Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Alternatif Model Alat Evaluasi Kemahiran Menyimak Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Berlandaskan Alat Evaluasi Bahasa Asing Ida Widia
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jbipa.v3i1.3227

Abstract

In this paper, we will discuss the design of the Indonesian language evaluation model for foreign speakers (BIPA), in particular the listening proficiency evaluation model. Listening proficiency evaluation tool is considered important because listening is a parameter for a foreign speaker to master other language skills. At this time, the presentation of the listening proficiency test for the Indonesian language proficiency test (UKBI) is considered difficult for foreign speakers to follow. The solution to overcome this problem is to design a listening proficiency evaluation tool based on the results of analysis of foreign language evaluation tools such as the JLPT (Japanese Language Proficiency Test), America by analyzing the listening competency evaluation tool from TOIEC (Test of English for International Communication), and Europe with analyzing the DELF listening competency evaluation tool (Diplôme d'Etudes en Langue Française / Diploma in French Language Studies). The results of the study on the evaluation tool became an alternative basis for designing a model for evaluating listening proficiency in Indonesian for foreign speakers. This study aims to describe the design of the listening evaluation tool in Indonesian for foreign speakers. The data that will be produced in this research is in the form of an alternative lattice evaluation tool for listening proficiency in Indonesian for foreign speakers.
Pendekatan real-life untuk meningkatkan kemampuan menyimak bahasa Indonesia bagi penutur asing Ida Widia; Robita Ika Annisa
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jbipa.v5i1.5845

Abstract

This article explores the BIPA (Indonesian as a foreign language) learners’ competency in listening conversations using a real-life approach. This is based on the background that mastering a foreign language, especially listening in real-life conversation, is difficult even though they have learned the language. To address these issues, a real-life approach was adopted to train the BIPA students to listen to the conversations in a real-world setting. This study uses the qualitative descriptive method to investigate how using a real-life approach can aid BIPA learners in developing their listening abilities. BIPA students from India, Japan, Austria, and South Korea were included as a sample in this study. As a result, the appearance of other sound variants in real-life conversation turns out to become an aspect to distract them from listening. In addition, students frequently imitate pronunciation and pick up vocabulary from the literature and environment they are listening to. Therefore, the real-life approach helps the BIPA students to have a better understanding of listening in real-world conversations. Additionally, students can distinguish between different sound variants and pinpoint the purpose of their listening.
JENIS KESALAHAN BAHASA INDONESIA TULIS PEMBELAJAR ASING Ida Widia
Artikulasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTulisan ini memaparkan hasil belajar bahasa tulis peserta didik asing yang belajar bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua (L2) atau bahasa asing oleh penutur asing tentunya tidak terlepas dari kesalahan. Kesalahan bahasa tulis tersebut dapat terjadi karena berbagai hal, seperti pengaruh bahasa ibu, kurangnya pemahaman pengguna bahasa terhadap bahasa yang mereka gunakan, dan pengajaran bahasa yang tidak sempurna. Melalui penelitian ini, kesalahan bahasa tertulis terjadi ketika penutur asing menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua atau bahasa asing. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kesalahan bahasa tertulis terjadi pada pembelajar bahasa Indonesia bagi penutur asing? Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan mereview dokumen berupa essay yang ditulis oleh peserta didik BIPA. Akibatnya banyak terjadi kesalahan bahasa pada ranah morfologi, semantik, dan sintaksis pada karangan peserta didik BIPA di Pusat Bahasa Jawa Barat. Dari data yang dikumpulkan, seperti ketidaktepatan penggunaan kosakata dalam kalimat; afiksasi, seperti ketidaktepatan penggunaan imbuhan; dan reduplikasi, seperti ketidaktepatan dalam menggunakan pengulangan.Keywords: BIPA, Kesalahan Bahasa, bahasa Indonesia tulisAbstractThis paper describes the output of written-language learning process from foreign learners of bahasa Indonesia. The use of Indonesian as a second language (L2) or a foreign language by foreign speakers is certainly not error-free. Written language errors can occur due to various things, such as the influence of learners’ mother tongue, learners’ lack of understanding about the language they use, and inadequate language teaching. In this research, written language errors occured when foreign speakers used bahasa Indonesia as a second language or foreign language. The main problem in this study is how written language errors occurred among foreign learners of bahasa Indonesia. This research was conducted using the qualitative descriptive method. The data was collected by reviewing documents of essays written by BIPA students at the West Java Language Center. As a result, several language errors in the essays were detected in morphological, semantic, and syntactic domains. From the data collected, some examples were inaccurate use of vocabulary in sentences; affixations, such as inappropriate use of affixes; and reduplication, such as imprecision in using reduplicated words.Keywords: BIPA, Language Errors, Written bahasa Indonesi
Pelatihan Dan Lokakarya Metodologi Pengajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing Wilayah Jawa Barat Sulistyaningsih, Lilis Siti; Sitaresmi, Nunung; Widia, Ida; Lutfiah, Hana; Thayyiba, Rindy Tsania; Sulaeman, Tiara Adinda
Dimasatra Vol 4, No 1 (2023): OKTOBER
Publisher : Faculty of Language and Literature Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dm.v4i1.72600

