This Author published in this journals
All Journal ISTORIA
admin Wisnu istoria
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

DIMENSI-DIMENSI KUALITAS PROSES PEMBELAJARAN SEJARAH admin Wisnu istoria
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 9, No 1 (2011): ISTORIA Edisi April 2011, Vol. 9, No.1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.35 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v9i1.6260

Abstract

ABSTRAK Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran sangat  ditentukan oleh tinggi rendahnya kualitas pembelajaran. Kualitas pembelajaran dipengaruhi oleh ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran, aktivitas dan kreativitas guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar akan berkualitas apabila didukung oleh guru yang professional memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial  sesuai dengan tuntutan yang tertuang di dalam UU Guru dan Dosen Pasal 10. Di samping itu, kualitas proses pembelajaran juga dapat maksimal jika didukung oleh siswa yang berkualitas (cerdas, memiliki motivasi belajar yang tinggi dan  sikap positif dalam belajar), dan didukung sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai. Guru yang profesional akan memungkinkan memiliki kinerja yang baik, begitu pula dengan siswa yang berkualitas memungkinan siswa memiliki perilaku yang positif dalam kegiatan belajar mengajar. Interaksi belajar mengajar antara guru dan siswa yang positif akan mewujudkan budaya kelas yang positif dan impresif atau suasana pembelajaran (classroom climate) yang mendukung untuk proses belajar siswa. Kata Kunci: Kualitas, Pembelajaran, Sejarah
BENTURAN ANTAR PERADABAN (CLASH OF CIVILIZATION) DALAM PERSIAN WAR 490 BC-480 BC admin Wisnu istoria
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 9, No 1 (2011): ISTORIA Edisi April 2011, Vol. 9, No.1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.149 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v9i1.6259

Abstract

Abstract This research was to elaborate the big battles between Greece and Persian in the past called by historian as Persian War. The civilization was one of the most influential factors as source of conflict in the past. The art, philosophy, and technologies by which Greece people were highly endeavors for humankind for several centuries. On the contrary, Persians civilization will be masterpiece for Eastern world. Darius, king of Persians, was the ambitious man, wishes to conquer West Asian and Greece to aggrandize her emporium and brought the Persian into the biggest in the world. This research use of historical method involving four steps: heuristic, critic, interpretation and historiography. The researcher use Herodotus book (Histories) to describe the Persian War and comparing with another source such as: paper from Kevin Wheeler. Afterward I analyze with the clash of civilization by which introduce by Huntington. Samuel P Huntington made a hypothesis that the fundamental source of conflict in this new world will not be primarily ideological or primarily economic. The great divisions among humankind and the dominating source of conflict will be cultural. The Persian War was took place in 490-480 BC represent of this hypothesis. Keywords: the Clash of civilization, Persian War.
RUNTUHNYA DIKOTOMI TRADISIONALIS DAN MODERNIS: MENILIK DINAMIKA SEJARAH NAHDATUL ULAMA DAN MUHAMMADIAYAH admin Wisnu istoria
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 9, No 1 (2011): ISTORIA Edisi April 2011, Vol. 9, No.1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.338 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v9i1.6258

Abstract

Abstrak NU tradisional dan Muhammadiyah modern adalah pandangan yang sudah umum dikemukakan. Tradisional karena dalam praktek keagamaan, kalangan NU hanya mengikuti pendapat dan menjalankan praktek keagamaan para ulama terdahulu, sehingga yang ada hanyalah taklid dan menolak ijtidah. Demikian pula, ketradisionalan NU biasanya dituduhkan karena banyak praktek ritual yang dicampuradukan oleh kalangan ini dengan budaya-budaya yang sudah ada. Sebaliknya, Muhammadiyah terkenal modern karena golongan ini mencoba membawa Islam agar sesuai dengan tuntutan dan keadaan zaman. Menurut kalangan Muhammadiyah, Islam juga berarti kemajuan sementara agama tidak akan menghambat siapapun yang berusaha untuk mencari ilmu pengetahuan. Namun, dalam perjalanan sejarah, tampaknya dikotomi semacam ini perlu dipertanyakan kembali. Kenyataan membuktikan bahwa untuk konteks sekarang ternyata sulit untuk mengatakan bahwa NU tradisional, terutama dalam hal pemikiran keagamaan. Dapat dilihat, konsep seperti inklusif, substansial, konvergen, manhaji, dan bahkan liberal, yang sekarang ini sering diusung dan disuarakan di kalangan NU adalah manifestasi dari pemikiran modern. Berpikir kritis sebagai salah satu ciri modern, tampaknya telah dikonsumsi, sehingga wajar apabila di kalangan NU sekarang ini muncul istilah ”pemaknaan ulang ahlus Sunnah Waljamaah” dan ”pemaknaan ulang konsep bermazdhab”. Yang nyata, dalam segala hal praktek keagamaan dan pemikiran keagamaan, menurut kalangan NU ini, boleh dipertanyakan kembali dan bahkan digugat. Kata Kunci: Berpikir kritis, dikotomi, modern, Muhammadiyah, NU, pemaknaan ulang, dan tradisional.
FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG KUALITAS PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA 5 YOGYAKARTA admin Wisnu istoria
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 9, No 1 (2011): ISTORIA Edisi April 2011, Vol. 9, No.1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.189 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v9i1.6257

