Risma Sugihartati
Universitas Indraprasta PGRI

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Diversitas persepsi masyarakat terhadap pendidikan Fajar Wahyudi Utomo; Risma Sugihartati
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 15, No 2 (2018): SOCIA: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.479 KB) | DOI: 10.21831/socia.v15i2.22678

Abstract

Persepsi masyarakat tentang sesuatu hal dapat berbeda berdasarkan pengalaman baik yang dialami secara pribadi maupun kolektif. Dalam penelitian ini fokus utama adalah melihat dan mendeskripsikan secara mendalam, beragam persepsi yang ada khususnya pada masyarakat gang Mundu. Jarak yang tidak seberapa jauh dengan Kampus Gedong Unindra dapat menghasilkan beragam persepsi masyarakat mengenai pendidikan. Persepsi tidak hanya sekedar berbentuk opini, melainkan dapat terwujud dalam suatu aktivitas yang didorong oleh suatu keinginan yang ada dalam diri manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengamati dan mewawancarai sampel representatif yakni warga masyarakat Gang Mundu. Penelitian ini berusaha mengungkap serta menggambarkan berbagai macam persepsi yang dimiliki masyarakat Gang mundu dengan harapan dapat bermanfaat sebagai bahan refleksi kampus Gedong UNINDRA. Hasil riset di lapangan menemukan terdapat berbagai keberagaman persepsi yang dimiliki oleh masyarakat Gang Mundu. Persepsi tersebut terbagi menjadi beberapa pola. Pola – pola tersebut antara lain, pola sosial, pola ekonomi dan pola akademik. Berbagai macam pola ini tentunya tercipta sebagai hasil hubungan timbal balik antara masyarakat Gang Mundu dengan hadirnya Kampus Gedong UNINDRA. Lebih jauh, hubungan timbal balik yang terjadi bukan sekedar persepsi yang tercipta dari hasil tangkapan indera saja melainkan hasil dari interaksi yang sulit dari kegiatan seleksi, penyusunan dan penafsiran.
Sosialisasi Pembelajaran Mendengar dan Berbicara Bahasa Inggris Melalui Aplikasi Quizlet bagi Ibu-Ibu PKK Kampung Tengah Jakarta Timur Rima Novia Ulfa; Rr Astri Indriana Octavita; Risma Sugihartati
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14, No 1 (2023): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v14i1.5649

Abstract

Tujuan diadakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pembelajaran kepada Ibu-Ibu PKK RW 10 sebagai role model untuk anak usia sekolah dasar dan menengah ke depannya. Tim pelaksana memberikan input mengenai penerapan metode pembelajaran yang tepat guna dalam mengajar dan mendampingi anak di rumah, dalam hal ini adalah penerapan metode pembelajaran melalui aplikasi yang ada di smartphone atau metode Mobile Learning terhadap kemampuan mendengar dan berbicara bahasa Inggris Ibu-Ibu PKK. Metode pembelajarannya sendiri adalah Mobile Learning dengan menggunakan aplikasi Quizlet melalui smartphone yang mereka gunakan sebagai alat komunikasi. Dengan menerapkan metode pembelajaran ini para ibu PKK diharapkan dapat berlatih berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan mudah dan mengajarkannya kembali ke anak-anak mereka melalui smartphone. Pemberian input kepada ibu-ibu PKK dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini antara lain bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mendengar dan berbicara bahasa Inggris, melalui penerapan metode Mobile Learning dengan menggunakan aplikasi Quizlet melalui smartphone untuk meningkatkan kemampuan pemahaman makna percakapan bahasa Inggris sesuai dengan konteks dan fungsi penggunaan sehari-hari, dan sebagai wadah dalam memberikan pengalaman belajar yang baru kepada para ibu-ibu melalui aplikasi Quizlet, dimana pada akhirnya dapat mentransfer pemahaman materi kepada anak-anak untuk meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari bahasa Inggris khususnya pembelajaran mendengar (Listening) berbicara (speaking). Dalam hal ini pula, dapat menekan penggunaan gadget dikalangan anak-anak hanya untuk hal yang positif.