Sedyawati Sedyawati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN PERILAKU ASERTIF MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK SOSIODRAMA Sedyawati Sedyawati
Jurnal Ilmiah WUNY Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah WUNY
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.793 KB) | DOI: 10.21831/jwuny.v2i2.34684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku asertif siswa melalui bimbingan kelompok menggunakan teknik sosiodrama. Perilaku asertif adalah ketrampilan mengungkapkan pikiran dan perasaan secara baik, jujur dan terbuka. Dengan menjadi asertif, siswa dapat mengungkapkan pendapatnya dengan jujur dan terbuka, mempertahankan pendapatnya tanpa merendahkan pendapat oranglain, mampu menolak ajakan teman dengan baik, menegur teman yang salah dan berkata jujur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tindakan yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah pemberian layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama, yaitu pemberian layanan bimbingan kepada sekelompok individu dengan cara bermain peran guna memecahkan masalah yang dialaminya yaitu kurangnya berperilaku asertif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan perilaku asertif sebesar 49% pada masing-masing subjek pada siklus I.  Setelah diberikan tindakan kembali pada siklus II masing-masing subjek mengalami peningkatan sebesar rata-rata 82%.   Hal tersebut menunjukkan  perilaku asertif yang rendah dapat meningkat secara signifikan jika diberikan tindakan pada siklus I dan II. Peningkatan ini disebabkan selama ini siswa belum mengetahui apa perilaku asertif dan bagaimana cara berperilaku asertif, setelah dilatihkan melalui bimbingan kelompok menjadi tahu apa itu perilaku asertif dan bagaimana cara bersikap asertif. Melalui pelatihan asertif dengan temannya melalui bimbingan kelompok teknik sosiodrama, siswa dapat secara langsung menganalisa perilaku asertif . Siswa dapat secara langsung merasakan manfaat layanan yaitu  dapat menerapkan cara berperilaku asertif sehingga ketrampilan tersebut  dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Keberhasilan layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama menunjukkan bahwa  sosiodrama tepat digunakan dalam memberikan pemahaman tentang penerapan perilaku asertif. Kata Kunci: perilaku asertif, bimbingan kelompok, sosiodramaPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku asertif siswa melalui bimbingan[a1]  kelompok menggunakan teknik sosiodrama[a2] . Perilaku asertif adalah ketrampilan mengungkapkan pikiran dan perasaan secara baik, jujur dan terbuka. Dengan menjadi asertif, siswa [MOU3] [ds4] [5] dapat mengungkapkan pendapatnya dengan jujur dan terbuka, mempertahankan pendapatnya tanpa merendahkan pendapat oranglain, mampu menolak ajakan teman dengan baik, menegur teman yang salah dan berkata jujur.[ds6]  Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tindakan yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah pemberian layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama, yaitu pemberian layanan bimbingan kepada sekelompok individu dengan cara bermain peran guna memecahkan masalah yang dialaminya yaitu kurangnya berperilaku asertif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan perilaku asertif sebesar 49% pada masing-masing subjek [a7] [MOU8] pada siklus I.  Setelah diberikan tindakan kembali pada siklus II [ds9] [MOU10] masing-masing subjek mengalami peningkatan sebesar rata-rata 82%.  [ds11] [MOU12]  Hal tersebut menunjukkan  perilaku asertif yang rendah dapat meningkat secara signifikan jika diberikan tindakan pada siklus I dan II.[ds13]  Peningkatan ini disebabkan selama ini siswa belum mengetahui apa perilaku asertif dan bagaimana cara berperilaku asertif, setelah dilatihkan melalui bimbingan kelompok menjadi tahu apa itu perilaku asertif dan bagaimana cara bersikap asertif. Melalui pelatihan asertif dengan temannya melalui bimbingan kelompok teknik sosiodrama, siswa dapat secara langsung menganalisa perilaku asertif . Siswa dapat secara langsung merasakan manfaat layanan yaitu  dapat menerapkan [a14] [MOU15] cara berperilaku asertif sehingga ketrampilan tersebut  dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Keberhasilan layanan bimbingan kelompok teknik sosiodrama menunjukkan bahwa  sosiodrama tepat digunakan dalam memberikan pemahaman tentang penerapan perilaku asertif. Kata Kunci: perilaku asertif, bimbingan kelompok, sosiodramaTak ada alasan B dicetak kapital. Harap dicek semua hal-hal seperti ini.Tak ada alasan S dicetak kapital Hilanghkan bahasa proposal misalnya kata akan. Akan bearti belum  terjadi. Klo hasil penelitian jangan pakai akan.   [5]Sdh buTidak pernah ada jenis penelitian seperti ini. Asumsi saya mungkin ini masuk dalam rumpun CAR. Jadi tak boleh membuat jenis nomen klatur sendiri. Melainkan dengan menginduk dan mengadaptasi paying riset yang baku.Yang baklu subjekSdh buPenulisan siklus lebih baik menggunakan Romawi II, agar tidak rancu dengan rincian 1, 2, 3Sudah, sampai pembahasan buLpnjakan yang sangat-sangat luar biasa 49% menjadio 82%. Harus ada penalaran yang hebat pula.Sdh saya tambah buTeks ini sama sekali tak jelas. Ini rumusan hasil atau apa. Kalau hasil kok harapan.mempraktikan 
Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam Perspektif Layanan Bimbingan Konseling di Era Merdeka Belajar Sedyawati Sedyawati; Sedyawati Sedyawati; Yuliati Hotifah
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v5.i2.2025.3

Abstract

Pendidikan Indonesia mengalami transformasi dari masa ke masa. Filosofi Ki Hajar Dewantara (KHD) tetap relevan hingga saat ini sebagai landasan penting dalam penyelenggaraan proses pendidikan yang humanis. Seiring di terapkannya Kurikulum Merdeka, filosofi KHD memberikan panduan dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendekatan yang berpusat pada siswa dalam mecapai student wellbeing atau kesejateraan siswa. Dalam konteks ini, Bimbingan Konseling memiliki peran strategis sebagai bagian integral dari pendidikan, Bimbingan Konseling tidak hanya membantu siswa mengatasi permasalahannya, tetapi juga memfasilitasi pengembangan potensi mereka secara optimal sejalan dengan tujuan Kurikulum Merdeka. Artikel ini bertujuan untuk menganalisi filosofi pendidikan Indonesia berdasarkan pemikiran KHD dalam perspektif Bimbingan Konseling di Era Merdeka Belajar. Selanjutnya menggali strategi implementasi filosofi KHD dengan pendekatan dalam layanan BK, khususnya dalam mendukung pengembangan karakter dan kesejahteraan siswa di era Merdeka Belajar Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), dengan mengkaji berbagai literatur terkait filosofi KHD, implementasi Kurikulum Merdeka, dan praktik Bimbingan dan Konseling di sekolah selama era Merdeka Belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip, nilai-nilai dan pemikiran pendidikan yang digagas KHD telah diimplementasikan secara efektif dalam layanan Bimbingan Konseling. Pendekatan ini memungkinkan terciptanya lingkungan belajar yang mendukung perkembangan peserta didik secara holistic meliputi pribadi, sosial, belajar dan karier.