Citra Putri Sari
Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang Indonesia

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Building Students’ Character through Prophetic Education at Madrasa Citra Putri Sari; Husniyatus Salamah Zainiyati; Rudy Al Hana
Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : The Faculty of Tarbiyah and Teacher Training associated with PSPII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpi.v6i1.6380

Abstract

Several cases of juveniles have to some extent dominated mass media news recently and this worrying reality is contradictory to the purpose of education that teenagers are expected to achieve. In an attempt to solve this problem, various efforts have been made by educators and one of them is to promote prophetic-based education. This study was aimed at investigating prophetic education at Madrasa Muallimin/Muallimat (MMA) Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang. This research is qualitative descriptive using models of Miles and Huberman analyses. The data collected were analyzed through several steps namely reduction, presentation, and data verification. The results showed that the prophetic education was applied in MMA through internalizing Islamic values for students in their learning process. When it comes to internalizing values, MMA referred and addressed the local culture to cultivate for students. This process has been built since the establishment of MMA so that it has built students’ character which in turn gradually form the identity of the MMA among the society where it exists.
OPTIMALISASI METODE BERMAIN, CERITA, MENYANYI (BCM) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ASMAUL HUSNA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK KELAS I DI MI UMAR ZAHID SEMELO Citra Putri Sari; Maulidah Azizah
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i1.2189

Abstract

ABSTRAK: Proses pembelajaran di MI Umar Zahid Semelo khususnya kelas 1 guru, masih menggunakan metode konvensional yaitu metode yang berpusat pada penjelasan guru, penelitian ini dilakukan karena hasil belajar siswa masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran aqidah dan akhlak. Subjek yang diteliti adalah kelas 1 yang berjumlah 28 siswa. Penelitian ini menggunakan analisis model aliran data, data yang dikumpulkan berasal dari observasi, wawancara, dokumentasi foto, dan tes. Pada tahap prasiklus hanya 8 siswa yang mampu tuntas dengan persentase 28,57% dengan rata-rata 65,71%, hasil belajar dari siklus 1 berjumlah 13 siswa dengan persentase ketuntasan 46,42% dengan rata-rata 74,10 %, pada siklus 2 hasil belajar siswa berjumlah 20 siswa mencapai persentase ketuntasan sebesar 71,42% dengan rata-rata 79,28%. Sedangkan pada siklus 3 meningkat menjadi 28 siswa yang tuntas dengan hasil belajar persentase ketuntasan 100% dengan rata-rata 98,03%. Dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode bermain, bercerita, bernyanyi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 1 Asmaul Husna MI Umar Zahid Semelo. Keywords: Playing Method, Story, Singing (BCM), Learning Outcomes. ABSTRACT : The learning process at MI Umar Zahid Semelo Especially Class 1, teachers still use the conventional method, namely the method that is centered on the teacher's explanation, this research was conducted because student learning outcomes are still low. The purpose of this study was to improve student learning outcomes in the subjects of aqidah and morals. The subjects studied were class 1 totaling 28 students. This study uses a data flow model analysis, the data collected comes from observations, interviews, photo documentation, and tests. At the pre-cycle stage only 8 students were able to complete with a percentage of 28.57% with an average of 65.71%, learning outcomes from cycle 1 consisted of 13 students with a percentage of completeness of 46.42% with an average of 74, 10%, in cycle 2 the student learning outcomes consisted of 20 students achieving a mastery percentage of 71.42% with an average of 79.28%. while in cycle 3 it increased to 28 students who completed with learning outcomes the percentage of completeness was 100% with an average of 98.03%. It can be concluded that by using playing, storytelling, singing methods, it can improve the learning outcomes of grade 1 students in Asmaul Husna at MI Umar Zahid Semelo.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERHITUNG PENJULAHAN BILANGAN MENGGUNAKAN MEDIA SEMPOA PADA MATA PELAJARAN TEMATIK KELAS II MI MA’ARIF PENDOWOKUMPUL Citra Putri Sari; Priceski Cahya Pertiwi
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i2.2492

