Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Ekspor Netto Indonesia di Masa Pandemi Johan Wahyu Wicaksono
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 5 No 2 (2022): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbukaan ekonomi didorong dengan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membuat ketergantungan antar negara semakin tinggi, termasuk Indonesia sebagai negara yang menganut sistem perekonomian terbuka. Perdagangan internasional akan memberikan pengaruh kepada kegiatan ekonomi negara karena berpengaruh terhadap pendapatan nasional. Situasi dan kondisi di masa pandemi mempengaruhi perekonomian setiap Negara termasuk Indonesia. Perekonomian dunia yang sedang stagnan akan menurunkan pula perdagangan antar negara di dunia. Hubungan ekonomi internasional menyangkut transaksi barang, jasa, modal dan moneter berpengaruh terhadap ekonomi dalam negeri. Setiap negara berbeda bila ditinjau dari sumber daya alamnya, iklimnya, letak geografisnya, penduduk, keahliannya, tenaga kerja, tingkat harga, keadaan struktur ekonomi dan sosialnya. Perbedaan-perbedaan ini menyebabkan negara yang satu dengan negara yang lainnya saling membutuhkan sehingga terciptalah perdagangan internasional. Perdagangan internasional merupakan salah satu aspek penting dalam perekonomiansuatu negara, karena selain dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri, perdagangan internasional juga merupakan salah satu sumber pendapatan. Kebijaksanaan neraca perdagangan yang serasi dan terpadu dengan kebijaksanaan pembangunan merupakan faktor penting dalam pencapaian sasaran pembangunan. Kondisi neraca perdagangan yang mantap mendorong arus perdagangan luar negeri, meningkatkan lalu lintas modal luar negeri untuk kepentingan pembangunan nasional, serta mendukung pertumbuhan yang berlanjut dari perekonomian nasional. Sistem devisa bebas yang merupakan kebijaksanaan mendasar di bidang neraca perdagangan merupakan prasyarat dan perangkat ekonomi pokok bagi terciptanya efisiensi perekonomian nasional dalam berinteraksi dengan perekonomian internasional. Neraca perdagangan merupakan suatu catatan sistematis mengenai transaksi ekonomi antara penduduk suatu negara dan penduduk negara lainnya dalam suatu periode tertentu. Transaksi tersebut diklasifikasikan ke dalam transaksi berjalan, transaksi modal, dan lalu lintas moneter. Transaksi berjalan terdiri atas ekspor ataupun impor barang dan jasa, sedangkan transaksi modal terdiri atas arus modal sektor pemerintah ataupun swasta, baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Dari neraca perdagangan internasional bisa dilihat posisi ekspor netto surplus atau defisist. Ekspor netto positif akan memberikan kontribusi meningkatkan pendapatan nasional. Begitu pula sebaliknya jika ekspor netto negative pendapatan nasional akan turun. Sebelum pandemi covid (2018-2019) ekspor netto Indoesia mengalami defisit, justeru diawal pandemi ekspor netto kembali positif dan menujukkan tren naik. Total perdagangan internasional sempat turun diawal pandemic (2020) namun perlahan bangkit pada 2021.
PERUBAHAN POLA KONSUMSI MASYARAKAT INDONESIA DI MASA PANDEMI COVID 19 Johan Wahyu Wicaksono
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 6 No 1 (2022): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di negara berkembang dengan populasi penduduk besar seperti Indonesia, konsumsi memberi kontribusi besar terhadap agregat expenditure. Konsumsi dipengaruhi pendapatan disposabel seseorang, sehingga jika pendapatan seseorang meningkat maka besarnya konsumsi juga akan meningkat. Di masa pandemi, terjadi penurunan kegiatan ekonomi karena pembatasan interaksi sosial dan aturan protokol kesehatan. Hal ini menyebabkan berubahnya konsumsi masyarakat akibat menurunnya pendapatan. Laju konsumsi masyarakat menurun karena menurunnya daya beli masyarakat. Terjadinya penurunan konsumsi masyarakat di awal masa pandemi adalah suatu yang wajar dan terjadi pula di negara lain. Tapi yang terpenting adalah adanya perubahan pola konsumsi masyarakat. Masyarakat menjadi semakin cerdas financial terutama dalam memilah antara konsumsi bersifat kebutuhan dan mana yang bersifat keinginan. Di masa pandemi, masyarakat harus lebih banyak menunda keinginan dan memprioritaskan kebutuhan pokok karena keterbatasan anggaran. Penurunan konsumsi berdampak pada penurunan PDB di masa awal pandemi tahun 2020 sehingga laju pertumbuhan ekonomi negatif. Di tahun berikutnya laju pertumbuhan ekonomi mulai positif walaupun lanju pertumbuhan konsumsi masyarakat tidak setinggi sebelum pandemi. Pertumbuhan ekonomi didorong oleh laju pertumbuhan eksport dan investasi yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan tingkat konsumsi masyarakat lebih efisien dan produktivitas masyarakat meningkat.
DISTRIBUSI PORTOFOLIO FINANCIAL ASSET SYARIAH PENDEKATAN RISK AND RETURN Johan Wahyu Wicaksono
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 7 No 1 (2023): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/dinar.v7i1.642

