Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Comparative Effects of Soil and Foliar Applications of Tithonia-Enriched Liquid Organic Fertilizer on Yields of Sweet Corn in Closed Agriculture Production System Fahrurrozi, Fahrurrozi; Muktamar, Zainal; Setyowati, Nanik; Sudjatmiko, Sigit; Chozin, Mohammad
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 41, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v41i2.1256

Abstract

Solid organic fertilizer is commonly applied for organic vegetable production in a closed agriculture production system as nutrient source. However, its availability is considered slow to sweet corn, and thus it is important to make additional nutrients supply as liquid organic fertilizer (LOF) through leaves. The experiments were conducted to compare effects of LOF application methods and to determine optimum LOF concentrations for sweet corn. Two separated factorial experiments, arranged in randomized complete block design with three replicates, were conducted from February to May and March to June 2015, respectively. The first factor was LOF application methods (soil and foliar) and the second factor was LOF concentration (0, 25, 50, 75, and 100 ppm). The observations focused on average weight of husked ear, length, weight and diameter un-husked ears. The results indicated that the effectiveness of soil application of LOF was 99.625 % as effective as foliar application in influencing sweet corn yields. Concentrations of LOF did not increase all observed variables, but yield attributes were within the range of variety description. It is concluded that in a closed production system, LOF application through soil is as effective as foliar application in affecting sweet corn yields.
PERSEPSI PETANI PERKOTAAN TERHADAP KEGIATAN BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK DI KOTA BENGKULU (Studi Kasus pada Kelompok Tani Melati di Kelurahan Kandang Limun) Windirah, Nola; Setyowati, Nanik; Muktamar, Zainal; Fahrurrozi, Fahrurrozi
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v7i1.4482

Abstract

Pandemik Covid-19 memberikan dampak yang sangat luar biasa terhadap keseharian masyarakat dunia, termasuk masyarakat Kota Bengkulu.  Kelompok Tani merupakan salah satu unit sosial yang strategis untuk meningkatkan produktivas pertanian dan meningkatkan taraf hidup petani dan kemampuan beradaptasi dengan kondisi yang kurang menguntungkan.  Kelompok Tani Melati Kelurahan Kandang Limun yang memiliki latar belakang aktifitas memproduksi tanaman pangan dapat diperkenalkan dengan produksi tanaman sayuran untuk menopang kebutuhan hidupnya. Penelitian bertujuan untuk menganalisis persepsi petani terhadap tingkat pengetahuan, kebermanfaatan dan keberlanjutan produksi sayuran organik di Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan metode analisis deskriptif dari data kuisioner responden. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa persepsi anggota Kelompok Tani Melati terhadap pengetahuan, kebermanfaatan dan keberlajutan tanaman sayuran organik tinggi. 
Nilai Nutrisi Gulma Sawah Dominan di Kawasan Pesisir Kota Bengkulu Sutriyono Sutriyono; Nanik Setyowati; Hardi Prakoso; Agus Iswanrijanto; Eko Suprijono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 4, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.4.2.88-93

