Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Dimensi: Dukungan Sosial dan Krisis Usia Seperempat Abad pada Emerging Adulthood Dzikria Afifah Primala Wijaya; Fadliyah Sofiyana Noor Saprowi
Psycho Idea Vol 20, No 1 (2022): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.217 KB) | DOI: 10.30595/psychoidea.v20i1.12413

Abstract

Krisis perkembangan adalah krisis yang terjadi pada tiap tahap perkembangan. Pada masa perkembangan emerging adulthood, salah satu krisis perkembangan yang muncul adalah krisis usia seperempat abad. Krisis ini terjadi dikarenakan individu mengalami kebingungan dan takut ketika dihadapkan oleh beberapa pilihan, seperti menikah, bekerja, atau melanjutkan pendidikan. Kebingungan dan ketakutan tersebut dapat diminimalkan salah satunya dengan dukungan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek dukungan sosial mana yang memiliki korelasi terhadap krisis usia seperempat abad pada emerging adulthood. Partisipan penelitian ini sebanyak 220 orang yang berusia 18-25 tahun. Melibatkan 220 orang partisipan berusia 18-25 tahun, penelitian ini menggunakan Skala Quarter-life Crisis, dan The Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) sebagai alat ukur. Berdasarkan analisis Regresi Sederhana, hasil penelitian mengungkapkan bahwa dukungan sosial berkorelasi terhadap krisis usia seperempat abad dengan aspek tertinggi adalah dukungan keluarga sebesar 11%. Dengan demikian, dukungan yang diberikan oleh keluarga memiliki peran lebih besar dibandingkan dukungan yang diberikan oleh teman dan significant other.
Peran Kepribadian Kesungguhan terhadap Krisis Usia Seperempat Abad pada Emerging Adulthood dengan Dukungan Sosial sebagai Mediator Dzikria Afifah Primala Wijaya; Muhana Sofiati Utami
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.486 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.63924

Abstract

Krisis usia seperempat abad merupakan krisis perkembangan yang terjadi pada masa emerging adulthood. Krisis usia seperempat abad terjadi karena pengaruh beberapa faktor, di antaranya kepribadian kesungguhan dan dukungan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji peran kepribadian kesungguhan terhadap krisis usia seperempat abad pada emerging adulthood dengan dukungan sosial sebagai mediator. Partisipan penelitian ini adalah individu yang berada pada kelompok usia 18-25 tahun sebanyak 286 orang. Terdapat tiga alat ukur yang digunakan, yaitu Skala Quarter-life Crisis, Big-Five Inventory (BFI), dan The Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Analisis mediasi menggunakan PROCESS, menunjukkan bahwa dukungan sosial memediasi peran kepribadian kesungguhan terhadap krisis usia seperempat abad sebesar 13% (-0,1286; p < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial berfungsi sebagai mediator atas peran kepribadian kesungguhan terhadap krisis usia seperempat abad.
Seberapa Besar Peran Kualitas Tidur Terhadap Stres Akademik Mahasiswa? Nia Anggri Noveni; Dzikria Afifah Primala Wijaya; Mellyna Putri; Putri Rahmawati
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol. 6 No. 1 (2022): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/psi.v6i1.2694

Abstract

Stres akademik merupakan suatu keadaan dimana pelajar merasa tidak mampu untuk menghadapi berbagai macam peran dan tuntutan akademik dan mempersepsikannya sebagai suatu gangguan (stressor). Mahasiswa yang stres cenderung mengalami kualitas tidur yang kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi peran kualitas tidur terhadap stres akademik. Responden dalam penelitian ini berjumlah 153 mahasiswa aktif dengan rentang usia 18-24 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Instrumen yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah skala kualitas tidur, dan stress akademik. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas tidur dapat memprediksi sebesar 28,2% terhadap stress akademik yang dialami oleh mahasiswa. Oleh karena itu, semakin rendah kualitas tidur yang dimiliki oleh mahasiswa, maka akan semakin tinggi pula tingkat stres akademik yang dialami mahasiswa. Perlu upaya untuk meningkatkan kualitas tidur sebagai upaya meminimalisir stres akademik seperti melalui konseling kesehatan, dan menyadari ada hal-hal yang menyebabkan kualitas tidur terganggu.