Abstract

Penggalakan kegiatan pengajaran BIPA sebagai salah satu tahapan tujuan internasionalisasi bahasa Indonesia mengakibatkan beberapa permasalahan. Permasalahan itu adalah pengenalan BIPA sebagai softskill dan kebutuhan para pengajar BIPA profesional yang semakin meningkat tidak diseimbangi oleh kualitas para pengajar BIPA yang tersedia. Menjawab permasalahan itu, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (Prodi Diksatrasia FPBS UPI) merasa terpanggil untuk menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan lokakarya tambahan sebagai bekal para pengajar atau calon pengajar BIPA. Kegiatan pelatihan dan lokakarya BIPA ini dapat menjadi wahana untuk memfasilitasi calon pengajar, para pengajar, dan pegiat yang ingin meningkatkan pemahaman dan kepekaan pengajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa asing dalam memilih metodologi pengajaran bahasa, memahami ihwal ke-BIPA-an, memanfaatkan media, memilih konten materi BIPA yang sesuai, penggunaan bahan ajar BIPA, dan mengevaluasi pengajaran bahasa. Kegiatan pengabdian ini menggunakan ceramah, diskusi, pemodelan, dan microteaching sebagai pendekatan yang komprehensif untuk mendukung pemahaman dan pengembangkan kemampuan pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dibagi menjadi tahap persiapan dengan mempersiapkan tempat dan publikasi, akomodasi, serta sarana dan prasarana kegiatan, tahap pelaksanaan yang dilaksanakan dalam 2 hari yang mencakup pelatihan dan lokakarya, dan tahap evaluasi dengan upaya untuk terus memperbaiki dan mengembangkan program pelatihan dan lokakarya metodologi pengajaran BIPA. Dengan simpulan program ini menjadi langkah penting dalam mendukung internasionalisasi Bahasa Indonesia dan meningkatkan kualitas pengajaran BIPA di wilayah Jawa Barat serta dapat menjadi contoh positif untuk program serupa di tempat lain.
PELATIHAN METODOLOGI PENGAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING Kurniawan, Khaerudin; Widia, Ida
Dimasatra Vol 1, No 1 (2020): OKTOBER
Publisher : Faculty of Language and Literature Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.14 KB) | DOI: 10.17509/dm.v1i1.30152

Abstract

Penggalakan kegiatan pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) sebagai salah satu tahapan tujuan internasionalisasi bahasa Indonesia ini mendapat perhatian yang sangat luas sehingga mengakibatkan beberapa permasalahan yang muncul. Salah satu persoalan yang muncul adalah pemahaman tentang BIPA sebagai softskill dan keprofesionalan pengajar BIPA. Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia bersama dengan Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Lampung, terpanggil untuk menyelenggarakan kegiaan pelatihan dan lokakarya sekaitan dengan Metodologi Pengajaran BIPA ini sebagai wahana untuk memfasilitasi para calon pengajar dan pegiat BIPA untuk meningkatkan kemampuan, pemahaman, dan pendalaman pengajaran BIPA. Dalam kegiatan pelatihan dan lokakarya ini dipilih materi-materi yang relevan dengan tema utama. Materi-materi tersebut adalah sebagai berikut: (1) ihwal ke-BIPA-an, (2) Strategi Belajar Mengajar BIPA, (3) Perangkat Pengajaran dan Evaluasi BIPA, (4) Kebahasaan dalam Pengajaran BIPA, (5) Kesastraan dan Kebudayaan dalam Pengajaran BIPA, dan (6) pengajaran teman sejawat. Kegiatan ini dilakukan secara daring dengan tetap memperhatikan standar pelatihan yang bermutu sehingga peserta memiliki pemahaman dan kompetensi yanag dapat dimanfaatkan pada proses pembelajaran BIPA secara nyata.
PELATIHAN EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNTUK GURU-GURU MAN SE-JAWA BARAT Sundusiah, Suci; Mulyati, Yeti; Damaianti, Vismaia S; Rahma, Rosita; Widia, Ida; Saadie, Ma’mur
Dimasatra Vol 2, No 1 (2021): OKTOBER
Publisher : Faculty of Language and Literature Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.752 KB) | DOI: 10.17509/dm.v2i1.47507