Abstract

ABSTRAK Salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai pada tahap pendidikan dasar adalah keterampilan berhitung. Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari seseorang tidak akan dapat dipisahkan dari persoalan matematika. Karena begitu pentingnya, maka perlu ada perhatian besar mengenai keberhasilan pembelajaran berhitung anak sekolah dasar. Salah satu tujuan Kurikullum 2013 adalah terciptanya pembelajaran yang lebih bermakna. Dengan adanya media pembelajaran, diharapkan pembelajaran menjadi lebih bermakna sesuai salah satu dari tujuan K13 tersebut. Salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai pada tahap pendidikan dasar adalah kemampuan berhitng. Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari seseorang tidak akan dapat dipisahkan dari persoalan matematika. Karena begitu pentinya, maka perlu ada perbaikan besar mengenai keberhasilan pembelajaran berhitung anak sekolah dasar. Pada penelitian ini penulis ingin mengetahui peningkatan keterampilan berhitung penjumlahan menggunakan media sempoa pada mata pelajaran tematik Kelas II MI Ma’arif Pendowokumpul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam memperoleh data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini meliputi tahap reduksi data, tahap penyajian data (Data Display), dan tahap penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data. Subyek dari penelitian ini adalah guru mata pelajaran Tematik. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan keterampilan berhitung penjumlahan menggunakan media sempoa pada mata pelajaran tematik kelas ii MI Ma’arif Pendowokumpul sudah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan penggunaan sempoa dengan metode kooperatif tipe STAD dapat mempercepat pemahaman berhitung dan keaktifan peserta didik dalam merespon materi dari guru didalam dalam pembelajaran.. Peningkatan kualitas belajar secara lebih jelas dapat dilihat melalui peningkatan kegiatan nilai harian maupun penilaian tengah semester peserta didik. Kata kunci: Media Sempoa, Keterampilan Berhitung ABSTRACT One of the basic skills that must be mastered at the basic education stage is numeracy skills. In addition, in everyday life a person cannot be separated from mathematical problems. Because it is so important, there needs to be great attention to the success of elementary school children's numeracy learning. One of the objectives of the 2013 Curriculum is the creation of more meaningful learning. With the learning media, it is expected that learning will be more meaningful according to one of the objectives of the K13. In this study, the authors wanted to know the improvement of addition counting skills using the abacus media in the thematic subjects of Class II MI Ma'arif Pendowokumpul. This study uses a descriptive qualitative approach. In obtaining data, researchers used the methods of observation, interviews, and documentation. Data analysis in this study includes the data reduction stage, the data display stage, and the conclusion drawing stage. Checking the validity of the data using triangulation of data sources. Subject of this research is the teacher of Thematic subjects. The results of this study concluded that the increase in addition counting skills using the abacus media in the thematic subjects of class II MI Ma'arif Pendowokumpul has been going well. This can be proven by the use of the abacus with the STAD type cooperative method can accelerate the understanding of arithmetic and the activeness of students in responding to the material from the teacher in learning. The improvement in the quality of learning can be seen more clearly through the increase in daily value activities and mid- semester assessments of students. Keyword : Abacus Media, Counting Skills
