Kecamatan Samigaluh terkenal sebagai sentra produksi cengkih baik berupa bunga cengkih maupun minyak cengkih di Kulon Progo. Wilayahnya terletak di daerah Pegunungan Menoreh dengan ketinggian antara 120 -1.000 m di atas permukaan laut. Menurut kearifan lokal masyarakat Samigaluh semakin tinggi suatu tempat untuk menanam cengkih akan menurunkan produksi dan kualitas bunga dan minyak cengkih. Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ketinggian tempat terhadap hasil dan kualitas minyak cengkih. Penelitian dilaksanakan di kebun cengkih rakyat dusun Keceme, dusun Kayugedhe dan dusun Sumbo desa Gerbosari, dusun Sumoroto dan Nyemani desa Sidoharjo, dan dusun Taman desa Purwoharjo kecamatan Samigaluh pada bulan Mei-Agustus 2017. Percobaan ini dilakukan dengan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) nested, dengan rancangan perlakuan satu faktor dan blok berupa dusun dalam satu desa di ketinggian tersebut. Faktor yang digunakan adalah ketinggian tempat yang terdiri dari dataran rendah (<400 mdpl), dataran medium (400–700 mdpl), dan dataran tinggi (>700 mdpl). Parameter yang diamati berupa anasir iklim mikro, kandungan lengas tanah dan kesuburan kimia tanah, aktivitas fisiologi tanaman, dan analisis hasil serta kualitas minyak cengkih. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan ketinggian tempat akan berpengaruh pada perbedaan iklim mikro yang ada, berupa suhu udara, suhu tanah, kelembaban udara dan kandungan lengas tanah yang nantinya akan berpengaruh pada hasil minyak cengkih dan kualitas berupa kandungan beta-Caryophyllene, sedangkan variabel kualitas lain dipengaruhi oleh kondisi kesuburan kimia di tanah, seperti eugenol dipengaruhi oleh kandungan N total dan C-organik, serta bobot jenis minyak yang dipengaruhi oleh kandungan Ca dan C-organik.