Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Polusi air untuk materi pembelajaran sains dalam perspektif personal dan sosial Indyah Sulistyo Arty
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 3 (2006): Cakrawala Pendidikan, November 2006, Th. XXV, No.3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3442.534 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i3.8599

Abstract

Several phenomenon of water pollution was happened in Indonesiaan because of pullotants such as detergent, mercury, oil, acid rain, and microbes. The effects of water pollutant showed dangerous to human life.The Subject matter of science about water pollution can be introduced in group of science containet about water pollution in personal and social perspective, which is divided into subject matter group of grade 5 of primary school - grade 2 of junior high school, and subject matter group of grade 3 junior high school - grade 3 of senior high school. As science subject matter, it will be much better for student whend teacher choose subject mater about pollution that has strong relationship with personal and social environment  of students.
PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP TENTANG BAHAYA POLUTAN UDARA Indyah Sulistyo Arty
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 3 (2005): Cakrawala Pendidikan, November 2005, Th. XXIV, No.3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.841 KB) | DOI: 10.21831/cp.v0i3.379

Abstract

AbstractApproached science technology society and environment has been used in curricullum 2004, with emphesized on student competency, while environmental education is not included in this curriculum. EnvironmentalEducation concerning with environmental issue is suitable integrated in science subject especially biology, chemistry, physics, and geography and help student understand their environmental problem to solve.One of the important environmental issue is about the danger of toxic air polutant. Teacher should be supported with new enriched subject material about dangerous air pollutant in order to integrate and implement it.Key words: environmental education, toxic air pollutant
SINTESIS P-NITROKALKON MELALUI REAKSI KONDENSASI ALDOL ANTARA VANILIN DAN P-NITROASETOFENON Hasan Basri Rizky Priyongga; Indyah Sulistyo Arty
Jurnal Elemen Kimia Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Kimia FMIPA UNY
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis senyawa p-nitrokalkon melalui reaksi kondensasi antara vanilin dan p-nitroasetofenon dengan menggunakan katalis asam, serta mengidentifikasi dan menentukan rendemen senyawa hasil sintesis.          Tahapan penelitian yang dilakukan adalah dengan mereaksikan senyawa p-nitroasetofenon dan vanilin yang dilarutkan dalam etanol dengan dialiri gas N2 dan gas HCl, dengan pengadukan selama 4, 5, 6, dan 10 jam dalam penangas es. Pemurnian senyawa hasil sintesis dengan cara rekristalisasi menggunakan campuran pelarut etanol dan akuades (1:1). Identifikasi senyawa hasil sintesis dengan KLT dan TLC scanner.          Senyawa hasil sintesis berupa kristal berwarna kuning dengan titik leleh 75-78°C dan kemurnian 94,79%.
IDENTIFIKASI KOMPONEN SENYAWA METABOLIT SEKUNDER FRAKSI N-HEKSAN DARI DAUN TUMBUHAN CEPILKAN (Ruellia tuberosa L.) Rochmi Guritawati; Indyah Sulistyo Arty
Jurnal Elemen Kimia Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Kimia FMIPA UNY
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder fraksi n-heksan daun tumbuhan ceplikan (Ruellia tuberosa L). Serbuk daun ceplikan dimaserasi dengan etanol teknis. Ekstrak etanol encer yang diperoleh dari maserasi kemudian dievaporasi dan dipartisi dengan n-heksan teknis. Fraksi n-heksan kemudian dievaporasi dan dipisahkan dengan metode Kromatografi Kolom Gravitasi (KKG) dipandu dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT).Ekstrak yang diperoleh dari KKG kemudian diidentifikasi kemurniannya menggunakan metode KLT dan diidentifikasi lebih lanjut menggunakan spektrofotometer UV-Vis, IR dan GC-MS. Analisis spektra UV-Vis mempunyai panjang gelombang maksimum (λmaks) 217,00 nm dan 262,00 nm, analisis spektra IR menunjukkan adanya gugus fungsi OH, C-H alifatik, ikatan rangkap C=C alifatik, C=O dan C-H aromatik. Hasil analisis GC-MS dapat disimpulkan bahwa fraksi n-heksan daun ceplikan mengandung metil heksadekanoat, asam palmitat dan stigmasterol dengan massa molekul relatif berturut-turut 270,2; 256,2; dan 412,2.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DAUN ADAS (Feoniculum vulgare Mill) DENGAN PELARUT METANOL FRAKSI KLOROFORM May Rina Nuraini; Indyah Sulistyo Arty
Jurnal Elemen Kimia Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Kimia Dasar
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam daunadas dan mengidentifikasi karakteristik senyawa metabolit sekunder hasil isolasi dengan metodespektroskopi UV-Vis, IR, dan GC-MS. Subjek dari penelitian ini adalah daun adas (Foeniculum vulgareMill) yang berasal dari Kopeng, Salatiga, Jawa Tengah. Objek penelitian adalah senyawa metabolitsekunder yang terdapat dalam fraksi kloroform daun adas. Metode ekstraksi yang digunakan dalampenelitian ini adalah maserasi. Ekstrak pekat hasil maserasi kemudian dipartisi menggunakan n-heksanadan kloroform. Fraksi kloroform hasil partisi kemudian diisolasi menggunakan metode KromatografiKolom Gravitasi (KKG). Senyawa murni hasil isolasi diidentifikasi menggunakan metode spektroskopiUV-Vis, IR, dan GC-MS. Hasil identifikasi sampel dari spektra UV-Vis memberi panjang gelombang241,80 nm berasal dari ikatan rangkap dua. Data spektra IR menunjukkan adanya gugus –OH, C=Calkena, C-H alifatik, dan C-O alkohol. Spektrum GC menunjukkan 3 puncak dengan kelimpahan daripuncak 1,2,dan 3 berturut-turut adalah 33,23 %, 34,93%, dan 31,84 %. Data MS menunjukkan SI terbesarterdapat pada puncak 1 dengan SI sebesar 95%. Berdasarkan hasil identifikasi dengan spektroskopi GCMSmenunjukkan kemiripan SI 95% dengan senyawa eugenol.Kata kunci: daun adas, senyawa metabolit sekunder, fenil propanoid.
PENGARUH MODEL CHEMISTRY OUTDOOR ACTIVITY PADA PEMBELAJARAN LARUTAN ASAM DAN BASA TERHADAP KETERAMPILAN KERJA SAMA DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI SMA Faiz Amrillah Muhadir; Indyah Sulistyo Arty
Jurnal Riset Pembelajaran Kimia Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jrpk.v7i2.13363