PERAN GURU DALAM PEMBIASAAN SHALAT BERJAMAAH SISWA SISWI DI MADRASAH IBTIDAIYAH AN-NUR KELAS I MANCAR PETERONGAN JOMBANG MELALUI PROGRAM FULLDAY Natasya Anisa Salsabilah; Putri Sari, Citra
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 3 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Full day school adalah konsep sekolah yang meniru struktur sekolah formal dan bertujuan memberikan harapan kepada masyarakat. Kegiatan di full day school meliputi latihan belajar kelompok, latihan berjamaah shalat, latihan membaca doa bersama, serta latihan menghafal ayat Al-Qur'an. Istilah "full day school" berasal dari bahasa Inggris, yang artinya sekolah sepanjang hari, dimulai dari pukul 07.00 hingga 16.00, dengan istirahat setiap dua jam sekali.. Adapun fokus masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana peran guru dalam pembiasaan shalat berjamaah siswa siswi di Madrasah Ibtidaiyah An-Nur kelas 1 Mancar Peterongan Jombang melalui program fullday?, (2) Apa saja faktor penghambat bagi guru dalam pembiasaan shalat berjamaah siswa siswi di Madrasah Ibtidaiyah An-Nur kelas 1 Mancar Peterongan Jombang melalui program fullday?, (3) Bagaimana cara menanggulangi hambatan dalam pembiasaan shalat berjamaah siswa siswi di Madrasah Ibtidaiyah An-Nur kelas 1 Mancar Peterongan Jombang melalui program fullday?. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Teknik dalam penelitian kualitatif ini yaitu dengan cara perpanjangan keikutsertaan, ketekunan observasi, trianggulasi, dan diskusi dengan teman. Adapun hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa (1) Guru memiliki peran penting dalam pembiasaan shalat berjamaah bagi siswa-siswi di Madrasah Ibtidaiyah An-Nur. Mereka berperan sebagai pembimbing yang memberikan arahan dan bimbingan kepada siswa-siswi yang belum memahami pentingnya shalat berjamaah, serta sebagai teladan dengan mengikuti shalat berjamaah dan memberikan contoh gerakan shalat yang benar. (2) Faktor-faktor yang menghambat guru dalam pembiasaan shalat berjamaah antara lain perbedaan karakteristik siswa, kurangnya motivasi dan penanaman karakter, serta kurangnya dukungan dan pengarahan dari orang tua di rumah. (3) Beberapa langkah untuk mengatasi hambatan dalam pembiasaan shalat berjamaah antara lain menerapkan kurikulum yang mendukung, memiliki pendidik yang berkualitas, menyediakan sarana prasarana yang memadai, menggunakan metode pembiasaan dan keteladanan, memberikan hukuman bagi siswa yang kurang disiplin, dan meningkatkan kerja sama antara guru dan orang tua untuk mendukung pembiasaan shalat berjamaah di rumah.
Building Students' Character through Prophetic Education at Madrasa Sari, Citra Putri; Zainiyati, Husniyatus Salamah; Hana, Rudy Al
Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : The Faculty of Tarbiyah and Teacher Training associated with PSPII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpi.v6i1.6380

