Alfana, Muhammad Arif Fahrudin
Departemen Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Populasi

STRATEGI RUMAH TANGGA MISKIN PERDESAAN KELUAR DARI KEMISKINAN: KASUS TIGA DESA DI KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Agus Joko Pitoyo; Muhammad Arif Fahrudin Alfana
Populasi Vol 23, No 2 (2015): Desember
Publisher : Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.127 KB) | DOI: 10.22146/jp.15695

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan strategi masyarakat perdesaan di tiga desa dengan kondisi geogra s yang berbeda untuk keluar dari kemiskinan. Terpilihnya tiga desa itu karena jumlah penduduk miskinnya secara absolut dan relatif tinggi. Perbedaan itu menarik untuk diteliti karena ada variasi strategi penduduk miskin untuk keluar dari kemiskinan. Penelitian ini menggunakan metode survei dan wawancara pada 323 rumah tangga yang tergolong miskin. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ada variasi strategi rumah tangga untuk keluar dari kemiskinan. Rumah tangga miskin di tiga desa menerapkan beberapa strategi. Namun diversi kasi sumber-sumber pendapatan merupakan strategi yang paling banyak dipilih oleh penduduk miskin. Usaha diversi kasi yang dilakukan adalah mengusahakan ternak sapi dan menambah jumlah pohon kakao. Perbedaan pemilihan strategi tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan kondisi geogra s di setiap desa. 
Pola Asuh Orang Tua pada Anak Usia 10-14 Tahun di Daerah Istimewa Yogyakarta Umi Listyaningsih; Muhammad Arif Fahrudin Alfana; Resti Pujihastuti; Hilma Amrullah
Populasi Vol 27, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp.55145

Abstract

Usia 10-14 tahun merupakan masa remaja awal dimana usia tersebut merupakan usia persiapan anak saat tumbuh menjadi pribadi yang matang. Oleh sebab itu, pola asuh orang tua yang tepat pada usia ini akan menjadi hal yang penting bagi tahap perkembangan selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pola asuh orang tua pada anak usia 10-14 tahun di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode surveidengan sampel sebanyak 150 rumah tangga yang dipilih secara acak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh orang tua di Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri atas pola asuh demokratis, otoriter, permisif dan acuh. Berdasarkan keempat pola asuh tersebut, sebagian besar keluarga menyatakan telah menerapkan pola asuh demokratis untuk mendidik anak-anaknya. Children aged 10-14 years are the stages of early adolescence. It is the age of preparation when they grow into mature ones. Parenting at this age will be very important for the next stage of children development. The purpose of the present study is to describe parenting in children aged 10-14 years in Special Region of Yogyakarta. The present study used a survey method with a sample of 150 households chosen randomly. The results indicated that parenting implemented by the families in the Special Region of Yogyakarta consisted of democratic parenting, authoritarian/otoriter parenting, permissive parenting and neglectful parenting. Based on the four types of parenting, most families implemented democratic parenting to raise and care their children.
Migration During COVID-19 Pandemic in Industrial City: Case in Batam City, Indonesia Chantira Saifimar; Agus Joko Pitoyo; Muhammad Arif Fahrudin Alfana
Populasi Vol 31, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp.84373

Abstract

COVID-19 is a disease which has spread throughout the entire world and was announced as a pandemic as it infects individuals through air. As a result, policies regarding mobility and health protocols were implemented. Cities and regencies in Riau Islands act as the entrance gate to Indonesia from other countries due to its strategic locations thus migration became a very concerning thing, especially in Batam, a successful city in industry, commerce, and tourism. This study aims to identify the migration flow to and from Batam City to other regions in Riau Islands Province. This research used quantitative methods and data of people who switched domiciles from and to Batam in the scope of Riau Islands Province provided by the Population and Civil Registration Service of Batam City. After being analyzed descriptively, this study shows the number of migrants in and out of Batam fluctuated throughout 2019- 2021. The destinations and origins of migrants varied and show that distant regions were less demanded. This is due to the limited access and implementation of the mobility policies implemented during COVID-19. Reasons to migrate mostly are for work with a percentage around 16.5 to 22.7 percent and family with a percentage around 12 to 17.6 percent. However, around half of the migrants from 2019 to 2021 chose “Others” with no further specifications from the data provided.