Mariyam -
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : FIKkeS

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA TERKAIT HOSPITALISASI ANAK USIA TODDLER DI BRSD RAA SOEWONSO PATI Mariyam -; Arif Kurniawan
FIKkeS Vol 1, No 2 (2008): Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1322.23 KB)

Abstract

Kecemasan merupakan reaksi emosional yang timbul oleh penyebab yang tidak spesifik yang dapat menimbulkan perasaan khawatir, tidak nyaman dan merasa terancam. Timbulnya kecemasan biasanya didahului oleh faktor-faktor tertentu. Demikian pula kecemasan yang dialami oleh orang tua terkait hospitalisasi anak usia toddler di BRSD RAA Soewondo Pati dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status ekonomi, tingkat pengetahuan, lama rawat inap, dan juga oleh perilaku caring perawat. Tuiuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan orang tua terkait hosititalisasi anak usia toddler di BRSD BAA Soewoindo Pati. Jenis penelitian ini adalah explanatory research. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasi, dengan rancangan penelitian cross sectional, Jumlah sampel penelitian adatah 26 responden yang mempunyai anak usia toddler (2-3 tahun), dan dirawat di BRSD RM Soewondo Pati dengan perawatan minimal 3x24 iam padatanggal 05 Juli sampai 10 Agustus 2008. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik quota sampling. Variabel bebas adatah usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status ekonomi, tingkat pengetahuan, lama rawat inap, dan perilaku caring perawat. Variabel terikat adalah tingkat kecemasan. Analisa datadengan menggunakan uji chi square, fiser exsact test, dan uji pearson product momen. Dari hasil penelitian terhadap faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan orang tua terkait hospitalisasi anak usia toddler di BRSD RM Soewondo Pati, didapatkan bahwa nilai p dari masing-masing variabel penelitian lebih kecil daripada nilai alpha sebesar 0,05 yang secara statistik dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara faktor usia, jenis kelamin, tingkatpendidikan, status ekonomi, tingkat pengetahuan, lama rawat inap, dan perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan. Simpulan penelitian ini: Usia rata-rata responden adalah 30,50 tahun dan didominasi oleh responden perempuan yaitu 20 responden atau 76,9o/o. Tingkat pendidikan responden adatah Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah dengan persentase 50%:50%, sedangkan status ekonomi responden terbanyak adalah berpendapatan lebih dari Rp 1.200.000,- sebanyak12orang atau 46,2%. Tingkat pengetahuan responden sama antara pengetahuan kurang dengan pengetahuan baik, masing-masing 12 orang atau 46,2%. Durasi lama perawatan responden rata-rata 170,58 jam, dan 53,8% menyatakan adanya perilaku caring perawat. Berdasarkan hasilpenelitian, asuhan keperawatan diharapkan dapat meminimalkan tingkat kecemasan terkaithospitalisasi.Kata kunci: Hospitalisasi, anak usia toddler (2-3 tahun), dan tingkat kecemasan
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG STIMULASI VERBAL DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK PGRI 116 BANGETAYU WETAN Anik Handayani; Amin Samiasih; Mariyam -
FIKkeS Vol 6, No 2 (2013): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.626 KB)

Abstract

Penelitian ini memiliki latar belakang yaitu ada beberapa anak usia prasekolah yang mengalami gangguan dalam perkembangan bahasanya yang disebabkan karena faktor pengetahuan orang tua. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pengetahuan orang tua tentang stimulasi verbal dengan perkembangan bahasa pada anak prasekolah di TK PGRI 116 Bangetayu Wetan. Desain penelitian ini adalahdescriptive correlation dengan pendekatan cross sectional. Besarnya populasi sebanyak 30 orang tua, karena jumlah populasi kurang dari 100 maka jumlah tersebut diambil semua sehingga teknik penelitian ini adalah total sampling. Untuk membuktikan adanya hubungan tingkat pengetahuan orang tua tentang stimulasi verbal dengan perkembangan bahasa pada anak prasekolah dilakukan dengan Fisher Exact Test. Berdasarkan hasil analisis Fisher Exact Test diperoleh p-value sebesar 0,001 dengan koefisien korelasi Fisher Exact Test besarnya 0,537 (p < 0,05). Ada hubungan bermakna tingkat pengetahuan orang tua tentang stimulasi verbal dengan perkembangan bahasa anak prasekolah di TK PGRI 116 Bangetayu Wetan 2012.Kata kunci :pengetahuan orang tua perkembangan bahasa anak prasekolah
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 3-4 TAHUN DI POSYANDU BUDI LESTARI DESA TLOGOREJO GUNTUR DEMAK Abdul Muchid; Amin Samiasih; Mariyam -
FIKkeS Vol 6, No 1 (2013): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.531 KB)