Abstract

Several cases of juveniles have to some extent dominated mass media news recently and this worrying reality is contradictory to the purpose of education that teenagers are expected to achieve. In an attempt to solve this problem, various efforts have been made by educators and one of them is to promote prophetic-based education. This study was aimed at investigating prophetic education at Madrasa Muallimin/Muallimat (MMA) Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang. This research is qualitative descriptive using models of Miles and Huberman analyses. The data collected were analyzed through several steps namely reduction, presentation, and data verification. The results showed that the prophetic education was applied in MMA through internalizing Islamic values for students in their learning process. When it comes to internalizing values, MMA referred and addressed the local culture to cultivate for students. This process has been built since the establishment of MMA so that it has built students’ character which in turn gradually form the identity of the MMA among the society where it exists.
Implementasi Papan Pintar Pohon Pancasila Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran PKKn Kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Sari, Citra Putri; Nur Afifah, Himmatul
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 4 No. 01 (2025): Januari : 2025
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v4i01.3101

Abstract

ABSTRAK Prioritas utama pendidik dalam iklim pendidikan yang terus berubah saat ini adalah menemukan cara untuk melibatkan siswa secara aktif. Papan pintar pohon pancasila menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan meningkatkan retensi memori dengan menampilkan ideide rumit dalam format visual yang mudah dipahami. Tujuan penelitian ini adalah memberikan pemahaman betapa pentingnya untuk segera mempelajari bagaimana guru PPKn menggunakan Papan pintar sebagai metode pengajaran sehingga kita dapat menghidupkan kembali dinamika kelas, meningkatkan keterlibatan siswa, dan menumbuhkan pemahaman yang lebih kuat tentang prinsip-prinsip demokrasi dan nilai-nilai kewarganegaraan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif untuk menyelidiki bagaimana guru dapat memanfaatkan Papan pintar sebagai metode pengajaran untuk meningkatkan partisipasi siswa kelas 1 MI Wahdatut Tholibin pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Data diperoleh melalui Observasi, Wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Papan Pintar Pohon Pancasila secara signifikan meningkatkan antusias belajar siswa dalam pembelajaran PPKn kelas I MI Wahdatut Tholibin dibandingkan dengan tanpa adanya media pembelajaran yang menarik. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran kreatif seperti Papan Pintar Pohon Pancasila dapat menjadi alternatif efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa pada mata pelajaran PPKn di jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi pembelajaran yang berfokus pada penggunaan media yang menarik dan relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di MI. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Papan Pintar, Pembelajaran.   ABSTRAK The top priority of educators in today’s changing educational climate is finding ways to actively engage students. The Pancasila Tree Smartboard creates an engaging learning environment and improves memory retention by presenting complex ideas in an easy-to-understand visual format. The purpose of this study is to provide an understanding of how important it is to immediately learn how PPKn teachers use Smartboards as a teaching method so that we can revive classroom dynamics, increase student engagement, and foster a stronger understanding of democratic principles and civic values. This study uses a qualitative descriptive approach method to investigate how teachers can utilize Smartboards as a teaching method to increase student participation in grade 1 MI Wahdatut Tholibin Pancasila and Citizenship Education (PPKn) learning. Data were obtained through Observation, Interviews, and documentation. The results showed that the use of the Pancasila Tree Smartboard significantly increased student enthusiasm for learning in PPKn learning for grade 1 MI Wahdatut Tholibin compared to without interesting learning media. This finding shows that the use of creative learning media such as the Pancasila Tree Smart Board can be an effective alternative in increasing student engagement in PPKn subjects at the Madrasah Ibtidaiyah (MI) level. This study provides an important contribution to the development of learning strategies that focus on the use of interesting and relevant media to improve the quality of learning in MI. Keywords: Learning Media, Smart Board, Learning.
Pendampingan Edukasi Seks Terintegrasi Pendidikan Islam Pada Anak Usia Dasar Sari, Citra Putri
ABDIMASY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Juni
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/abdimasy.v4i1.4090

Abstract

Kasus pelecehan seksual semakin tahun mengalami kenaikan yang cukup fluktuatif, terlebih kasus pelecehan seksual pada anak-anak. Hal ini tentu membutuhkan penanganan serius yang dapat diupayakan melalui langkah preventif. Edukasi seksual sejak dini dirasa mampu menjadi jawaban solutif akan masalah ini. Pendampingan ini memiliki tujuan untuk memberikan edukasi seksual yang diintegrasikan dengan Pendidikan Islam. Pendampingan ini dilakukan di SDN Sumberkepuh 4 Tanjunganom Nganjuk. pendampingan ini menggunakan metode CBR dengan empat tahapannya, yaitu laying Foundation, planning, information gathering and analysis dan acting on finding. Pendampingan ini menunjukkan hasil bahwa materi edukasi dikonstruksi melalui 2 tahap, yaitu melalui lagu ku jaga diriku dan integrasi Pendidikan Islam, meliputi materi aurat dan mahrom. Adapun implementasi dilakukan melalui proses FGD bersama Kepala Sekolah, guru dan guru PAI terlebih dahulu. Kemudian saat pelaksanaan dilakukan pemberian stimulus melalui metode bernyanyi dan menari sebagai langkah awal membangkitkan semangat peserta didik. Setelah itu pemberian materi secara naratif disertai dengan diskusi sederhana dengan media power poin.
OPTIMALISASI METODE BERMAIN, CERITA, MENYANYI (BCM) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ASMAUL HUSNA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK KELAS I DI MI UMAR ZAHID SEMELO Putri Sari, Citra; Azizah, Maulidah
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i1.2189