Abstract

The general purpose of this Community Service (PkM) activity aim to provide knowledge and training to Indonesian MAN teachers throughout West Java. In particular, this PkM activity aims to improve teacher competence in evaluating Indonesian language and literature learning. This activity is important because the demands of education in the 21st century and the industrial era 4.0 are increasingly complex. This activity uses the lecture method and hands-on practice, which is divided into two sessions. The first session is a presentation that two presenters fill while the second session is a parallel session filled with five presenters. The media used are Zoom Meeting, Google Drive, and so on. The results of this activity indicate an increase in the teacher's ability to understand the material. This can be seen in the results of the pre-test and post-test, which increased by 37.25%. In addition, participants' responses showed very positive results.
PELATIHAN EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNTUK GURU-GURU MAN SE-JAWA BARAT Sundusiah, Suci; Mulyati, Yeti; Damaianti, Vismaia S; Rahma, Rosita; Widia, Ida; Saadie, Ma'mur
Dimasatra Vol 2, No 2 (2022): APRIL
Publisher : Faculty of Language and Literature Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.292 KB) | DOI: 10.17509/dm.v2i2.55243

Abstract

Tujuan umum dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini yaitu untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan kepada para guru Bahasa Indonesia MAN se-Jawa Barat. Secara khusus, kegiatan PkM ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam melakukan evaluasi pada pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Kegiatan ini penting untuk dilakukan sebab tuntutan pendidikan di abad ke-21 dan era industri 4.0 semakin kompleks. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan praktik langsung yang dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama adalah pematerian yang diisi oleh dua pemateri sedangkan sesi kedua adalah sesi paralel yang diisi oleh lima pemateri. Media yang digunakan adalah Zoom Meeting, Google Drive, dan sebagainya. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan guru dalam memahami materi. Hal ini dilihat pada hasil pre-test dan post-test yang mengalami peningkatan sebesar 37.25%. Selain itu, respons peserta menunjukkan hasil yang sangat positif.
THE MODEL OF BIPA LISTENING EVALUATION AND ITS IMPLICATIONS FOR THE DESIGN OF LISTENING EVALUATION Widia, Ida; Syihabuddin, S.; Damaianti, Vismaia S.; Mulyati, Yeti
International Journal of Education Vol 15, No 1 (2022): February 2022
Publisher : Kantor Jurnal dan Publikasi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ije.v15i1.46154

Abstract

In this paper, an analysis of the results of the evaluation of Indonesian language proficiency for foreign speakers is presented. The development of a standardized Indonesian language for foreign speakers (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing -  BIPA) evaluation tool is currently considered very important. Currently, the existing evaluation tools are still made partially depending on the needs of institutions that provide the Indonesian language program for foreign speakers (BIPA). In addition, this need is also driven by the need for foreign speakers to measure their proficiency in Indonesian. Although there is an Indonesian Language Proficiency Test (UKBI) as an evaluation tool in Indonesia, UKBI is considered not in accordance with the needs of measuring the Indonesian language proficiency of foreign speakers because UKBI is still used to measure the Indonesian language skills of native speakers. This has become one of the problems in the field of evaluation of the Indonesian language, especially BIPA. The language evaluation tool used to measure a person’s foreign language proficiency always begins with a listening proficiency test. Listening is considered the gateway to other language proficiency. The solution to this problem is to analyze listening evaluation tools in foreign languages that are used continuously and continuously, such as the Test of English for International Communication (TOIEC), the Japanese-Language Proficiency Test (JLPT), and Diplôme d'études en langue française (DELF), which represents three continents; American, Asian, and European spoken by Indonesian speakers. This study used a descriptive method to solve this research problem. The results of this study describe the profile of the listening proficiency evaluation tool in foreign and Indonesian languages in three ways: 1) speakers (speaker stimulus presenter), 2) content, and 3) audio. Furthermore, the results of this analysis can also be used as the basis for developing the BIPA listening competency evaluation model.
Technology in listening and writing learning for BIPA learners Hazhiyah Flldzah Nurramdhani; Nuny Sulistiany Idris; Ida Widia
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.65481