Abstract

Latar belakang: Pencapaian suatu kemampuan setiap anak bisa berbeda-beda, namun ada patokan umur tentang kemampuan apa saja yang perlu dicapai seorang anak pada umur tertentu. Salah satu aspek penting pada proses tumbuh kembang adalah perkembangan psikomotorik karena merupakan awal dari kecerdasan dan emosi sosialnya. Semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu tentang motorik kasar maka akan semakin baik perkembangan motorik kasar pada anak. Sebaliknya bila ibu mempunyai pengetahuan kurang akan berakibat pada kemampuan ibu dalam merawat dan memantau perkembangan motorik kasar pada anak. Tujuan: mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan perkembangan motorik kasar anak usia 3-4 tahun di Posyandu Budi Lestari Desa Tlogorejo Guntur Demak. Metode: penelitian ini adalah corelatif research dengan pendekatan cross sectional. Besarnya populasi sebanyak 32 ibu, karena jumlah populasi kurang dari 100 maka jumlah tersebut diambil semua sehingga tehnik penelitian ini adalah total sampling. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Chi Square. Hasil: Berdasarkan hasil analisis diperoleh p-value sebesar 0,028 dengan koefisien korelasi 0,389. Simpulan: disimpukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan perkembangan motorik kasar anak usia 3-4 tahun dan disarankan meningkatkan pelayanan kesehatan sehingga kader di posyandu bisa memberikan informasi dan pengetahuan perkembangan anak serta dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran kepada ibu - ibu yang memiliki anak usia 3 - 4 tahun bahwa perkembangan motorik kasar anak itu penting.Kata kunci : Pengetahuan ibu, Perkembangan motorik kasar, Anak usia 3-4 tahun
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN AKTUALISASI DIRI ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK ABA 31 NGALIYAN SEMARANG Afiyati Laili; Amin Samiasih; Mariyam -
FIKkeS Vol 6, No 1 (2013): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.945 KB)

Abstract

Anak merupakan generasi unggul penerus suatu bangsa yang pada dasarnya tidak akan tumbuh dan berkembang dengan sendirinya tanpa bantuan orang yang dianggap dewasa. Pertumbuhan merupakan perubaha yang terjadi terhadap fisik anak, sedangkan perkembangan merupakan segala perubahan yang terjadi baik secara fisik, kognitif, emosi maupun psikososial yang terjadi pada anak. Pencapaian seorang anak menjadi bibit yang unggul dalam suatu bangsa tentunya dipengaruhi oleh pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar dalam perjalanan hidup seorang anak. Dalam kebutuhan dasar Maslow disebutkan bahwa kebutuhan manusia meliputi kebutuhan biologis, rasa aman, kasih sayang, harga diri. Kebutuhan-kebutuhan tersebut pada hakikatnya harus terpenuhi sebelum anak mencapai tingkat kebutuhan dasar manusia yang paling tinggi yaitu kebutuhan aktualisasi diri. Dukungan dalam suatu keluarga merupakan cara yang dapat diberikan oleh keluarga terhadap anak dalam mencapai kebutuhan dasar Maslow yang paling tinggi yaitu kebutuhan Aktualisasi diri, dukungan yang dapat diberikan keleuarga terhadap anak yaitu berupa dukungan informasi, emosi, instrumental dan penilaian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan aktualisasi diri pada anak usia prasekolah di TK ABA 31 Ngaliyan Semarang. Jenis penelitian ini adalah Descriptive correlation . Pendekatan yang digunakan yaitu cross sectional. Cara pengambilan sampel dengan metode total sampling jumlah sampel 48 responden. Hasil penelitian responden yang keluarganya mendukung 45 orang (93,8%) sedangkan responden yang tidak mendapatkan dukungan keluarga 3 orang (6,2%). Responden yang aktualisasi positif 45 anak (93,8) , dan yang aktualisasi negatif 3 anak (6,2%). Hasil uji statistik nilai p sebesar 0,018. Hasil ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan aktualisasi diri anak usia prasekolah di TK ABA 31 Ngaliyan Semarang.Kata kunci: Dukungan keluarga, aktualisasi diri prasekolah.
HUBUNGAN ANTARA STATUS PEKERJAAN IBU DAN TINGKAT KEMANDIRIAN ANAK USIA PRASEKOLAH DI DESA PRAPAG LOR KECAMATAN LOSARI KABUPATEN BREBES Mariyam -; Apisah -
FIKkeS Vol 2, No 1 (2008): Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.921 KB)