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk memperoleh spesies-spesies gulma potensial sebagai sumber pakan ternak, berdasarkan pada produksi, dominansi, dan nilai nutrisi. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah KecamatanSungai Serut, Kota Bengkulu. Dibuat petak sampel berukuran 1 m x 1 m sebanyak lima puluh petak sampel dengan metode jalur transek. Gulma dipanen dengan akarnya, kemudian dicuci, dipilah-pilahkan menurutjenisnya, dihitung jumlah jenis dan jumlah individu untuk setiap jenis, dihitung ditimbang, dianalisis kandungan nutrisinya (bahan kering, Protein kasar, kalsium, posfor) dan kandungan energi. Berdasarkanpenelitian ditemukan 23 spesies gulma, dan lima jenis dominan adalah Gulma X (Ordo Poales), Fymbristilis milliaceae, Lindernia anagalis, Cyperus halpan, Ludwigia perennis, dengan nilai SDR berturut-turut adalah 18,30 %; 11,92 %; 10,82 %; 8,94 %; 7,55%; produksi biomasa 495,96 kg/ha atau 27,87 %; 206,2 kg/ha atau 11,15 %, 127.9kg/ha atau 7,19 % , 94.08 kg/ha atau 5,29 %. Kandungan protein 5,28 %; 6,89 %; 5,97%; 6,01 %; 7,39. Kandungan kalsium : 0,02 %; 0,09 %; 0,13 %; 0,08 %; 0,06 %; kandungan posfor 0,16 %; 0,33%; 0.57%; 0,26 %; 0,296 %. Seluruh gulma dominan menyebar secara berkelompok. Dapat disimpulkan bahwa gulma dominan mempunyai potensi sebagai sumber pakan.Kata kunci : spesies, gulma sawah, dominansi, produksi, nutrisi
Identifikasi Jenis Dan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun Rumah Tangga: Studi Kasus Kelurahan Pasar Tais Kecamatan Seluma Kabupaten Seluma Terry Irawansyah Putra; Nanik Setyowati; Enggar Apriyanto
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.8.2.9209

Abstract

Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3) adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung B3. Jenis limbah B3 rumah tangga walaupun jumlah atau konsentrasi yang kecil tetap mengandung bahan berbahaya beracun. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis dan menghitung volume/berat limbah B3 rumah tangga, mengetahui pemahaman dan pengelolaan limbah B3 yang dimiliki masyarakat, mendeskripsikan hubungan antara pendapatan dan pendidikan dengan pengetahuan dan pengelolaan limbah B3 rumah tangga serta menentukan rekomendasi tentang pengelolaannya. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan menghitung volume dan jenis limbah B3 yang dihasilkan setiap rumah, pendataan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh rumah tersebut dalam rangka pengelolaan limbah B3 dan melakukan survey dengan menggunakan questionnaire/deep. Hasil penelitian terhadap 69 responden selama 8 minggu, rata-rata rumah tangga setiap minggu menghasilkan limbah B3 cair 0,8 liter dan 0,4 kilogram limbah B3 padat. Limbah B3 cair berupa sisa produk pembersih, minyak goreng kotor, oli bekas, sedangkan limbah padat berupa  kaleng kemasan insektisida, baterai, dan bohlam. Masyarakat telah memiliki tempat sampah di rumah, namun hanya sedikit yang memiliki tempat sampah terpisah,  sebagian besar tidak mengetahui arti dan jenis limbah B3, masyarakat masih membuang semua jenis sampah secara tercampur. Tidak terdapat hubungan pendapatan dengan pengelolaan limbah B3 rumah tangga, namun terdapat hubungan pendapatan dengan timbulan limbah B3 rumah tangga di kelurahan Pasar Tais. Tidak terdapat hubungan antara latar belakang pendidikan dengan timbulan limbah B3 rumah tangga, namun terdapat hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan dan pengelolaan limbah B3 rumah tangga di kelurahan Pasar Tais. Pemerintah harus menetapkan jenis-jenis limbah B3 yang bersumber dari limbah rumah tangga, memastikan pemberian label/tanda pada produk kebutuhan rumah tangga yang berpotensi menjadi limbah B3, dan mengedukasi masyarakat tentang potensi limbah B3 di sekitar mereka, serta pemerintah harus menyediakan sarana, prasarana serta pengelola limbah B3.Kata Kunci : limbah, b3, rumah tangga, pengelolaan.
HUBUNGAN FAKTOR KESEHATAN LINGKUNGAN RUMAH TERHADAP KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU (Studi Kasus di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma) Reva Mardianti; Choirul Muslim; Nanik Setyowati
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.2.13502