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan keterampilan kerja sama siswa kelas XI SMA yangmengikuti pembelajaran dengan model Chemistry Outdoor Activity, (2) menganalisis perbedaan antara prestasibelajar kimia siswa kelas XI SMA sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran dengan model Chemistry OutdoorActivity. Penelitian ini merupakan penelitian di bidang pendidikan kimia menggunakan desain penelitian preexperimental design dengan jenis pretest and posttest one group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XIIPA semester 2 SMAN 1 Tempel Kabupaten Sleman tahun pelajaran 2016/2017 sebanyak 56 orang. Selanjutnyasampel ditentukan dengan teknik sampling jenuh, yaitu jika seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampelsebanyak 56 orang. Materi kimia yang digunakan dalam penelitian adalah larutan asam dan basa. Datadikumpulkan dengan observasi dan tes. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif, uji-t, dan N-Gain. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa: (1) keterampilan kerja sama siswa kelas XI SMA yang mengikuti pembelajarandengan model Chemistry Outdoor Activity termasuk dalam kategori sangat baik dengan rata-rata skor seluruh aspekadalah 13,78, (2) terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar kimia siswa kelas XI SMA sebelum dansesudah mengikuti pembelajaran dengan model Chemistry Outdoor Activity berupa peningkatan prestasi belajardalam kategori rendah (N-Gain = 0,27; t = -11,717; p = 0,000).Kata kunci: Chemistry Outdoor Activity, keterampilan kerja sama, prestasi belajar, pre experimental design.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN LABORATORIUM KIMIA DENGAN KEMAMPUAN PSIKOMOTORIK PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 1 SEWON BANTUL TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Julia Dian Wijayanti; Indyah Sulistyo Arty
Jurnal Riset Pembelajaran Kimia Vol 5, No 5 (2016): Volume 5, No 5 Edisi 5 Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jrpk.v5i5.4560