Abstract

This research discusses the use of technology in BIPA learning, with a particular focus on listening and writing skills. This research will explore how technology can improve BIPA students' listening and writing skills. By understanding the potential and challenges of using technology in BIPA learning, it is hoped that this research will contribute to developing more effective learning methods in the BIPA context. This research method uses a descriptive qualitative design. This is based on research data in the form of the results of filling out a questionnaire, and the researcher acts as the main instrument. It was found that, on average, BIPA teachers have used technology in BIPA learning, especially for listening and writing. In the context of BIPA learning, technology has proven to be an effective tool for improving BIPA students' listening and writing skills. Technology also positively influences BIPA learning, especially when it can make learning more exciting and varied. Learners have rich exposure and experience of languages used today. However, the research results also show that the use of technology in BIPA learning also has challenges, barriers, and obstacles. AbstrakPenelitian ini membahas tentang penggunaan teknologi dalam pembelajaran BIPA, dengan fokus khusus pada keterampilan menyimak dan menulis. Penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana teknologi dapat digunakan secara efektif untuk meningkatkan keterampilan menyimak dan menulis siswa BIPA. Dengan memahami potensi dan tantangan penggunaan teknologi dalam pembelajaran BIPA, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi penting dalam pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif dalam konteks BIPA. Metode penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Hal ini didasarkan pada data penelitian berupa hasil pengisian angket dan peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengajar BIPA telah menggunakan teknologi dalam pembelajaran BIPA, terutama untuk menyimak dan menulis. Dalam konteks pembelajaran BIPA, teknologi terbukti menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kemampuan menyimak dan menulis siswa BIPA. Teknologi juga memberikan pengaruh positif dalam pembelajaran BIPA, terutama ketika teknologi dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan bervariasi. Para pembelajar memiliki eksposur dan pengalaman yang kaya akan bahasa yang digunakan saat ini. Namun, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran BIPA juga memiliki tantangan, hambatan, dan rintangan tersendiri.Kata Kunci: BIPA; menulis; menyimak; pembelajaran; teknologi
The urgency of incorporating real-life conversation into IFL learning materials Nina Amalia Nurichsania; Suci Sundusiah; Ida Widia
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.72253

Abstract

While authenticity plays a vital role in foreign language learning, a significant disparity exists between classroom-based learning and the practical use of language in real-world contexts. IFL resources often lack authenticity, failing to mirror the genuine language encounters that learners face beyond the classroom. Therefore, this research explores the motivations, needs, and prior learning experiences of IFL learners to emphasize the importance of integrating real-life conversations into IFL learning materials. This descriptive qualitative research gathered data via surveys and semi-structured interviews with ten foreigners. The findings underscored the varied motivations of participants in learning Indonesian, including personal and familial connections, communication requirements during travel, interests in language, and cultural identity. Participants engaged in instructor-led and self-directed learning as endeavors to boost their proficiency. Intriguingly, there was a discrepancy between their learning experiences and needs. Although the provided IFL materials had successfully fulfilled the learners’ needs in formal settings, they fell short of adequately equipping them for real-world interactions in the intended social settings. Hence, it is suggested that authentic, real-life conversation be incorporated into the IFL materials to meet the diverse practical communication needs of IFL learners. AbstrakKeautentikan memainkan peranan penting dalam pembelajaran bahasa asing, namun pada kenyataannya terdapat kesenjangan yang signifikan antara pembelajaran di kelas dan penggunaan bahasa dalam konteks kehidupan nyata. Sumber belajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) kerap kali kurang mencerminkan penggunaan bahasa Indonesia sesungguhnya yang dihadapi pemelajar di luar kelas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi motivasi, kebutuhan, dan pengalaman belajar pemelajar untuk menekankan pentingnya pengintegrasian percakapan real-life dalam materi pembelajaran BIPA. Peneliti mengumpulkan data melalui survei dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian deskriptif kualitatif ini menyoroti beragam motivasi pemelajar dalam mempelajari bahasa Indonesia, yakni hubungan pribadi dan keluarga, kebutuhan komunikasi saat bepergian, minat terhadap bahasa, serta identitas budaya. Para pemelajar belajar bahasa Indonesia secara formal dengan instruktur dan secara mandiri sebagai usaha untuk meningkatkan kecakapan berbahasa Indonesia mereka. Meskipun begitu, masih ditemukan kesenjangan antara pengalaman belajar dan kebutuhan belajar para pemelajar BIPA. Walaupun materi BIPA yang tersedia sudah mengakomodasi kebutuhan berbahasa pemelajar di konteks formal, materi tersebut belum memadai dalam mempersiapkan pemelajar untuk interaksi autentik dalam konteks sosial yang dibutuhkan. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, disarankan untuk mengintegrasikan percakapan real-life ke dalam materi pembelajaran BIPA guna memenuhi kebutuhan komunikasi praktis pemelajar BIPA yang beragam.Kata Kunci: Materi autentik; materi BIPA; percakapan kehidupan nyata