Abstract

Kesadaran masyarakat yang rendah di Kabupaten Seluma, khususnya di Kecamatan Sukaraja akan lingkungan fisik rumah yang bersih dapat mengakibatkan timbulnya suatu penyakit antara lain TB paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor-faktor kesehatan lingkungan rumah dengan risiko kejadian Tuberkulosis Paru di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma pada bulan Mei sampai dengan Juni Tahun 2019. Metode penelitian kasus kontrol (case control) dan sampel sebanyak 34 orang terdiri dari 17 sampel kasus yang menderita TB paru diambil dengan teknik total sampling dan 17 sampel kontrol yang tidak menderita TB paru yang mempunyai karakteristik kurang lebih sama dengan sampel kasus diambil secara acak. Hasil penelitian menunjukkan intensitas pencahayaan yang tidak memenuhi syarat (< 60 lux) menyebabkan 76,5% responden menderita TB paru, kelembaban udara yang tidak memenuhi syarat (kelembaban < 40% atau > 60%) menyebabkan 82,4% responden menderita TB paru, kepadatan hunian yang tidak memenuhi syarat (< 9 m2 /orang) menyebabkan 88,2% responden menderita TB paru dan suhu rumah yang tidak memenuhi syarat (<18o C atau > 30 o C) menyebabkan 82,4% responden menderita TB paru. Terdapat hubungan antara intensitas pencahayaan, kelembaban, kepadatan hunian rumah dan suhu terhadap kejadian TB paru.Diharapkan menjaga pola hidup sehat dengan cara membuka ventilasi rumah setiap hari dan menghindari kontak langsung dengan penderita TB paru.
TEKNOLOGI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK LIMBAH PERTANIAN DI KELOMPOK TANI WANITA (KWT) PERINTIS 2 KOTA BENGKULU Uswatun Nurjanah; Nanik Setyowati; Wuri Prameswari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i3.822-827

Abstract

Kegiatan budidaya tanaman yang dilakukan oleh petani di Kecamatan Muara Bangkahulu menghasilkan limbah pertanian yang tidak sedikit. Tanpa adanya pengelolaan maka limbah pertanian tersebut dapat mencemari lingkungan. Pengolahan limbah pertanian menjadi kompos organik merupakan salah satu alternatif untuk mengubah barang yang kurang bernilai menjadi barang bermanfaat dengan nilai jual yang tinggi. Sasaran dalam kegiatan pengabdian ini adalah anggota kelompok wanita tani (KWT) Perintis 2 Pematang Gubernur Kota Bengkulu. Metode yang diterapkan yaitu : (1) Sosialisasi dan penyuluhan tentang limbah pertanian dan cara pengelolaannya, (2) praktek pembuatan pupuk organik dari limbah budidaya tanaman. Kegiatan ini dilaksanakan lima kali di Rumah Ketua Kelompok Wanita Tani. Hasil kegiatan ini menunjukkan antuasisme warga yang sangat tinggi dalam meningkatkan wawasan dan pengetahuan tentang pengelolaan limbah pertanian khususnya limbah budidaya tanaman. Sebagian besar anggota kelompok tani kurang mengetahui bahwa limbah sisa pertanian dapat dijadikan pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman dan mempunyai nilai jual. Diharapkan edukasi pembuatan kompos dari limbah hasil panen kacang tanah dapat diterapkan untuk mengatasi limbah pertanian yang menumpuk di lahan pertanian.
Vermicompost Application on Shallot (Allium cepa, L.) Nanik Setyowati; Indra A Nugraha AR; Widodo Widodo; Zainal Muktamar
Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands Vol. 12 No. 1 (2023): JLSO
Publisher : Research Center for Suboptimal Lands (PUR-PLSO), Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jlso.12.1.2023.621