Abstract

ABSTRAK: Proses pembelajaran di MI Umar Zahid Semelo khususnya kelas 1 guru, masih menggunakan metode konvensional yaitu metode yang berpusat pada penjelasan guru, penelitian ini dilakukan karena hasil belajar siswa masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran aqidah dan akhlak. Subjek yang diteliti adalah kelas 1 yang berjumlah 28 siswa. Penelitian ini menggunakan analisis model aliran data, data yang dikumpulkan berasal dari observasi, wawancara, dokumentasi foto, dan tes. Pada tahap prasiklus hanya 8 siswa yang mampu tuntas dengan persentase 28,57% dengan rata-rata 65,71%, hasil belajar dari siklus 1 berjumlah 13 siswa dengan persentase ketuntasan 46,42% dengan rata-rata 74,10 %, pada siklus 2 hasil belajar siswa berjumlah 20 siswa mencapai persentase ketuntasan sebesar 71,42% dengan rata-rata 79,28%. Sedangkan pada siklus 3 meningkat menjadi 28 siswa yang tuntas dengan hasil belajar persentase ketuntasan 100% dengan rata-rata 98,03%. Dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode bermain, bercerita, bernyanyi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 1 Asmaul Husna MI Umar Zahid Semelo. Keywords: Playing Method, Story, Singing (BCM), Learning Outcomes. ABSTRACT : The learning process at MI Umar Zahid Semelo Especially Class 1, teachers still use the conventional method, namely the method that is centered on the teacher's explanation, this research was conducted because student learning outcomes are still low. The purpose of this study was to improve student learning outcomes in the subjects of aqidah and morals. The subjects studied were class 1 totaling 28 students. This study uses a data flow model analysis, the data collected comes from observations, interviews, photo documentation, and tests. At the pre-cycle stage only 8 students were able to complete with a percentage of 28.57% with an average of 65.71%, learning outcomes from cycle 1 consisted of 13 students with a percentage of completeness of 46.42% with an average of 74, 10%, in cycle 2 the student learning outcomes consisted of 20 students achieving a mastery percentage of 71.42% with an average of 79.28%. while in cycle 3 it increased to 28 students who completed with learning outcomes the percentage of completeness was 100% with an average of 98.03%. It can be concluded that by using playing, storytelling, singing methods, it can improve the learning outcomes of grade 1 students in Asmaul Husna at MI Umar Zahid Semelo.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERHITUNG PENJULAHAN BILANGAN MENGGUNAKAN MEDIA SEMPOA PADA MATA PELAJARAN TEMATIK KELAS II MI MA’ARIF PENDOWOKUMPUL Putri Sari, Citra; Cahya Pertiwi, Priceski
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 2 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v2i2.2492

Abstract

ABSTRAK Salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai pada tahap pendidikan dasar adalah keterampilan berhitung. Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari seseorang tidak akan dapat dipisahkan dari persoalan matematika. Karena begitu pentingnya, maka perlu ada perhatian besar mengenai keberhasilan pembelajaran berhitung anak sekolah dasar. Salah satu tujuan Kurikullum 2013 adalah terciptanya pembelajaran yang lebih bermakna. Dengan adanya media pembelajaran, diharapkan pembelajaran menjadi lebih bermakna sesuai salah satu dari tujuan K13 tersebut. Salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai pada tahap pendidikan dasar adalah kemampuan berhitng. Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari seseorang tidak akan dapat dipisahkan dari persoalan matematika. Karena begitu pentinya, maka perlu ada perbaikan besar mengenai keberhasilan pembelajaran berhitung anak sekolah dasar. Pada penelitian ini penulis ingin mengetahui peningkatan keterampilan berhitung penjumlahan menggunakan media sempoa pada mata pelajaran tematik Kelas II MI Ma’arif Pendowokumpul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dalam memperoleh data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini meliputi tahap reduksi data, tahap penyajian data (Data Display), dan tahap penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data. Subyek dari penelitian ini adalah guru mata pelajaran Tematik. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan keterampilan berhitung penjumlahan menggunakan media sempoa pada mata pelajaran tematik kelas ii MI Ma’arif Pendowokumpul sudah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan penggunaan sempoa dengan metode kooperatif tipe STAD dapat mempercepat pemahaman berhitung dan keaktifan peserta didik dalam merespon materi dari guru didalam dalam pembelajaran.. Peningkatan kualitas belajar secara lebih jelas dapat dilihat melalui peningkatan kegiatan nilai harian maupun penilaian tengah semester peserta didik. Kata kunci: Media Sempoa, Keterampilan Berhitung ABSTRACT One of the basic skills that must be mastered at the basic education stage is numeracy skills. In addition, in everyday life a person cannot be separated from mathematical problems. Because it is so important, there needs to be great attention to the success of elementary school children's numeracy learning. One of the objectives of the 2013 Curriculum is the creation of more meaningful learning. With the learning media, it is expected that learning will be more meaningful according to one of the objectives of the K13. In this study, the authors wanted to know the improvement of addition counting skills using the abacus media in the thematic subjects of Class II MI Ma'arif Pendowokumpul. This study uses a descriptive qualitative approach. In obtaining data, researchers used the methods of observation, interviews, and documentation. Data analysis in this study includes the data reduction stage, the data display stage, and the conclusion drawing stage. Checking the validity of the data using triangulation of data sources. Subject of this research is the teacher of Thematic subjects. The results of this study concluded that the increase in addition counting skills using the abacus media in the thematic subjects of class II MI Ma'arif Pendowokumpul has been going well. This can be proven by the use of the abacus with the STAD type cooperative method can accelerate the understanding of arithmetic and the activeness of students in responding to the material from the teacher in learning. The improvement in the quality of learning can be seen more clearly through the increase in daily value activities and mid- semester assessments of students. Keyword : Abacus Media, Counting Skills
PERAN GURU DALAM PEMBIASAAN SHALAT BERJAMAAH SISWA SISWI DI MADRASAH IBTIDAIYAH AN-NUR KELAS I MANCAR PETERONGAN JOMBANG MELALUI PROGRAM FULLDAY Natasya Anisa Salsabilah; Putri Sari, Citra
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 3 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v3i1.2597

