This Author published in this journals
All Journal JURNAL ISTEK
Aep Saepulah
Kelompok Kajian Sosiologi Sains dan Teknologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INOVASI PRODUK OLAHAN PANGAN MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK AMPAS KELAPA UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT KABUPATEN BANDUNG JAWA BARAT Aep Saepulah; Ucu Julita; Teddy Yusuf; Tri Cahyanto
JURNAL ISTEK Vol 10, No 2 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah organik ampas kelapa memiliki kandungan serat yang tinggi yang dapat bermanfaat bagi tubuh apabila dikonsumsi. Selama ini, pemanfaatannya masih sebatas dijadikan pakan ternak. Dengan jumlah serat yang tinggi dan potensi protein dan lemak, memberi peluang untuk dikembangkan menjadi produk olahan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan mendiseminasikan pemanfaatan limbah organik ampas kelapa melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa efektif pelaksanaan pengabdian masyarakat melalui pemanfaatan limbah organik ampas kelapa. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Cibiru Kota Bandung. Untuk memperoleh data penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat menunjukan bahwa peserta yang terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema pemanfaatan limbah organik ampas kelapa diikuti oleh 50 peserta, sebagian besar peserta menilai kegiatan tergolong baik. Kehadiran peserta saat monitoring pasca pelatihan mengalami penuruan dengan presentase pada tahap 1 76%, tahap 2 64% dan tahap 3 46%. Adanya penilaian kurang dari peserta untuk beberapa parameter, diduga karena perbedaan usia para peserta dengan rentang yang sangat berbeda jauh memberikan dampak terhadap respon kegiatan. Selain dari itu, kurang optimalnya penyelenggara kegiatan pengabdian masyarakat juga diduga menjadi faktor penyebab kurang optimalnya kegiatan pengabdian masyarakat.