Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : OSEANA

PERANAN EKOLOGIS SPONS PADA EKOSISTEM TERUMBU KARANG Tri Aryono Hadi
OSEANA Vol 43 No 1 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian Oseanografi LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/oseana.2018.Vol.43No.1.15

Abstract

ECOLOGICAL ROLES OF SPONGES IN CORAL REEF ECOSYSTEMS. Sponges are one of main reef benthic components which is quite abundant and worldwide distributed. Due to its unique characteristics, such as filtering water column, possessing pores throughout the body, and producing metabolite compounds, sponges play important roles in marine ecosystems. In coral reef ecosystems, the roles are very complex, including facilitating nutrient cycles, stabilizing/eroding calcareous substrates, hosting many types of marine organisms, providing protection to its symbions, competing with other marine benthos in structuring the reefs and as a bioindicator. In this case, sponges can be illustrated as a mediator between abiotic and biotic factors, thus material and energy transfers in the coral reef ecosystems can be boosted. Therefore, it is essential to monitor sponge communities in the reefs considering that its immense roles cannot likely be replaced by other marine organisms.
IMPACTS OF SEDIMENTATION ON STONY CORALS Tri Aryono Hadi
OSEANA Vol 42 No 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian Oseanografi LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/oseana.2017.Vol.42No.2.46

Abstract

PENGARUH SEDIMENTASI PADA KARANG KERAS. Aktivitas manusia baik di darat maupun di laut membawa banyak pengaruh negatif terhadap ekosistem laut. Terumbu karang yang utamanya disusun oleh karang keras mengalami degradasi akibat turunnya kualitas perairan, terutama akibat sedimentasi dan eutrofikasi. Secara umum hal ini akan menyebabkan menurunnya kelimpahan dan diversitas karang batu, dan secara khusus akan memengaruhi proses fisiologis karang. Proses fotosintesis menurun sebagai imbas dari menurunnya penetrasi cahaya akibat tingginya turbiditas dan sedimen yang menempel di permukaan karang. Untuk menanggulangi defisit energi, maka karang meningkatkan aktivitas menangkap makanan sekaligus proses respirasi. Reproduksi dan rekruitmen juga akan menurun seiring rusaknya sperma karang dan tertutupnya substrat untuk perlekatan larva. Sedimen juga akan memicu penyakit karang karena produksi mukus yang berlebihan. Pengkayaan nutrien di laut akan meningkatkan proses fotosintesis sebagaimana tersedianya senyawa anorganik yang penting untuk transfer energi dan kandungan dari zooxanthellae, namun apabila berlebihan akan menimbulkan gangguan pada proses reproduksi dan meningkatkan wabah penyakit karang. Meskipun karang mampu merespon gangguan tersebut, untuk jangka waktu yang panjang akan menimbulkan effek yang mematikan. Oleh karena itu perlu dilakukannya evaluasi mengenai aktivitas manusia disekitar wilayah pesisir untuk meminimalisir dampak negatif pada ekosistem pesisir.