Abstract

Full day school adalah konsep sekolah yang meniru struktur sekolah formal dan bertujuan memberikan harapan kepada masyarakat. Kegiatan di full day school meliputi latihan belajar kelompok, latihan berjamaah shalat, latihan membaca doa bersama, serta latihan menghafal ayat Al-Qur'an. Istilah "full day school" berasal dari bahasa Inggris, yang artinya sekolah sepanjang hari, dimulai dari pukul 07.00 hingga 16.00, dengan istirahat setiap dua jam sekali.. Adapun fokus masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana peran guru dalam pembiasaan shalat berjamaah siswa siswi di Madrasah Ibtidaiyah An-Nur kelas 1 Mancar Peterongan Jombang melalui program fullday?, (2) Apa saja faktor penghambat bagi guru dalam pembiasaan shalat berjamaah siswa siswi di Madrasah Ibtidaiyah An-Nur kelas 1 Mancar Peterongan Jombang melalui program fullday?, (3) Bagaimana cara menanggulangi hambatan dalam pembiasaan shalat berjamaah siswa siswi di Madrasah Ibtidaiyah An-Nur kelas 1 Mancar Peterongan Jombang melalui program fullday?. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Teknik dalam penelitian kualitatif ini yaitu dengan cara perpanjangan keikutsertaan, ketekunan observasi, trianggulasi, dan diskusi dengan teman. Adapun hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa (1) Guru memiliki peran penting dalam pembiasaan shalat berjamaah bagi siswa-siswi di Madrasah Ibtidaiyah An-Nur. Mereka berperan sebagai pembimbing yang memberikan arahan dan bimbingan kepada siswa-siswi yang belum memahami pentingnya shalat berjamaah, serta sebagai teladan dengan mengikuti shalat berjamaah dan memberikan contoh gerakan shalat yang benar. (2) Faktor-faktor yang menghambat guru dalam pembiasaan shalat berjamaah antara lain perbedaan karakteristik siswa, kurangnya motivasi dan penanaman karakter, serta kurangnya dukungan dan pengarahan dari orang tua di rumah. (3) Beberapa langkah untuk mengatasi hambatan dalam pembiasaan shalat berjamaah antara lain menerapkan kurikulum yang mendukung, memiliki pendidik yang berkualitas, menyediakan sarana prasarana yang memadai, menggunakan metode pembiasaan dan keteladanan, memberikan hukuman bagi siswa yang kurang disiplin, dan meningkatkan kerja sama antara guru dan orang tua untuk mendukung pembiasaan shalat berjamaah di rumah.