Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN SOFT SKILLS TERPADU DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Lilik Indriharta; S. Suharjana; M. Marzuki
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 4, No 2 (2016): Desember
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.341 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v4i2.12413

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengembangkan model pembelajaran soft skills terpadu, (2) menganalisis keberhasilan pelaksanaan pembelajaran soft skills terpadu, dan (3) me-nganalisis dampak penerapan model pembelajaran Soft Skills Terpadu dalam pembelajaran Penjasorkes di Sekolah Menengah Pertama terhadap siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research Development). Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah kelas VII pada 4 SMP Negeri di Kota Yoyakarta. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tahap pengembangan model pembelajaran soft skills terpadu dalam pembelajaran Penjasorkes adalah tahap pendahuluan, pengembangan, dan evaluasi dengam hasil perangkat model berupa buku panduan, perangkat penilaian, dan instrumen pengembangan model pembelajaran. (2) Model pembelajaran soft skills terpadu dalam pembelajaran Penjasorkes menunjukkan tingkat keterlaksanaan yang tergolong sangat baik, memenuhi kriteria valid, sangat efektif, dan sangat praktis. (3) Model pembelajaran Soft Skills Terpadu dalam pembelajaran Penjasorkes di Sekolah Menengah Pertama mampu mengembangkan soft skills siswa.Kata kunci: model pembelajaran soft skills terpadu, pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan, sekolah menengah pertama DEVELOPING INTEGRATED SOFT SKILLS LEARNING MODEL IN PHYSICAL EDUCATION, SPORT, HEALTH, AND RECREATION INSTRUCTION IN JUNIOR HIGH SCHOOLAbstractThis research is aimed at: (1) developing integrated soft skills learning model, (2) analyzing the success of integrated soft skills learning model implementation, and (3) analyzing the impact of the implementation of integrated soft skills learning model in physical education, sport, health, and recreation instruction on the students of junior high school. The research was a research adn development (R D). The subject of the research was students of grade VII in four junior high schools in Yogyakarta Municipality. Data analysis was conducted using qualitative and quantitative descriptive method. The result of the research shows that: (1) The stages of developing integrated soft skills learning model in physical education, sport, health, and recreation instruction include the stages of introduction, development, and evaluation which results model set in the form of handbook, assessment set, and instrument of learning model development. (2) Integrated soft skills learning model in physical education, sport, health, and recreation instruction reveals a very good level of implementation, fulfills the ‘valid’ citerion, is very effective and also practical. (3) Integrated soft skills learning model in physical education, sport, health, and recreation instruction in junior high school is capable to develop students’ soft skills.Keywords: integrated soft skills learning model; physical education, sport, health, and recreation instruction; junior high school
Pelatihan PBB dalam Mata Kuliah Olahraga sebagai Media Penguatan Karakter Bela Negara Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta Rizki Kurniati; Joka Novetra; Sumintarsih Sumintarsih; Raden Agung Purwandono; Wahyu Wibowo Eko Yulianto; Lilik Indriharta
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/t7j6k438

Abstract

Pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dalam mata kuliah olahraga di UPN “Veteran” Yogyakarta dilaksanakan pada 8–12 September 2025 dengan melibatkan 6.000 mahasiswa, di mana 3.000 di antaranya tercatat dalam dokumentasi observasi. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, serta cinta tanah air sebagai bagian dari implementasi identitas Kampus Bela Negara. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, pelatihan teori dan praktik PBB, pendampingan, serta evaluasi melalui penilaian instruktur dan kuesioner. Hasil observasi menunjukkan peningkatan signifikan pada kedisiplinan (21%), kerapian (19%), kepatuhan (18%), kekompakan (20%), dan antusiasme (16%). Temuan ini menguatkan hasil penelitian terdahulu bahwa PBB efektif membentuk karakter disiplin dan nasionalis pada peserta didik. Dengan demikian, PBB dalam mata kuliah olahraga terbukti efektif sebagai media penguatan karakter Bela Negara mahasiswa UPNVY.