Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Annual Research Seminar

STRATEGI PENGEMBANGAN e-CULTURE BERBASIS AP IWOL MENGGUNAKAN SECI MODEL Melkior Nikolar Ngalumsine Sitokdana
Annual Research Seminar (ARS) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Annual Research Seminar (ARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang majemuk, mempunyai beraneka ragam suku bangsa menjadikan Indonesia sebagai negara yang kaya akan kebudayaannya. Keanekaragaman budaya bangsa Indonesia merupakan  kekayaan yang tak ternilai harganya, oleh karena itu seluruh komponen bangsa wajib  melestarikan dan mendayagunakan kebudayaan tersebut untuk kemakmuran bangsa, terlebih untuk menunjukkan eksistensi bangsa Indonesia ditengah arus globalisasi dan modernisasi yang melanda seluruh nusantara. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah pengembangan e-Culture berbasis kebudayaan lokal, seperti yang dilakukan dalam penelitian ini dengan mengangat topik pengembangan e-Culture berbasis Ap Iwol.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu mendeskripsikan, mencatat, analisis dan menginterpretasikan kondisi yang sekarang ini terjadi atau ada. Sedangkan perumusan strategi menggunakan SECI model dalam Knowledge Management.Berdasarkan hasil analisis,  pengembangan e-Culture berbasis  Ap Iwol merupakan salah satu potensi yang harus dikembangkan dan dayagunakan untuk berbagai kepentingan. Potensi tersebut tercermin dari  Alut  (kebijaksanaan), Masop (ilmu pengetahuan) dan  Ngolki (Expert) yang terdapat dalam Ap Iwol. Atas dasar itulah maka pengembangan e-Culture  berbasis Ap Iwol perlu dikembangkan karena para Ngolki yang berperan di Ap Iwol kini sudah berkurang, sementara generasi muda saat ini tidak banyak yang berniat untuk mendalami potensi lokal ini sehingga ancaman degradasi nilai-nilai lokal diambang kepunahan. Kata Kunci: Strategi, e-Culture, Knowledge Management, Ap Iwol.
Co-Authors Adhe Ronny Julians Adi Nugroho Agustinus Fritz Wijaya Al Fath, Muhammad Luthfi Alim Magal Amsal lah Andeka Rocky Tanaamah Andi Sulistiawan Andreas Niko Priyohutomo Ariya Dwika Cahyono Artanti Inez Tanggraeni Aryanthy Sintikhe Elizadon Puling Babako, Wiki Siam Chevin Robert Warint Chris Rudianto David J. Parengkuan Delvy Alva Pattiasina Denny Happy Utama Elia Juniarti Simbolon Eliezer Cres Cendo Yobel Engka, Akwila eti paulina saflembolo Evinia Evinia Fayren G. E. Lodo Ratu Ferro Gartfain Punusigon Gerald Given Cevy Koroh Gresensia Alvionita Lamba Grialdo Willy Lantang Hagai Citra Christian Handayani, Citra Tjipta Nur Handoko, Prika Tri Hanna Prillysca Chernovita Hansel Yonathan Senduk Harold Michael Rumere Isna Choirun Nisa Jayonata, Kristoforus Charmindo Delazega Jecson Rambi Jecson Juan Adithya Imanuel Belegur Kelvin Oktavianus Sunarto Koroh, Gerald Given Cevy Lesnussa, Johanis Mario Hendrick Hassor Meylan Ribka Awinero Molly, Bertho Muhammad Luthfi Al Fath Natasya Putri Desyana Ngantung, Teofilus R Y Nias Wenda Noelin Huberthina Haay Paulo Emilio Thenu Priatama, Yanuar Prika Tri Handoko Rahangmetan, Wynand Heskia Reza Farid Azizi Richad Agustinus Kusuma D Richardo, Nico Vicky Sandy Hanshe Hanasbey Sermon Paskah Zagoto Setyabudhi, Erlinda Steven Steven Sujiman, Iswahyuni Tanaama, Andeka Rocky Thio Meiza Ardi Prasetyo Vincent Sanjaya Wandikbo, Menias Welli Wibowo, Haryo Mukti Yani Rahardja Yani Rahardja Yani Rahardja Yani Rahardja Yani Rahardja Yani Rahardja Yeur Yikwa Yoas Christian Adinata Yohanes Kalakmabin Yudhistira Candra Pradipta