Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pola Persebaran Spasial Potensi Wisata dan UMKM di Desa Wisata Umbulrejo, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul Zona Adhitya Wahyu Pratama; Wahyu Widiyatmoko; Yunus Aris Wibowo; Siti Azizah Susilawati
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i1.4082

Abstract

Potensi wisata Desa Umbulrejo yang beragam belum memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat akibat pengelolaan dan pemanfaatan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola persebaran spasial potensi wisata dan UMKM di Desa Wisata Umbulrejo menggunakan pendekatan spasial berbasis Nearest Neighbor Analysis. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh jenis potensi wisata dan UMKM memiliki pola persebaran menyebar (dispersed) dengan nilai z-score > 1,96, dengan Dusun Blimbing sebagai wilayah yang paling mendominasi jumlah objek wisata. Pola persebaran tersebut dipengaruhi oleh kondisi sumber daya alam, sosial ekonomi, kualitas sumber daya manusia, dan dukungan kelembagaan lokal. Berdasarkan hasil analisis, direkomendasikan strategi pengembangan desa wisata melalui peningkatan konektivitas antarobjek wisata, perbaikan infrastruktur, penyediaan transportasi lokal, serta penguatan promosi digital. Pemetaan ini diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan pengembangan Desa Wisata Umbulrejo secara berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Analisis Geospasial Kebakaran Lahan Menggunakan Differenced Normalized Burn Ratio Dari Sentinel-2a Di Kabupaten Klaten Agus Hermansyah; Siti Azizah Susilawati; Wahyu Widiyatmoko
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 11 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v11i1.13085

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi isu penting di Indonesia, termasuk di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang mencatat 214 kasus kebakaran pada tahun 2023. Dampaknya meliputi kerusakan vegetasi, degradasi lahan, emisi karbon, dan gangguan kesehatan akibat polusi udara. Oleh karena itu, pemetaan tingkat keparahan Karhutla penting untuk upaya mitigasi. Penelitian ini menganalisis tingkat keparahan Karhutla di Kabupaten Klaten menggunakan algoritma Differenced Normalized Burn Ratio (dNBR) berbasis citra Sentinel-2A. Analisis dilakukan dengan membandingkan nilai Normalized Burn Ratio (NBR) sebelum dan sesudah kebakaran. Nilai rata-rata PreNBR (0,0972) lebih tinggi dari PostNBR (0,0501), menunjukkan penurunan kondisi vegetasi. Nilai dNBR berkisar antara -0,416 hingga 0,591 dengan rata-rata 4,710, dan diklasifikasikan dalam empat kategori: Enhanced Regrowth, tidak terbakar, tingkat keparahan rendah, dan tingkat keparahan sedang. Kategori Enhanced Regrowth mencakup 130,1 Ha, didominasi oleh Kecamatan Kemalang (118,41 Ha). Keparahan rendah meliputi 5.561,26 Ha, terbesar di Kecamatan Cawas (1.945,82 Ha), sedangkan tingkat keparahannya meliputi 187,28 Ha, juga didominasi oleh Cawas (29,03 Ha). Cawas memiliki persentase area terbakar tertinggi (54,92%), menunjukkan tingkat keparahan tertinggi. Secara umum, tingkat keparahan kebakaran di Klaten tergolong sedang, dengan ekosistem yang masih memiliki potensi regenerasi. Penelitian ini merekomendasikan prioritas mitigasi di wilayah terdampak, restorasi deteksi dini, dan integrasi SIG dalam kebijakan penataan ruang yang adaptif.
Analisis Geospasial Kebakaran Lahan Menggunakan Differenced Normalized Burn Ratio Dari Sentinel-2a Di Kabupaten Klaten Agus Hermansyah; Siti Azizah Susilawati; Wahyu Widiyatmoko
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 11 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v11i1.13085

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi isu penting di Indonesia, termasuk di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang mencatat 214 kasus kebakaran pada tahun 2023. Dampaknya meliputi kerusakan vegetasi, degradasi lahan, emisi karbon, dan gangguan kesehatan akibat polusi udara. Oleh karena itu, pemetaan tingkat keparahan Karhutla penting untuk upaya mitigasi. Penelitian ini menganalisis tingkat keparahan Karhutla di Kabupaten Klaten menggunakan algoritma Differenced Normalized Burn Ratio (dNBR) berbasis citra Sentinel-2A. Analisis dilakukan dengan membandingkan nilai Normalized Burn Ratio (NBR) sebelum dan sesudah kebakaran. Nilai rata-rata PreNBR (0,0972) lebih tinggi dari PostNBR (0,0501), menunjukkan penurunan kondisi vegetasi. Nilai dNBR berkisar antara -0,416 hingga 0,591 dengan rata-rata 4,710, dan diklasifikasikan dalam empat kategori: Enhanced Regrowth, tidak terbakar, tingkat keparahan rendah, dan tingkat keparahan sedang. Kategori Enhanced Regrowth mencakup 130,1 Ha, didominasi oleh Kecamatan Kemalang (118,41 Ha). Keparahan rendah meliputi 5.561,26 Ha, terbesar di Kecamatan Cawas (1.945,82 Ha), sedangkan tingkat keparahannya meliputi 187,28 Ha, juga didominasi oleh Cawas (29,03 Ha). Cawas memiliki persentase area terbakar tertinggi (54,92%), menunjukkan tingkat keparahan tertinggi. Secara umum, tingkat keparahan kebakaran di Klaten tergolong sedang, dengan ekosistem yang masih memiliki potensi regenerasi. Penelitian ini merekomendasikan prioritas mitigasi di wilayah terdampak, restorasi deteksi dini, dan integrasi SIG dalam kebijakan penataan ruang yang adaptif.