Saat ini ojek online ini memang menjadi pekerjaan yang menjanjikan bagi banyak masyarakat, baik pria maupun wanita. Dengan berkembangnya ojek ini menjadi penunjang dari segi ekonomi. Terkadang keadaan di satu sisi mengakibatkan peta persingan yang mendapatkan orderan semakin ketat, otomatis untuk mencapai target bonus. Ada beberapa kalangan driver gojek yang mencari cara lain untuk mempertahankan eksistensinya di dunia driver gojek yaitu dengan cara menggunakan cara aplikasi illegal yang di larang oleh PT.Gojek, sehingga dengan keadan seperti ini membuat untuk mencari jalan pintas dengan memasang fake GPS atau Tuyul. Dari perilaku fake GPS ini ditinjau dari filsafat Utilitarisme fake GPS yang menyimpang dan merugikan banyak pihak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku anomali komunitas driver gojek kelinci dilihat dari teori utilitarisme John Stuart Mill. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan datanya adalah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis datanya menggunakan metode deskriptif kualitatif. Artikel ini menghasilkan, bahwa dalam teori Utilitarisme John Stuart Mill perilaku Anomali penyimpangan aplikasi ini disebut perilaku menyimpang, sekalipun driver gojek mendapatkan uang yang ditransfer oleh perusahaan, tetapi perilaku ini justru merugikan perusahaan. Tidak hanya itu saja perilaku-perilaku lainnya yang merugikan konsumen dan warga sekitar pangkalanpun merasa terganggu. Dari perilaku utilitarisme ini John Struart Mill berpendapat ada alternatif dalam setiap tindakan yang akan dilakukan oleh manusia.
Copyrights © 2022