Di Indonesia, program KB merupakan program skala nasional dengan tujuan untuk menekan angka kelahiran dan mengendalikan pertambahan jumlah penduduk. Tujuan lainnya untuk menciptakan kemajuan, kestabilan dan kesejahteraan ekonomi keluarga. Dalam upaya mendorong akselerasi pencapaian tujuan progam KB di Indonesia, maka pemerintah membentuk program “kampung KB”. Kampung KB ini dicanangkan oleh Presiden RI pada bulan Januari 2016. Kota Singkawang merupakan salah satu kota /kabupaten yang menjadi lokasi pelaksanaan kampung KB di Kalimantan Barat. Pembentukan kampung KB di Kota Singkawang pada tahun 2017 yang tersebar di empat kelurahan yang salah satunya di kelurahan Sagatani. Pada awal pelaksanaan kampung KB, telah terjadi peningkatan Partisipasi PUS dalam ber-KB sampai tahun 2018 dan 2019, namun tahun 2020 mengalami penurunan yang sangat singnifikan. Hal ini berdampak pada rendahnya partisipasi PUS dalam ber-KB. Rendahnya partisipasi PUS disebabkan oleh berbagai faktor seperti : kurangnya koordinasi antar instansi dan pelaksana program di lapangan, kurangnya tenaga penyuluh lapangan, kurangnya prasarana penunjang untuk penyuluh KB, budaya anti-KB pada masyarakat setempat, rendahnya tingkat pendidikan, terbatasnya layanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di lokasi, dan kurangnya partisipasi pria dalam program KB. Karenanya diperlukan sinergi aktif dan koperatif antara berbagai pihak terkait, penambahan tenaga penyuluh KB di lapangan, komunikasi yang lebIh baik antara pengambil keputusan dan pelaksana program di lapangan, dan perbaikan dan penambahan fasilitas untuk operasional tugas lapangan serta peningkatan kesejahteraan para penyuluh dan kader KB.