A.A. Wiranata
Dosen Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Udayana, Denpasar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPEMILIKAN RUMAH DI PERUMAHAN PERMATA ARSANDI DENPASAR TIMUR Putu Indra Permana; A.A. Wiranata; Ngurah Purbawijaya
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 20, No. 2, Juli 2016
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.826 KB) | DOI: 10.24843/JITS.2016.v20.i02.p06

Abstract

Rumah merupakan salah satu kebutuhan mendasar bagi manusia. Seiring berjalannya waktu, fungsi rumah pun semakin berkembang. Khususnya pada kota Denpasar jumlah penduduk tiap tahun semakin meningkat, sehingga kebutuhan akan tempat tinggal pun semakin bertambah. PT. Arsandi Bangun Persada selaku developer mengembangkan sebuah perumahan yaitu Perumahan Permata Arsandi yang terletak di Jalan Nangka Utara Kecamatan Denpasar Timur Kota Denpasar. Seluruh unit rumah pada perumahan ini sudah laku terjual semua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepemilikan rumah pada perumahan tersebut. Untuk mencapai hasil penelitian sampel diambil secara keseluruhan menggunakan teknik survey yaitu penduduk yang tinggal pada Perumahan Permata Arsandi sebanyak 76 orang. Analisis dilakukan secara deksriptif kualitatif dengan menggunakan program SPSS. Penelitian ini dilakukan uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik seperti uji multikoliniearitas, uji heteroskedastisitas serta uji normalitas, analisis regresi linier berganda, uji signifikansi koefisien secara simultan, uji signifikansi koefisien secara parsial, serta uji koefisien determinasi. Hasil akhir yang diperoleh dari penelitian bahwa faktor lokasi dan harga berpengaruh signifikan secara simultan terhadap kepemilikan rumah, serta berpengaruh secara parsial terhadap kepemilikan rumah.
PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN BALOK STRUKTUR BETON GEDUNG ANTARA METODE KONVENSIONAL DENGAN PRECAST (STUDI KASUS: GRAND WHIZ HOTEL, GATOT SUBROTO BARAT) Ariany Frederika; A.A. Wiranata; Kadek Riska Larasati
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 18, No. 2, Juli 2014
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.309 KB)

Abstract

Dalam konstruksi dikenal ada dua metode pekerjaan beton yang dipakai yaitu metode konvensional dan metode pracetak (precast). Pada proyek Grand Whiz Hotel Gatot Subroto Barat, sebagian balok menggunakan metode konvensional dan sebagian balok lagi menggunakan metode precast. Berapakah perbandingan tenaga kerja, biaya dan waktu pelaksanaan metode konvensional dengan precast. Untuk dapat menentukan pilihan metode yang tepat, terlebih dahulu dilakukan analisis teknik pelaksanaan, analisis penggunaan tenaga kerja, biaya dan waktu pelaksanaan. Selanjutnya hasil analisis tersebut kemudian dibandingkan.Dari hasil analisis yang dilakukan pada Proyek Grand Whiz Hotel, diperoleh perbandingan penggunaan tenaga kerja masing – masing metode. Pada pekerjaan balok beton konvensional lantai dasar dibutuhkan 105 orang, lantai 1 dibutuhkan 85 orang, lantai 2 dibutuhkan 82 orang, lantai 3 dibutuhkan 81 orang dan atap dibutuhkan 52 orang. Sedangkan pada pekerjaan balok beton precast lantai dasar dibutuhkan 66 orang, lantai 1, 2 dan 3 dibutuhkan 54 orang, serta pekerjaan balok atap dibutuhkan 52 orang. Berdasarkan analisis perbandingan biaya dan waktu pelaksanaan didapatkan total biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan balok konvensional adalah Rp. 1,548,333,294  dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan balok beton konvensional tersebut adalah 120 hari. Sedangkan total biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan balok precast adalah Rp. 1,865,302,146 dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan beton precast tersebut adalah 100 hari. Setelah dibandingkan, tenaga kerja yang dibutuhkan metode precast lebih sedikit dari metode konvensional, biaya precast lebih mahal sebesar Rp. 316,968,852.20 (20.47 %), dan waktu pelaksanaan precast lebih cepat 20 hari (20 %) daripada pelaksanaan beton konvensional.