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian survey dengan metode penelitian kuantitatif.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) ada atau tidaknya hubungan yang positifdan signifikan antara pengetahuan tentang laboratorium kimia dengan kemampuanpsikomotorik peserta didik; 2) besarnya sumbangan efektif pengetahuanlaboratorium kimia terhadap kemampuan psikomotorik; 3) kriteria pengetahuanlaboratorium kimia; dan 4) kriteria kemampuan psikomotorik peserta didik kelasXI SMA Negeri 1 Sewon Bantul tahun ajaran 2015/2016 dalam praktikum kimia.Populasi penelitian ini adalah peserta didik di 5 kelas XI IPA SMA Negeri1 Sewon Bantul dengan jumlah 163 peserta didik. Sampel penelitian ini adalahpeserta didik dari 2 kelas dengan jumlah 63 peserta didik yang diambil denganteknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes danobservasi. Instrumen penelitian berupa soal pilihan ganda tentang pengetahuanlaboratorium, dan lembar observasi kemampuan psikomotorik yang dilengkapidengan rubrik penilaian. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis regresisatu prediktor, pengetahuan laboratorium sebagai variabel bebas dan kemampuanpsikomotorik sebagai variabel terikat.Hasil analisis data menunjukkan ada hubungan yang positif dan signifikanantara pengetahuan laboratorium kimia terhadap kemampuan psikomotorik pesertadidik, dengan koefisien korelasi 0,519. Sumbangan efektif pengetahuanlaboratorium terhadap kemampuan psikomotorik sebesar 26,9%. Rata-ratapersentase pengetahuan laboratorium peserta didik sebesar 80,38% dengan kriteriasangat baik. Rata-rata persentase kemampuan psikomotorik peserta didik sebesar75,35% dengan kriteria baik.
Hubungan antara Pengetahuan Laboratorium dengan Sikap Peserta Didik Kelas XI dalam Praktikum Kimia di SMA Negeri 1 Pleret Bantul Tahun Ajaran 2015/2016 Lailanny Noor Savitri; Indyah Sulistyo Arty
Jurnal Riset Pembelajaran Kimia Vol 5, No 5 (2016): Volume 5, No 5 Edisi 5 Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jrpk.v5i5.4561

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian survei bertujuan untuk mengetahui: 1) adatidaknya hubungan yang positif dan signifikan antara pengetahuan laboratoriumdengan sikap peserta didik, 2) besarnya sumbangan efektif yang diberikanpengetahuan laboratorium terhadap sikap peserta didik, 3) persentase rata-rata dankriteria pengetahuan laboratorium peserta didik, 4) Persentase rata-rata dankriteria sikap peserta didik kelas XI dalam praktikum kimia di SMA Negeri 1Pleret Bantul.Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA di SMA Negeri1 Pleret Bantul yang terdiri dari 3 kelas dengan jumlah 86 orang. Sampelpenelitian ini adalah peserta didik dari 2 kelas dengan jumlah 56 orang yangdiambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan denganteknik tes, pengamatan langsung, dan angket. Metode analisis yang digunakanyaitu uji normalitas, linieritas, regresi satu prediktor serta penentuan persentasedan kriteria pengetahuan laboratorium dan sikap peserta didik.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) tidak ada hubungan positifdan signifikan antara pengetahuan laboratorium dengan sikap peserta didik, 2)sumbangan efektif yang diberikan pengetahuan laboratorium terhadap sikappeserta didik sebesar 1,6%, 3) persentase rata-rata pengetahuan laboratoriumsebesar 72,93% (kriteria baik) dan 4) persentase rata-rata sikap peserta didiksebesar 84,61% (kriteria sangat baik).