Abstract

Vermicompost is an organic fertilizer containing essential macro and micronutrients for plant growth. This study aimed to determine the dose and time of vermicompost application to the shallot. The study was carried out at an altitude of 1054 meters above sea level in Air Duku Village, Selupu Rejang District, Rejang Lebong Regency, Bengkulu Province. A Split Plot Design with three replications was used in the study. The main plot was the time of vermicompost application, which was ten days before and during planting. Sub-plots were vermicompost doses of 0, 10, 20, 30, and 40 tons/ha. Vermicompost applied ten days before planting at a 40 ton/ha resulted in the tallest shallot shoot (36.60 cm) and the highest number of leaves (28.20). Vermicompost applied ten days before planting produced more shallot bulbs (4.46 bulbs), larger bulb diameter (19.18 mm), heavier bulb weight per clump (4.75 g), and heavier bulb weight per m2 (837.73 g) than vermicompost applied at planting. Vermicompost at a dose of 40 tons/ha resulted in 5.80 bulbs per plant, 18.96 mm bulb diameter, 4.63 g bulb weight per clump, and 1022.25 g bulb weight per m2, higher than the lower dose. Therefore, vermicompost could benefit as a source of plant nutrients, comparable to synthetic fertilizers in shallot production.
Bioaktivitas ekstrak biji bintaro terhadap kutu daun Aphis gossypii GLOVER dan pengaruhnya terhadap tanaman cabai Rial Mustiarif; Djamilah Djamilah; Nanik Setyowati; Agustin Zarkani
Jurnal AGRO Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/8380

Abstract

Aphis gossypii Glover hama penting tanaman cabai, dapat dikendalian dengan menggunakan pestisida nabati. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi waktu aplikasi dan konsentrasi ekstrak kasar biji bintaro (Cerbera odollam G.) dalam mengendalikan A. gossypii Glover serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman cabai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah waktu aplikasi ekstrak (waktu sebelum dan waktu setelah infestasi A. gossypii Glover). Faktor kedua adalah konsentrasi ekstrak bintaro (0%, 1%, 2%, 3%, 4% dan 5%). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi 1% ekstrak biji bintaro menyebabkan mortalitas kutu daunnya 68% sedangkan pada konsentrasi 3% mortalitasnya mencapai 90%. Ekstrak biji bintaro yang diberikan sebelum hama diinfestasikan menyebabkan mortalitas kutu daun 59,5% sedangkan jika diberikan setelah hama diinfestasikan mortalitasnya meningkat menjadi 77,6%. Nilai LC50 dan LC90 ekstrak biji bintaro diaplikasikan sebelum dan setelah hama diinfestasikan secara berurutan adalah 1,8%; 4,4%; 0,57% dan 2,8%. A. gossypii Glover yang diinfestasikan pada tanaman berumur 4 minggu dan disemprot dengan ekstrak biji bintaro pada konsentrasi 1% dapat menurunkan intensitas kerusakan pada hari ke tujuh setelah infestasi dan tidak berpengaruh terhadap jumlah daun, bobot segar maupun bobot kering tanaman cabai. Ekstrak biji bintaro dapat dikembangkan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama A. gossypii Glover pada tanaman cabai. Aphis gossypii Glover is an important sucking insect pest of the pepper (Capsicum annum L.), Can be controlled by using natural pesticides. The study aimed to evaluate the application time and concentration of Cerbera odollam G. seed extract in controlling A. gossypii and their effects on pepper, C. annum. Complete randomized design was used in this experiment, with two factors, and was repeated three times. The first factor was the time of application of the extract, consisting of before and after A. gossypii infestation. The second factor was the concentration of C. odollam extract (0%, 1%, 2%, 3%, 4% and 5%). The results indicated the C. odollam seed extract affected the mortality of A. gossypii. At a concentration of 1% of C. odollam seed extract, the mortality of A. gossypii was 68% while at a concentration of 3% the mortality reached up to 90%. C. odollam seed extract applied before infestation, the mortality of A. gossypii was 59.5% whereas, after the infestation, the mortality increased up to 77.6%. LC50 and LC90 extract of C. odollam seeds applied before and after infestation were 1.8%; 4.4%; 0.57% and 2.8% respectively. A. gossypii infested at 8 weeks old pepper and sprayed with C. odollam seed extract at a concentration of 1% lowered the crop damage on the seventh day after infestation. On the other hand, the application of C. odollam seed extract did not affect the number of leaves, fresh weight, and dry weight of pepper. This study indicate that C. odollam seed extract can be developed as a natural pesticide to control A. gossypii on pepper..
PELATIHAN PEMBUATAN KUE DARI SORGUM SEBAGAI SOFT SKILS DI MADRASAH ALIYAH MAMBAUL ULUM, BENGKULU TENGAH Nurjanah, Uswatun; Setyowati, Nanik; Zaulajad, Amudasub; Wahyudi, Diki; Mardhotillah, Nimas
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.50482

