Mill. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan datanya adalah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.  Analisis datanya menggunakan metode deskriptif kualitatif. Artikel ini menghasilkan, bahwa dalam teori Utilitarisme John Stuart Mill perilaku Anomali penyimpangan aplikasi ini disebut perilaku menyimpang, sekalipun driver gojek mendapatkan uang yang ditransfer oleh perusahaan, tetapi perilaku ini justru merugikan perusahaan. Tidak hanya itu saja perilaku-perilaku lainnya yang merugikan konsumen dan warga sekitar pangkalanpun merasa terganggu. Dari perilaku utilitarisme ini John Struart Mill berpendapat ada alternatif dalam setiap tindakan yang akan dilakukan oleh manusia.
Pemikiran Islam Wasathiyah Azyumardi Azra sebagai Jalan Moderasi Beragama Andika Putra; Atun Homsatun; Jamhari Jamhari; Mefta Setiani; Nurhidayah Nurhidayah
Jurnal Riset Agama Vol 1, No 3 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.877 KB) | DOI: 10.15575/jra.v1i3.15224

Abstract

This study aims to discuss how the concept of Islam wasathiyah Azyumardi Azra as a way of religious moderation in Indonesia. This study uses a qualitative approach with descriptive-analytical method. Regarding the data, this research is library research, so the data used are books that are directly related to this research. The results and discussion in this study seek to explore the concept of Islam wasathiyah Azyumardi Azra as a way of religious moderation in Indonesia. This study concludes that the Islamic thought of Wasathiyah Azyumardi Azra as a way of religious moderation is to actualize the values of moderation that already exist in the Qur'an, achieve peace and contribute to civilized and progressive civilization. This study recommends the Indonesian Ministry of Religion to apply wasathiyah values in Islam as a way of religious moderation.