Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimasi Parameter Operasi Mesin Air Slip Forming untuk Meminimalkan Cacat Produk Didik Wahjudi; Amelia Amelia
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 1 No. 2 (1999): OCTOBER 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Slip Forming machine is one of the machines that is used to produce luggage. However, so far in the manufacturing process determination of operation parameter air-out time (X1), air-in time (X2) and heating time (X3), also the response variable which is the circumference of the luggage (Y) are done by trial and error. Therefore the circumference of the luggage is not the same as the standard one. Respone surface method and CCD formula will be used to get this mathematical model which describe the relation between luggage circumference and other influential variables. The best condition to produce luggage with circumference that meets the standard are 6.3 sec for air-out time, 2.6 sec for air-in time and 62 sec for heating time. Abstract in Bahasa Indonesia : Mesin Air Slip Forming merupakan salah satu mesin untuk memproduksi koper. Selama ini dalam proses produksinya penentuan parameter operasi waktu air-out (X1), waktu air-in (X2), dan waktu pemanasan (X3) serta variabel respon berupa keliling koper (Y) dilakukan dengan cara trial and error. Karena itu sering didapatkan ukuran keliling koper tidak sesuai standar. Metode respon surface dan rancangan CCD akan digunakan untuk mendapatkan model matematis yang menggambarkan hubungan antara keliling koper dan variabel-variabel yang mempengaruhi. Kondisi proses yang menghasilkan keliling koper yang sesuai standar adalah 6.3 detik untuk waktu air out, 2.6 detik untuk waktu air-in dan 62 detik untuk waktu pemanasan. Kata kunci : permukaan respon, CCD
ANALISA PENJADWALAN DAN BIAYA PERAWATAN MESIN PRESS UNTUK PEMBENTUKAN KAMPAS REM Didik Wahjudi; Amelia Amelia
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 2 No. 1 (2000): APRIL 2000
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maintenance scheduling system is very important for a company to reduce total maintenance cost. Maintenace scheduling will be done on hydraulic seal and oil burner pipe that are components of press machine for hot forming process. Scheduling model will consider labor cost, production loss cost, and spare part cost. The aim of this model is to determine the interval of maintenance by optimizing cost. This calculation will reduce total maintenance cost between 35,07 % and 90,73 % of the previous total maintenance cost. Abstract in Bahasa Indonesia : Sistem penjadwalan perawatan mesin sangatlah penting bagi perusahaan untuk menekan biaya yang harus dikeluarkan. Penjadwalan perawatan akan dilakukan pada seal hydrolis yang merupakan komponen dari mesin press dan slang oil burner yang merupakan komponen mesin press untuk proses hot forming. Model perawatan yang digunakan akan memperhitungkan komponen-komponen biaya yang meliputi biaya tenaga kerja, biaya kehilangan produksi dan harga komponen. Model ini bertujuan untuk menentukan interval waktu perawatan dengan mengoptimalkan biaya. Dari hasil perhitungan dapat menekan biaya total berkisar antara 35,07% sampai 90,73% dari biaya total semula. Kata kunci: penjadwalan, perawatan mesin, biaya perawatan
PENELITIAN OPTIMASI TEMPERATUR YANG MEMPENGARUHI KEKERASAN PADA PEMBUATAN GRINDING BALL DENGAN CARA HOT ROLLING Didik Wahjudi; Amelia Amelia
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 2 No. 2 (2000): OCTOBER 2000
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hardness is one of the mechanical properties needed in a grinding ball. The hardness of grinding ball produced up to now is gained by trial and error to those parameters which are presumed influencing the hardness. Research is done to get parameter influence the hardness of grinding ball and optimum level. Three parameters presumed influencing the hardness are temperature of raw material (Tm), the initial temperature of quenching (Tq), and the final temperature of quenching (Tt). Design of experiment is used to analysis which parameter influence the hardness. A 23 factorial design is chosen, each parameter has two level. According to experiment and data analysis, the influencing parameter are Tq, Tt and interaction between Tq and Tt. The optimum value of Tq and Tt are 905 ± 10°C and 133 ± 3°C, value of Tm is 1110 ± 10°C. Abstract in Bahasa Indonesia : Kekerasan merupakan salah satu sifat yang dibutuhkan oleh grinding ball. Untuk mendapatkan sifat tersebut hingga saat ini masih dilakukan dengan cara trial and error sehingga sangatlah tidak efektif. Maka dari itu dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui parameter-parameter yang mempengaruhi kekerasan grinding ball dan level yang optimal. Ada tiga parameter yang diduga mempengaruhi kekerasan grinding ball, yaitu temperatur raw material (Tm), temperatur awal proses quenching (Tq) dan temperatur akhir proses quenching (Tt). Untuk menganalisa parameter-parameter yang berpengaruh digunakan desain eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan adalah rancangan faktorial 23, masing-masing terdiri atas 2 level. Dari percobaan dan analisa data, tampak bahwa parameter yang berpengaruh adalah Tq, Tt serta interaksi antara Tq dan Tt. Nilai Tq dan Tt yang optimum adalah 905 ± 10°C dan 133 ± 3°C, sedang nilai Tm yang dianjurkan 1110 ± 10°C. Kata kunci: Desain eksperimen, grinding ball, temperatur quenching