ISTORIA
Vol 9, No 1 (2011): ISTORIA Edisi April 2011, Vol. 9, No.1

RUNTUHNYA DIKOTOMI TRADISIONALIS DAN MODERNIS: MENILIK DINAMIKA SEJARAH NAHDATUL ULAMA DAN MUHAMMADIAYAH

admin Wisnu istoria (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 Apr 2011

Abstract

Abstrak NU tradisional dan Muhammadiyah modern adalah pandangan yang sudah umum dikemukakan. Tradisional karena dalam praktek keagamaan, kalangan NU hanya mengikuti pendapat dan menjalankan praktek keagamaan para ulama terdahulu, sehingga yang ada hanyalah taklid dan menolak ijtidah. Demikian pula, ketradisionalan NU biasanya dituduhkan karena banyak praktek ritual yang dicampuradukan oleh kalangan ini dengan budaya-budaya yang sudah ada. Sebaliknya, Muhammadiyah terkenal modern karena golongan ini mencoba membawa Islam agar sesuai dengan tuntutan dan keadaan zaman. Menurut kalangan Muhammadiyah, Islam juga berarti kemajuan sementara agama tidak akan menghambat siapapun yang berusaha untuk mencari ilmu pengetahuan. Namun, dalam perjalanan sejarah, tampaknya dikotomi semacam ini perlu dipertanyakan kembali. Kenyataan membuktikan bahwa untuk konteks sekarang ternyata sulit untuk mengatakan bahwa NU tradisional, terutama dalam hal pemikiran keagamaan. Dapat dilihat, konsep seperti inklusif, substansial, konvergen, manhaji, dan bahkan liberal, yang sekarang ini sering diusung dan disuarakan di kalangan NU adalah manifestasi dari pemikiran modern. Berpikir kritis sebagai salah satu ciri modern, tampaknya telah dikonsumsi, sehingga wajar apabila di kalangan NU sekarang ini muncul istilah ”pemaknaan ulang ahlus Sunnah Waljamaah” dan ”pemaknaan ulang konsep bermazdhab”. Yang nyata, dalam segala hal praktek keagamaan dan pemikiran keagamaan, menurut kalangan NU ini, boleh dipertanyakan kembali dan bahkan digugat. Kata Kunci: Berpikir kritis, dikotomi, modern, Muhammadiyah, NU, pemaknaan ulang, dan tradisional.

Copyrights © 2011






Journal Info

Abbrev

istoria

Publisher

Subject

Education

Description

Journal Istoria is a high quality research journal that is published by History Education Study Program Universitas Negeri Yogyakarta in collaboration with Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) and Keluarga Alumni Prodi Pendidikan Sejarah (KAPPS). Journal Istoria is providing a platform that welcomes ...