Abstract

Latar Belakang : Semakin meningkatnya pendidikan pada perempuan menimbulkan kesadaran untuk mengembangkan diri dan mengaktualisasikannya dalam bentuk meniti karir dalam bidang pekerjaan. Fenomena tersebut dapat memberikan dampak positif maupun negatif . Dengan bekerja paling tidak dapat memperoleh masukan tambahan dan mendapat pengalaman, Namun demikian pada kenyataannya karena sibuk bekerja atau berkarir mengakibatkan perhatian terhadap keluarga termasuk anak menjadi berkurang. Salah satu fakor yang mempengaruhi tingkat kemandirian anak yang kita lihat pada era sekarang adalah banyaknya ibu- ibu yang bekerjademi memenuhi kebutuhan sosial, ekonomi keluarga atau sekedar memenuhi tuntutan karier.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan antara status pekerjaan ibu dan kemandirian anak usia prasekolah di Desa Prapag Lor Kecamatan Losari Kabupaten Brebes.Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Desa Prapag Lor Kecamatan Losari kbupaten Brebes. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia prasekolah di Desa Prapag Lor Kecamatan Losari,Kabupaten Brebes dimana berdasarkan hasil survey bulan Desember 2007 berjumlah 917 orang dan sampel yang diambil adalah sebanyak 90. Variabel independen adalah status pekeriaan ibu.Variabel dependen adalah kemandirian anak usia prasekolah. Uji statistik yang digunakan Chi -Square dengan taraf signifikan 5 %Hasil Penelitian : Sebagian besar ibu memiliki anak berusia 4 tahun yaitu sebesar 45 orang (50 %) dan merupakan anak pertama (61,1 %). Umur ibu paling banyak berada pada rentang usia 20 - 25 tahun yaitu sebesar 60 orang (66,7 %) dengan tingkat pendidikan SD yaitu sebesar 41 orang (45,5%) dan sebagian besar adalah ibu bekerja seDesar 64 orang (71,1 %) sehingga menyebabkan tingkat kemandirian anak mandiri penuh sebesar 52 orang (57,8 %). Hasil analisis ada hubungan antara status pekerjaan ibu dan kemandirian anak usia prasekolah ditunjukkan dengan hasil nilai p = 0,002 < 0,05.Simpulan ; Status pekeriaan ibu berpengaruh terhadap tingkat kemandirian anak usia prasekolah. Hal ini ditunjukkan dengan nilai p = 0,002 < 0,05. Saran : lbu-ibu bekerja perlu memanfaatkan waktu yang relatif terbatas dengan memperbaiki mutu interaksi yang dilakukannya,Sebaiknya ibu lebih mementingkan kualitas hubungan yang baik bersama anak daripada kuantitasnya. lbu yang bekerja harus mempunyai kiat-kiat dalam membentuk lingkungan yang kondusif misalnya memanfaatkan waktu yang dimiliki ibu untuk melatih kemandiian anak, memberiperhatian penuh kepada anak dalam berbagai masalah, mengarahkan pota pikir anak agar anak lebih memahami stuasiyang dihadapi.Kata Kunci: Status Pekerjaan ibu, Kemandirian, Anak Pra sekolah.