Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARANPROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI LIMAS SISWA KELAS VIII MTsN I ACEH BESAR Miftahul Jannah; Nazariah Nazariah
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 5, No 2, Oktober (2018)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.012 KB) | DOI: 10.37598/pjpp.v5i2.587

Abstract

Matematika merupakan suatu ilmu yang diadakan atas dasar akal yang berhubungan dengan benda-benda abstrak. Namun, banyak siswa beranggapan bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan menakutkan. Dalam mempelajari matematika siswa hanya menghafal konsep dan kurang mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menyebabkan hasil belajar siswa menjadi rendah. selain itu pemilihan model pembelajaran yang kurang tepat juga menjadi penyebab rendahnya hasil belajar siswa. Salah satu usaha yang dapat dilakukan guru dalam meningkatkan hasil belajar matematika yaitu dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Model PBL ini menyebabkan peserta didik dapat terlibat aktif, merangsang kemampuan berfikir, menyusun pengetahuannya sendiri, menumbuhkembangkan keterampilan yang tinggi, memandirikan peserta didik dan meningkatkan kepercayaan dirinya.Yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika siswa, untuk mengetahui ketuntasan belajar matematika siswa, danuntuk mengetahui respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi limas siswa kelas VIII MTsN I Aceh Besar. Penelitian yang dilakukan ini adalah penelitian eksperimen dengan desain yaitu One-Grup Pretest-Postted Design. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh siswa kelas VIIIMTsN I Aceh Besar yang terdiri dari 148 orang. Sedangkan yang menjadi sampel ialah siswa kelas VIII2 yangberjumlah 26 orang. Untuk menganalisis data, penulis menggunakan statistik uji-t. Berdasarkan hasilpengolahan data diperoleh harga  = 6,67 sedangkan = 1,71. Jadi  Maka Ho ditolak dan terjadi penerimaan terhadap Ha yaitu hasil belajar siswakelas VIII2 MTsN I AcehBesar pada materi Limas yang diajarkan  dengan  menggunakan model pembelajaran  Problem Based Learning (PBL) mengalami peningkatan. Adapun ketuntasan belajar siswa secara klasikal dari 26 siswa yaitu sebesar 92,3%. Sedangkan respon siswa terhadap pembelajaran materi limas setelah diajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)  berkategori sangat positif dengan skor rata-rata 3,01.KataKunci: Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL).
Meningkatkan Tumbuh Kembang Anak Melalui  Sosialisasi Imunisasi, PMT (Demo Gizi), Dan PHBS Di Desa Pasi Pinang, Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat Maiza Duana; Safrizal; Junizar; Miftahul Jannah
Seumike : Society Progress Journal Vol. 1 No. 2 (2025): SEUMIKE
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64826/seumike.v1i2.0052

Abstract

Anak merupakan harapan sebagai generasi penerus bagi orang tuanya dan bagi bangsa, sehingga anak perlu dijaga dan diperhatikan tumbuh kembangnya agar kualitas tumbuh kembangnya menjadi baik terutama anak usia tiga tahun, karena pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan masih berlangsung dan pada tahapan ini pula terjadi lonjakan yang pesat terhadap tumbuh kembang anak, sehingga akan terbentuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Untuk pencapaian tumbuh kembang anak yang memadai, perlunya peran orang tua untuk melakukan berbagai hal dimulai dari pemberian asupan gizi yang baik, memberikan imunsasi lengkap untuk anak, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar tidak menghambat tumbuh kembang anak. Seperti halnya di Desa Pasi Pinang yang masih ditemukannya masyarakat yag kurang peduli dan memahami tentang pentingnya kesehatan ibu dan anak baik itu dari segi imunisasi, pemberian makanan tambahan (PMT) dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Hal tersebut didorong oleh beberapa faktor seperti kurangnya pengetahuan dan edukasi, kendala budaya dan kepercayaan serta faktor sosial dan ekonomi. Oleh karena itu Praktik Belajar Lapangan II       (PBL II ) ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak khususnya di Desa Pasi Pinang. Metode yang digunakan dalam kegiatan intervensi ini adalah transfer ilmu dengan memberikan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya imunisasi, pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat, serta praktik pembuatan makanan tambahan (demo gizi) pada anak dengan cara yang mudah dan minim biaya kepada ibu-ibu masyarakat Desa Pasi Pinang. Dengan melakukan sosialisasi tentang pentingnya imunisasi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), gizi seimbang bagi ibu hamil (isi piringku), dan pembuatan PMT bagi anak yang mudah dan minim akan biaya dapat meningkatkan pengetahuan dan kesehatan bagi masyarakat khusunya anak dan ibu-ibu Desa Pasi Pinang.