Putri Lukmanasari
Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada Jln. Flora no. 1, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta 55281, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Similarity level of Nepenthes spp. based on the qualitative characters Putri Lukmanasari; Aziz Purwantoro; Rudi Hari Murti; Zulkifli Zulkifli
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5, No 3 (2020): December
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.55728

Abstract

Nepenthes, also known as pitcher plant, are unique and interesting flora developed as ornamental plants. This species has an attraction not only on the flowers but also on the diverse shapes and colors of the pitchers. Each Nepenthes species and hybrid has a variety of characters. The genetic relationship and diversity in Nepenthes species and hybrids can be determined based on the morphological characterization. The purpose of this study was to determine the similarity level among the Nepenthes accessions based on 31 qualitative characters. In this study, 30 Nepenthes species and 11 hybrids were used. The range of the similarity coefficient of Nepenthes species was 0.28-0.65, and divided into two major groups namely group A and B. Group A was the Nepenthes population which had petioles consisted of 17 accessions, while group B had folius consisting of 24 accessions. It indicated that when the similarity value is higher, the similarity level between each plant becomes higher. Principle Coordinates Analysis (PCoA) provided an overview of the relationship among the genotypes in coordinates. Species with a high similarity coefficient were in a close position, whereas species with a low similarity coefficient were in a remote position. Based on the PCoA, the species were grouped based on the similar characters, which was supported by the dendrograms.
Similarity level of Nepenthes spp. based on the qualitative characters Putri Lukmanasari; Aziz Purwantoro; Rudi Hari Murti; Zulkifli Zulkifli
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5, No 3 (2020): December
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.55728

Abstract

Nepenthes, also known as pitcher plant, are unique and interesting flora developed as ornamental plants. This species has an attraction not only on the flowers but also on the diverse shapes and colors of the pitchers. Each Nepenthes species and hybrid has a variety of characters. The genetic relationship and diversity in Nepenthes species and hybrids can be determined based on the morphological characterization. The purpose of this study was to determine the similarity level among the Nepenthes accessions based on 31 qualitative characters. In this study, 30 Nepenthes species and 11 hybrids were used. The range of the similarity coefficient of Nepenthes species was 0.28-0.65, and divided into two major groups namely group A and B. Group A was the Nepenthes population which had petioles consisted of 17 accessions, while group B had folius consisting of 24 accessions. It indicated that when the similarity value is higher, the similarity level between each plant becomes higher. Principle Coordinates Analysis (PCoA) provided an overview of the relationship among the genotypes in coordinates. Species with a high similarity coefficient were in a close position, whereas species with a low similarity coefficient were in a remote position. Based on the PCoA, the species were grouped based on the similar characters, which was supported by the dendrograms.
Analisis Kekerabatan Plasma Nutfah Tanaman Kantong Semar Lukmanasari, Putri; MS, Zulkifli; MP, Ernita; Putri, Restari Utari; Roslianti, Meli
Vegetalika Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.92938

Abstract

Nepenthes dikenal dengan sebutan nama kantong semar yang merupakan satu flora unik dan menarik yang telah banyak dikembangkan sebagai tanaman hias. Jenis ini memiliki daya tarik bukan pada bunganya melainkan kantongnya yang beranekaragam baik bentuk maupun warnanya. Keragaman pada beberapa spesies dan hybrid kantong semar dapat diketahui berdasarkan karakterisasi molekuler. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghitung nilai keragaman genetic serta menguji hubungan kekerabatan Nepenthes di Indonesia berdasarkan molekuler dengan primer RAPD. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 41 spesies dan hybrid kantong semar yang terdiri dari 3 individu yang diperoleh dari hasil eksplorasi di penangkaran kantong semar Yagiza Nursery, Insectivorous plants Nursery, Komunitas Nepenthes Tulungagung dan Venom Nursery. Analisis DNA secara molekuler dilakukan di laboratorium genetika dan pemuliaan tanaman, Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebanyak 3 primer RAPD digunakan untuk melakukan pengamatan molekuler yaitu OPD 8, OPC 2 dan OPC15. Karakterisasi berdasarkan molekuler menunjukkan bahwa pita DNA hasil amplifikasi yang dihasilkan oleh setiap primer memiliki jumlah yang beragam. Pada 3 primer RAPD (OPD 8, OPC 2 dan OPC15) terdapat 85 lokus 1370 pita DNA dengan ukuran sebesar 150-1750 bp yang juga memiliki tingkat polimorfik 100%. Menunjukkan bahwa koefisien kemiripan genetic 41 genotipe nepenthes berdasarkan penanda molekuler RAPD berkisar antara  0,7- 1. Analisis berdasarkan molekuler RAPD merupakan sekuens spesifik yang terdapat dalam DNA tanaman yang relatif tidak dipengaruhi oleh lingkungan.
Penyuluhan Pertanian Budidaya Tanaman Sayuran dalam Rangka Pemanfaatan Lahan Pekarangan di Desa Tanah Merah, Kabupaten Kampar Lukmanasari, Putri; Ernita, Ernita; Elinur, Elinur; Baharuddin, Raisa; Mardhaleni, Mardhaleni; Meilanda Sormin, Siti Yuli
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.5911

Abstract

Desa Tanah Merah merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, provinsi Riau, Indonesia. Pemanfaatan pakarangan rumah dengan kegiatan bercocok tanam tanaman sayuran untuk memehuni kebutuhan pangan rumah tangga dan dapat dimanfaatkan dalam pemenuhan gizi keluarga. Desa ini dipilih dengan berbagai macam potensi yang dapat dikembangkan untuk membantu memberdayakan lingkungan, dan membantu perekonomian masyarakat desa tersebut. Situasi desa tanah merah dengan berbagai potensinya menjadi tempat yang sangat tepat untuk dijadikan sebuah lokasi pengabdian masyarakat. Hasil observasi awal diperoleh bahwa hampir setiap rumah memiliki pekarangan yang luas, sehingga sangat dimungkinkan untuk membuat sebuah program yang dapat memberdayakan lingkungan tersebut. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka tim pengabdian dari Universitas Islam Riau melakukan edukasi kepada ibu-ibu  Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahtaraan Keluarga (TP PKK) Desa Tanah Merah. Penyuluhan ini bertujuan mengubah kognitif serta mempengaruhi konatif Masyarakat agar nantinya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat desa dalam aspek pertanian dan ekonomi. Kegiatan dibagi dalam 3 pemaparan materi yang berbeda, pertama, pemaparan terkait budidaya sayuran dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah serta cara pengembangbiakannya, kedua, terkait sektor operasional dan ketiga, terkait pemasaran tanaman ini secara konvensional maupun digital. Ibu-ibu PKK terlihat sangat antusias yang dibuktikan dengan adanya respon dari para peserta serta aktif dalam bertanya kepada narasumber, kegiatan ini juga ditutup dengan pengisian kuesioner oleh ibu-ibu TP PKK Desa Tanah Merah untuk melihat tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan pengabdian ini, dan berdasarkan evaluasi dari tim bahwa para peserta menyatakan puas dengan adanya kegiatan pengabdian ini.