Abstract

Madrasah Aliyah Mambaul Ulum terletak di Kecamatan Pondok Kubang, Bengkulu Tengah. Sebagian besar (66%) siswa didik di sekolah ini adalah perempuan. Penghasilan dari orang tua didik hampir seluruhnya tergolong miskin. Oleh karena itu perlu dilakukan pembinaan berupa softskill yang dapat diaplikasikan ketika mereka lulus sekolah dan tidak mampu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan mulai bulan Agustus sampai September 2023. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis pembinaan dilakukan dengan 4 tahap pelaksanaan sebagai berikut : 1) Persiapan, 2) Sosialisasi dan edukasi, 3) Praktik, dan 4) Evaluasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi, memotivasi, dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat dan keunggulan dari olahan sorgum. Hasil pengabdian masyarakat berupa produk olahan biji dan tepung sorgum. Olahan biji sorgum berupa: nasi dan bubur manis; sedangkan olahan tepung sorgum berupa: puding sorgum, kue kering, dan cupcake kukus. Pemahaman peserta mengenai nilai gizi dan manfaat tepung sorgum meningkat 80% setelah mengikuti kegiatan dibandingkan dengan sebelum mengikuti kegiatan. Ketrampilan peserta mengolah biji dan tepung sorgum meningkat 85% setelah mengikuti kegiatan dibandingkan dengan sebelum mengikuti kegiatan.       
Hubungan Antar Sifat Jagung Manis yang Dibudidayakan Secara Organik Lorenza, Eviya; Chozin, Mohammad; Setyowati, Nanik
Akta Agrosia Vol 19 No 2 (2016)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Fakultas Pertanian, Universitas Bengkkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.586 KB)

Abstract

Capability of growing well under organic conditions is prerequisite for a sweet corn variety to provide high yield under organic cropping management. Therefore, development of high yielding sweet corn varieties for organic cropping system would require sufficient information on the association among the growth traits to facilitate the determination of criteria in the selection program. Objective of this study was to estimate the degree of association among plant growth and developmental traits, in terms of phenotypic and genotypic correlations, in 64 genotypes generated from a complete diallel cross of 8 inbred lines under organic cropping system. Study was conducted from January-March 2016 on Ultisol of Medan Baru, Kandang Limun, sub-district of Muara Bangkahulu, City of Bengkulu at 10 m above sea level. A randomized complete block design with three replications to allocate the genotypes on double row plots with 4 length and 20 cm planting space. No agrochemical inputs was applied in cultural practices. Data were collected for plant height,stem diameter, leaf area, leaf number, tasseling date, and silking date. Analysis of variance was performed to determine the significant variation among the genotype. The degree of association among trait was estimated by both phenotypic and genotypic correlations analysis. Analysis of variance showed significant variation for all observed traits. High phenotypic and genotypic correlations were revealed between the growth traits (plant height, stem diameter, leaf area, and leaf number) and between the developmental traits (tasseling date, and silking date). However, the growth traits showed low correlation to the developmental traits.