Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perbandingan Kinerja Simpang dengan Pengaturan Petugas Tidak Resmi, Tanpa Pengaturan, dan Pengaturan Sinyal (Studi Kasus Simpang Kronggahan Sleman) Prima J. Romadhona; Aprizal Yuliansyah
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol. 20 No. 2 (2018): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Department of Civil Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.929 KB) | DOI: 10.35313/potensi.v20i2.1269

Abstract

Pada simpang tidak bersinyal dengan arus lalu lintas yang cukup tinggi sering dijumpai petugas tidakresmi yang berasal dari warga sekitar persimpangan.Keberadaan petugas tidak resmi sebagai pengaturdapat mempengaruhi tingkat pelayanan pada simpang tersebut. Pada penelitian ini bertujuan untukmengetahui perbandingan kinerja simpang dengan pengaturan petugas tidak resmi, tanpa pengaturan, danpengaturan menggunakan sinyal di simpang Kronggahan Sleman. Data primer didapatkan dari hasil surveiarus lalu lintas, geometri, kecepatan, dan driving behaviour. Analisis perhitungan waktu siklus simpangdidasarkan pada Direktorat Jenderal Bina Marga (MKJI 1997), tingkat pelayanan mengacu pada PeraturanMenteri Perhubungan nomor PM 96 Tahun 2015, dan pemodelan menggunakan program VISSIM . Hasilpemodelan VISSIMdidapatkan tundaan rata-rata untuk kondisi simpang tanpa pengaturan adalah 28,19detik, pengaturan sinyal 35,73 detik, dan pengaturan petugas tidak resmi 7,02 detik.Tingkat pelayanansimpang dengan pengaturan petugas tidak resmi lebih baik yakni B dibandingan dengan kondisi t anpapengaturan dan pengaturan sinyal (D).Dilihat dari pengaturan PTR yang tidak terdapat waktu hilang(LTI), dan juga dapat menyesuaikan dengan keadaan lalu lintas yang terjadi, sehingga pengaturan PTRmemiliki waktu tundaan yang lebih rendah dibandingkan dengan kondisi pengaturan sinyal maupun tanpapengaturan.
THE EFFECT OF ON-STREET PARKING ON U-TURN AREA TOWARDS URBAN ROAD PERFORMANCE (STUDY CASE: AFFANDI STREET, YOGYAKARTA) Prima J Romadhona; Tsaqif Nur Ikhsan
Journal of Civil Engineering Vol. 36 No. 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20861206.v36i1.7640

Abstract

Affandi St was on high economic activity area. A consequence was the presence of on-street parking at the turning facility (U-turn) caused a conflict in the form of congestion. This research was intended to determine the performance of the road segment, queue length, delay and proposed alternative solutions for improvement. The research was conducted with the field survey method. The analysis was using VISSIM microsimulation refers to Reverse Planning 06/BM/2005 and the level of performance of road performance refers to the Minister of Transport Regulation number PM 96 of 2015. The result indicated that the average vehicle speed of existing conditions VISSIM analysis was 29,26 km/hour for the North to South and 41,43 km/hour for the South to North, the average queue length was 22,23 meters, the average delay time was 13,66 seconds. Three alternative solutions were implementing prohibited on-street parking at the U-turn area. From the three solutions, the best one was a solution with a decreasing percentage was 27,84% for the queue length and 46,53% for the delay, while the speed increases were 38,54% for North to South and 20,20% for South to North.
Solusi Jalan Satu Arah di Kota Yogyakarta Prima J. Romadhona
TEKNIK Vol 39, No 1 (2018)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.907 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v39i1.13654

Abstract

Berbanding linear dengan pesatnya pembangunan tata guna lahan yang ada, Yogyakarta berkembang menjadi suatu kota modern dengan mobilitas yang tinggi. Namun, infrastruktur jalan di Kota Yogyakarta saat ini belum dapat memfasilitasi penambahan kendaraan bermotor yang sangat cepat sehingga kemacetan menjadi hal yang sering dilihat di beberapa lokasi. Kebijakan jangka pendek yang bisa ditempuh untuk mengurangi kemacetan adalah melakukan sistem jalan satu arah. Artikel ini memuat kajian kinerja simulasi jalan satu arah pada dua loop terindentifikasi kemacetan, yaitu Loop I: Jalan Prawirotaman-Sisingamangaraja-Parangtritis- Menukan dan Loop II: Jalan Pramuka- Gambiran Selatan-Perintis Kemerdekaan Barat. Data primer berasal dari survei kecepatan dan volume kendaraan pada kedua loop tersebut dan didukung oleh data sekunder yang diperoleh dari Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta. Kedua datatersebut menjadi materi untuk disimulasikan dengan software PTV VISSIM sehingga didapatkan kinerja jalan sebelum dan sesudah menggunakan metode satu arah. Hasilnya, terjadi peningkatan kinerja dengan menurunnya derajat jenuh sebesar55% dan peningkatan kecepatan hingga mencapai 19% pada ruas jalan yang diberlakukan manajemen lalu lintas satu arah. Di sisi lain penerapan lalu lintas satu arah berefek pada penurunan kinerja pada ruas jalan di sekitarnya dengan meningkatnya derajat jenuh sebesar4% tapi terjadi peningkatan kecepatan 5% di ruas jalan yang lain lagi.