Mariska Marlia Dwi Purnamawati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANCANGAN SISTEM PAKAR NEURO FUZZY UNTUK PENGENALAN TOKOH WAYANG KULIT PURWA Mariska Marlia Dwi Purnamawati; Albertus Joko Santoso; Patricia Ardanari
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 4 (2013): Intelligent System dan Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wayang kulit purwa merupakan seni pertunjukan tradisi Indonesia yang berjaya pada masa lampau. Seiring dengan perkembangan teknologi hiburan, pertunjukan wayang kulit mulai tergeser. Kecanggihan teknologi tersebut kemudian dianggap lebih modern dan praktis dijangkau oleh masyarakat. Kurangnya ahli dan sedikit sumber informasi tentang wayang kulit purwa menjadi penyebab lain kurangnya minat masyarakat terhadap budaya sendiri. Kondisi ini menjadi masalah bagi perkembangan warisan budaya Jawa karena dapat mengakibatkan kepunahan tradisi. Berdasarkan permasalahan tersebut akan lebih baik jika ada sistem pakar yang dapat memberikan informasi dan mengidentifikasi tentang wayang kulit purwa. Penelitian ini bertujuan untuk membantu menangani masalah tersebut. Sitem pakar ini akan dibangun dengan tujuan mengenali tokoh wayang purwa berdasarkan variabel ciri jenis mata, bentuk hidung, mulut wayang, bentuk mahkota, dan kaki. Sistem pakar ini menerapkan metode neuro-fuzzy dalam basis aturan.  Output dari sistem ini adalah menampilkan identifikasi tokoh wayang berdasakan ciri-cirinya. Sistem ini dibangun berbasis website untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses aplikasi ini dimanapun dan kapanpun.
Pembuatan Aplikasi “Woro-Woro” Untuk UBKM Posyandu Notoyudan Zeny Ernaningsih; Mariska Marlia Dwi Purnamawati; Julius Galih Prima Negara
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 5 No 2 (2022): IKRAITH-ABDIMAS No 2 Vol 5 Juli 2022
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.876 KB)

Abstract

Posyandu merupakan salah satu bentuk kegiatan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat(UKBM). Posyandu dikelola dan diselenggarakan secara berkala di lapisan masyarakat dengantujuan untuk memberikan kemudahan bagi ibu dan balita dalam memperoleh pelayanan kesehatandasar. Posyandu yang terintegrasi merupakan kegiatan pelayanan sosial yang terhubung denganprogram pemerintah dalam hal pemantauan tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu di wilayahtertentu. Pada dasarnya, posyandu sendiri merupakan wadah pemberdayaan masyarakat yangdibentuk melalui musyawarah mufakat di tingkat desa dan padukuhan. Masyarakat akan memilihbeberapa orang untuk menjadi pengelola kegiatan posyandu. Pengelola posyandu inilah yangnantinya disebut sebagai kader.Tugas kader selain melayani kesehatan dasar masyarakat adalah menjadi narasumbersekaligus penghubung informasi mengenai program kesehatan yang sedang dilakukan olehpemerintah maupun puskesmas daerah. Informasi mengenai program kesehatan dari pemerintahini kerap kali terkendala akibat kurangnya distribusi informasi yang kurang merata. Kendala inijuga dirasakan oleh kader dari Posyandu Notoyudan. Pembagian informasi yang kurang merata inidisebabkan karena para kader dari Posyandu Notoyudan harus mencetak undangan formal yangberbentuk hardcopy sebagai pengumuman dan membagikannya kepada kepala rumah tangga yangmemiliki BALITA. Situasi ini membutuhkan effort yang lebih bagi para kader dari PosyanduNotoyudan untuk melaksanakan misi pelayanannya terlebih dalam situasi pandemi COVID 19.Pencetakan undangan formal ini juga kerap kali memakan biaya cetak yang cukup tinggi.Berdasarkan kondisi di atas, maka dibutuhkan suatu aplikasi yang dapat mengakomodasiundangan formal secara online. Aplikasi “WORO-WORO” ini diharapkan dapat menjadi salahsatu sumber informasi yang dapat divalidasi kebenarannya karena hanya pengelola Posyandu yangdapat mengolah dan membagikan informasi mengenai program kesehatan pemerintah ini kepadasetiap kepala keluarga. Informasi akan disebarkan melalui teknik push notification di masingmasinghandphone, sehingga setiap kader dapat menerima undangan secara real-time. Aplikasi inidiharapkan dapat mereduksi berita hoax yang tersebar melalui media lainnya