Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Majalah Ilmiah MOMENTUM

INVESTIGASI NUMERIK KEKUATAN STRUKTUR CHECK VALVE ½” 9K Psi MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT SOFTWARE Budi Setiyana; A Johan Kurniawan
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i2.3760

Abstract

Check Valve adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengatur cairan hanya mengalir ke satu arah saja dan mencegah aliran ke arah sebaliknya (backflow). Check valve tidak menggunakan tuas untuk mengatur aliran (membuka dan menutup), tapi menggunakan pegas dan tekanan dari aliran itu sendiri. Karena fungsinya yang dapat mencegah aliran balik (backflow), check valve sering digunakan sebagai pengaman dalam sistem perpipaan baik untuk fluida cair maupun gas. Karena fungsinya yang sangat penting, komponen check valve sering menjadi bagian kritis dalam sistem perpipaan. Berkaitan dengan bentuk strukturnya yang sulit dianalisis secara teoritik, analisis kekuatan check valve harus dilakukan secara numerik dengan software Metoda Elemen Hingga. Tulisan ini menganalisis kekuatan komponen check valve diameter 0.5 inchi dengan tekanan internal 9000 psi dengan menggunakan software aplikasi berbasis Metoda Elemen Hingga berupa ANSYS. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur chek valve cukup cukup kuat baik dari sisi deformasi, tegangan maupun faktor keamanannya. Kata kunci: ANSYS, backflo, Check Valve.
ANALISIS PENGARUH TEKANAN DAN BEBAN PADA BAN TIPE RADIAL TERHADAP ROLLING RESISTANCE KENDARAAN PENUMPANG Budi Setiyana
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v13i2.2038

Abstract

Salah satu faktor yang berperan penting pada efisiensi bahan bakar dan keausan ban pada kendaraan adalah tahanan gelinding (rolling resistance). Rolling Resistance (RR) adalah tahanan terhadap roda saat menggelinding akibat adanya gaya gesek antara roda dengan permukaan jalan. Tulisan ini membahas pengaruh tekanan ban (inflated pressure) dan beban (load) terhadap nilai Rolling Resistance pada sebuah ban tipe radial untuk kendaraan penumpang. Pengukuran Rolling Resistance dilakukan menurut standar yang ditetapkan oleh International Organization for Standardization (ISO), yaitu ISO/FDIS 28580:2009. Pengujian dengan variasi inflated pressure diberikan dari 170 kPa, 190 kPa, 210 kPa, 230 kPa, dan 250 kPa dengan 80% beban maksimum ban. Sedangkan untuk variasi beban diberikan sebesar 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100% beban maksimum ban dengan inflated pressure 210 kPa. Nilai Rolling Resistance diukur dengan alat uji PS Rolling Resistance Test Rig. Dari pengujian didapat bahwa, inflated pressure yang diberikan berbanding terbalik dengan nilai Rolling Resistance Coefficient (RRC). Semakin besar inflated pressure, semakin kecil nilai RRC. Sedangkan untuk variasi beban, besar beban tidak memiliki hubungan yang jelas terhadap nilai RRC, dimana nilai tertinggi RRC diperoleh pada 80% dari beban maksimum ban.Kata kunci: inflated pressure, load, rolling resistance
STUDI BANDING PERFORMA TIANG UTAMA BUS UNTUK MODEL TUNGGAL DAN MODEL GANDA DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI METODA ELEMEN HINGGA Budi Setiyana
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2659

Abstract

Sehingga setiap komponen dari bus harus memiliki struktur rangka yang kuat terutama pada tiang utama. Masing-masing tiang utama umumnya dibuat dari sebuah baja profil tunggal (model tunggal). Tetapi tiang utama bus ini juga dapat dibuat dari gabungan dua buah baja profil dengan cara di las (model ganda) yang mempunyai dimensi luar yang sama dengan model tunggal. Penelitian ini bertujuan memodelkan dan membandingkan performa tiang utama sebuah bus untuk tiang model tunggal dan model ganda dengan menggunakan FEM (Finite Element Method). Hasil simulasi FEM adalah berupa tegangan dan displacement. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan tegangan dan displacement pada tiang utama model tunggal yaitu berturut turut sebesar 1,287 x 106 N/m2 dan 6,448 x 10-1 mm. Sedangkan tegangan dan displacement pada tiang utama model ganda yaitu berturut turut sebesar 2,936 x 106 N/m2 dan 1,580 mm.  Dari hasil simulasi, bentuk rangka tiang utama yang terbaik adalah tiang utama model tunggal karena memiliki tingat keamanan yang tinggi dibandingkan dengan tiang model ganda baik dari sisi tegangan maupun displacement.Kata kunci: FEM, model tunggal, model ganda, tiang utama