Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EVALUASI KINERJA RUTTING HOT MIX ASPHALT Hery Awan Susanto; Gandjar Pamudji; Bagyo Mulyono
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 24, No. 2, Juli 2020
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2020.v24.i02.p01

Abstract

Salah satu jenis kerusakan jalan adalah rutting (deformasi). Rutting merupakan kerusakan struktural jalan yang dapat mengganggu kenyamanan berlalu lintas. Rutting adalah faktor penting yang harus diperhatikan dalam campuran beraspal. Penyebab dari deformasi adalah regangan geser yang terjadi pada struktur perkerasan lentur. Pada penelitian ini, perilaku deformasi perkerasan lentur dievaluasi melalui pengujian simulasi di laboratorium dengan menggunakan alat Hamburg Wheel Tracking Device (HWTD) dan Scaled Accelerated Load Simulator Device (SALSD). Korelasi dari dua jenis pengujian simulasi dianalisa untuk mendapatkan nilai faktor konversi (FI) dengan mempertimbangkan parameter temperatur, kecepatan pengujian, frekuensi representatif dan modulus dinamik dari campuran Hot Mix Asphalt (HMA). Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya korelasi rutting antara HWTD dan SALSD pada temperatur yang berbeda. Faktor konversi HWTD ke SALSD sebesar 0,93. Dari hasil analisis dapat disimpulkan pula bahwa peningkatan nilai rutting material HMA menyebabkan berkurangnya efektivitas faktor konversi diantara kedua pengujian tersebut.
PENGARUH JENIS ASPAL TERHADAP KARAKTERISTIK LABORATORIUM ASPHALT CONCRETE-WEARING COURSE AKIBAT PROSES PENUAAN Hery Awan Susanto
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 26 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 26 No. 2, Juli 2022
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2022.v26.i02.p03

Abstract

Kerusakan jalan merupakan sebuah kondisi kegagalan struktur yang disebabkan oleh beberapa faktor sehingga mempengaruhi fungsional dan kinerja dari jalan tersebut. Beberapa faktor kerusakan jalan pada perkerasan lentur diantaranya temperatur dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai parameter karakteristik Marshall yang terjadi pada campuran AC-WC pen 60/70 dan aspal modifikasi asbuton akibat perlakuan penuaan dan perendaman air dengan metode eksperimental. Aspal modifikasi asbuton dilakukan dengan cara mencampur aspal pen 60/70 dengan persentase asbuton murni 4% dari kadar aspal dalam campuran. Perlakuan penuaan ini dilakukan untuk menggambarkan faktor akibat temperatur dan dilakukan dengan dua cara, yakni penuaan jangka pendek dan jangka panjang. Perlakuan penuaan, dilakukan dengan mengikuti standar AASHTO R30. Sedangkan untuk menggambarkan faktor kerusakan jalan yang berupa air dilakukan perlakuan perendaman mengikuti standar RSNI M-01-2003. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh dari penambahan asbuton murni pada campuran AC-WC dapat menaikan nilai stabilitas sebesar 3,486% dan menurunkun nilai kelelehan 4,210% pada kondisi tanpa penuaan, akan tetapi lebih sensitif terhadap perlakuan penuaan dan perlakuan perendaman air. Pada penuaan jangka panjang campuran aspal pen 60/70 memiliki ketahanan retak dan porositas lebih tinggi lebih tinggi dibandingkan asbuton.
ABRASI CAMPURAN ASPAL BETON DENGAN ALAT ROTATION ABRASION TEST Hery Awan Susanto
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 27 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 27 No. 1, Maret 2023
Publisher : Department of Civil Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITS.2023.v27.i01.p09

Abstract

Ravelling atau butiran lepas adalah salah satu jenis kerusakan jalan berupa disintegrasi permukaan perkerasan aspal yang disebabkan pelepasan partikel agregrat yang berkelanjutan, berawal dari permukaan perkerasan menuju ke bawah atau dari pinggir ke dalam. Ravelling dapat terjadi karena beberapa faktor, diantaranya adalah kadar aspal dan air void. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air void sebanyak 2%, 4%, dan 7% dan kadar aspal sebanyak 4,5%, 5,5%, dan 6,5% terhadap ravelling pada campuran Hot Mix Asphalt. Pengujian yang dilakukan dengan alat modifikasi Wet Track Abrasion Test menunjukkan bahwa nilai uji ravelling dengan kondisi wet untuk masing-masing kadar air void 2%, 4%, dan 7% rata-rata sebesar 0,3; 0,2; dan 0,3 gr/cm2. Sedangkan nilai uji ravelling untuk masing-masing kadar aspal 4,5; 5,5; dan 6,5% rata-rata sebesar 0,39; 0,32; dan 0,29 gr/cm2. Sedangkan nilai uji ravelling dengan kondisi dry untuk kadar aspal 5,5% dan kadar air void 4% rata-rata sebesar 0,16 gr/cm2. Hasil dari uji ravelling pada kondisi dry lebih rendah daripada hasil uji ravelling pada kondisi wet
Flexural Performance of Glued Laminated Timber Beams Reinforced with Externally Bonded FRP: An Experimental Investigation Dani Nugroho Saputro; Eva Ariyanti; Nor Intang Setyo Hermanto; Hery Awan Susanto
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 10 No. 2: October 2025
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.10.2.225-238

Abstract

The use of hard timber in construction is increasing, but it is quite expensive and its production is slow. As an alternative, laminated timber combining hard and soft quality timber has been proposed. This study utilized rambutan timber (hardwood) and sengon timber (softwood). Structural failure may occur when elements can no longer resist the applied loads; thus, reinforcement is required. This study aims to investigate the flexural strength of laminated timber beams and assess the performance enhancement using a fiber-reinforced polymer (FRP) type SCH-11UP. Composite was applied through the Externally Bonded (EB) method. The flexural capacity was evaluated in accordance with ASTM D143 through four-point bending tests and SNI 7973:2013. Four types of test objects were tested with three samples per type: TP (unreinforced), EB1 (type 1), EB2 (type 2), and EB3 (type 3), with TP as the control group. The experimental results showed that EB3 yielded the highest improvement, with up to 87% increase in the maximum load capacity, displacement, modulus of elasticity (MOE), modulus of rupture (MOR), stiffness, and structural efficiency. The improvements followed in descending order: EB2, EB1, and TP.