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran sejarah memiliki karakteristik khusus dalam tujuan pencapaiannya terutama menyangkut tertanamkannya nilai-nilai kesadaran sejarah dan nasionalisme, di samping kemampuan akademik siswa. Untuk menanamkan nilai-nilai tersebut, maka perlu pembelajaran yang inovatif sehingga perlu pendukung agar pembelajaran sejarah menjadi berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika pembelajaran sejarah di SMA 5 Yogyakarta selama ini, dan mengetahui faktor-faktor yang mendukung kualitas pembelajaran sejarah di SMA tersebut. Hal ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa SMA 5 Yogyakarta tergolong sekolah yang memiliki tingkat keberhasilan tinggi dalam proses pembelajaran maupun dalam realitas outputnya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bersifat naturalistik. Sedangkan strategi yang digunakan mengingat penelitian tersebut sudah direncanakan secara terperinci dalam proposal sebelum peneliti terjun ke lapangan, maka strateginya yang cocok adalah embedded research (penelitian terpancang). Adapun langkah-langkahnya adalah 1) pengumpulan sumber melalui wawancara, observasi, dan teknik dokumentasi); 2) mereduksi data dengan tujuan untuk menyederhanakan dan mengkategorisasi data; 3) menyajikan data dalam bentuk deskripsi memorial; 4) menarik kesimpulan sebagai hasil interpretasi; 5) mengajukan rekomendasi berupa implikasi; dan 6) menyusun laporan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika pembelajaran sejarah di SMA 5 Yogyakarta selama ini menunjukkan keanekaragaman pencerminan dimana proses pembelajaran sudah berlangsung cukup baik. Proses pembelajaran sejarah menunjukkan adanya kualitas proses dan hasil pembelajaran. Penilaian yang dilaksanakan oleh guru juga sudah mencakup penilaian proses dan produk pembelajaran. Selanjutnya melalui penelitian ini ditemukan faktor-faktor yang mendukung kualitas pembelajaran di SMA 5 Yogyakarta tersebut yakni adanya kompetensi guru yang sudah memiliki kompetensi dengan baik; adanya sikap siswa yang positif terhadap pelajaran sejarah; adanya motivasi yang cukup tinggi untuk berprestasi dalam mata pelajaran sejarah; sarana pembelajaran yang cukup memadai; dan iklim kelas yang mendukung proses pembelajaran sejarah. Dengan demikian hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan landasan atau pedoman bagi pimpinan sekolah maupun guru pada umumnya untuk senantiasa memerhatikan faktor-faktor yang mendukung terwujudnya kualitas pembelajaran. Kata Kunci: pembelajaran, kualitas, sejarah.
PERSPEKTIF SPIRITUALISME DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH admin Wisnu istoria
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 9, No 1 (2011): ISTORIA Edisi April 2011, Vol. 9, No.1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.108 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v9i1.6255

Abstract

Abstract Tulisan ini bertujuan untuk mengelaborasi arti penting spritiualisme dalam pembelajaran khususnya pembelajaran sejarah. Seperti yang sudah lama terdengar, pembelajaran sejarah selama ini terkesan gersang, hampa, dan tidak punya makna. Pembelajaran sejarah terkesan hanya menjejalkan pengetahuan kosong yang  tidak mempunyai arti bagi siswa. Padahal pembelajaran sejarah mengemban tugas yang sangat penting yaitu mengawal nilai-nilai nasionalisme dan nilai-nilai kemanusiaan yang sekarang ini sudah luntur ditelan waktu. Kondisi bangsa Indonesia sekarang ini sungguh memprihatinkan. Korupsi semakin merajalela di semua lapisan, kriminalitas dan kekerasan terjadi dimana-mana, pornografi dan pornoaksi tersebar secara massif, gaya hidup hedonistis, merupakan gejala yang memerlukan pemikiran dan pemecahan. Oleh karena itu, diperlukan sentuhan-sentuhan tertentu dalam pembelajaran sejarah sehingga siswa akan tersadar dengan sendirinya bahwa mereka merupakan makhluk Allah yang memiliki tugas mulia sebagai khalifah di muka bumi. Pembelajaran sejarah juga harus mampu membangun kesadaran sejarah sehingga siswa memiliki motivasi dan komitmen yang kuat sehingga karakter positif dapat terbentuk dengan sendirinya. Ini merupakan hal urgent yang harus mendapat perhatian dari kita semua. Kata kunci: pembelajaran sejarah, spiritualisme.
PENDIDIKAN DALAM PEMIKIRAN KONFUSIUS admin Wisnu istoria
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 9, No 1 (2011): ISTORIA Edisi April 2011, Vol. 9, No.1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.146 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v9i1.6256

Abstract

Abstrak Konfusius adalah salah seorang pemikir besar dunia. Banyak hasil pemikirannya yang masih relevan sampai sekarang, salah satunya adalah pemikiran mengenai pendidikan. Bahkan beberapa pemikiran Konfusius di bidang pendidikan telah melampaui pemikiran dari zamannya. Baginya pendidikan adalah hak setiap orang tanpa memandang status sosial. Pendidikan juga  menjadi kurang berharga bila tidak dibarengi dengan keseimbangan emosi, dan usaha untuk menghasilkan keseimbangan tersebut tergantung pada pendidikan li. Tulisan berikut ini akan mengulas lebih jauh mengenai hasil pemikiran Konfusius dalam bidang pendidikan berkaitan dengan peranannya sebagai seorang pendidik. Kata Kunci: Pendidikan, Konfusius.