Abstract

Distribisi Portofolio financial asset terdiri gabungan atau kombinasi dari berbagai instrumen dan aset investasi surat berharga yang disusun untuk mencapai tujuan investasi. Tujuannya adalah menghasilkan keuntungan yang optimal dengan mengalokasikan sejumlah dana tertentu pada berbagai jenis investasi yang berada di pasar modal, misalnya saham, instrumen pendapatan tetap seperti obligasi, reksa dana hingga uang tunai. Besarnya peran pasar modal di dalam memobilisasi dana investasi disebabkan adanya pasar modal syariah. Investor muslim lebih tertarik karena financial asset yang diperdagangkan dan mekanisme transaksi di dalamya tidak bertentangan dengan syariat Islam. Berinvestasi di pasar modal pada dasarnya bertujuan untuk memperoleh return, tetapi investor juga harus berani menanggung risiko dari investasi yang ditanamkannya. Sehingga untuk dapat memaksimalkan return dan meminimalisir risk maka sebuah perusahaan atau seorang investor perlu melakukan beberapa strategi dan memahami faktor-faktor yang mungkin dapat mempengaruhi pergerakan indeks financial asset baik itu saham maupun obligasi. Distribusi portofolio yang dipilih berdasarkan pendekatan risk and return sangat penting untuk dilakukan agar mendapatkan keuntungan yang diinginkan dengan tingkat resiko yang terkendali. Meskipun investasi di pasar modal menjanjikan tingkat return yang lebih tinggi, namun semakin besar pula resiko yang dihadapi. Oleh karena itu maka investor dituntut untuk melakukan pertimbangan yang matang dan juga memperhatikan bagaimana cara memilih dan mendapatkan return yang diinginkan pada tingkat risiko yang minimal. Agar return dari penyertaan modal mendapatkan hasil yang optimal, investor harus melakukan analisis terhadap saham-saham yang dibelinya dengan mengumpulkan data dan informasi yang relevan dan dibutuhkan dalam menganalisis portofolio. Investasi financial asset perlu distribusi portofolio sebagai bagian dari manajemen resiko dan upaya untuk memperoleh portofolio optimal.
SINERGI ZAKAT MAAL DAN PAJAK DITENGAH DINAMIKA SISTEM PERPAJAKAN DI INDONESIA Johan Wahyu Wicaksono
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 8 No 1 (2024): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/dinar.v8i1.798

Abstract

Zakat dan pajak adalah instrumen yang mempunyai kesamaan dalam hal pengumpulan dana dari masyarakat untuk didayagunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Zakat merupakan instrumen agama yang dipungut dari muzakki untuk diberikan kepada mustahik yang terdiri dari 8 asnaf. Adapun pajak dipungut dari wajib pajak sesuai ketentuan yang berlaku kemudian dikelola oleh pemerintah untuk pembiayaan pembangunan dan operasional pemerintahan. Sebagai seorang muslim dalam hal ini mempunyai kewajiban ganda yaitu menunaikan zakat dan membayar pajak. Ini adalah beban yang cukup memberatkan bagi muzakki yang dapat berpotensi mengabaikan salahsatu dari dua kewajiban tersebut. Oleh sebab itu perlu ada regulasi yang mengatur tentang sinergi zakat dan pajak. Negara telah mengatur mekanisme zakat bisa menjadi pengurang pajak jika dibayarkan melalui Badan / Lembaga Amil Zakat resmi. Hal ini telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 60 Tahun 2010 tentang Zakat atau Sumbangan Keagamaan yang Sifatnya Wajib yang Dapat Dikurangkan dari Penghasilan Bruto. Ketentuan mengenai zakat jadi pengurang zakat juga tercantum dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat pada pasal 22 dan Pasal 23 ayat 1-2. Sinergi zakat dan pajak memberikan dampak yang positif terhadap pembangunan khususnya kesejahteraan masyarakat dan perekonomian. Pengumpulan zakat maal mengalami peningkatan sejak berlakunya PP No. 60 tahun 2010 dan UU No. 23 Tahun 2011. Begitu juga dengan penerimaan pajak khususnya pajak penghasilan yang mengalami kenaikan signifikan. Pajak merupakan salah satu sumber pemasukan terbesar di Indonesia. Pajak sendiri di Indonesia semakin tahun semakin meningkat, peningkatan tersebut diiringi dengan semakin besarnya pembiayaan pengeluaran Negara. Peningkatan perolehan zakat dan pajak akan semakin memperbesar sinergi ini sehingga memberikan manfaat lebih besar untuk masyarakat. Kita bisa mengetahui dinamika sistem perpajkan di Indonesia dan sinergi zakat maal dan pajak untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian negara.
Penyaluran Zakat untuk Beasiswa Pendidikan di Lembaga Amil Zakat LAZNAS (BMH) Baitul Maal Hidayatullah Mojokerto Lutfi Al Amin; Johan Wahyu Wicaksono
Discovery Vol 10 No 2 (2025): October 2025
Publisher : LPPM Universitas Hasyim Asy'ari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/discovery.v10i2.10190

Abstract

Zakat merupakan instrumen keuangan Islam yang berperan penting dalam mengatasi ketimpangan sosial dan mendukung pembangunan manusia, termasuk dalam bidang pendidikan. Artikel ini menganalisis strategi dan implementasi penyaluran zakat untuk program beasiswa pendidikan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Baitul Maal Hidayatullah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyaluran zakat untuk beasiswa oleh LAZNAS BMH tidak hanya berdampak positif terhadap keberlanjutan pendidikan mustahik, tetapi juga berkontribusi dalam pemberdayaan keluarga miskin secara berkelanjutan. Artikel ini merekomendasikan perlunya penguatan sistem monitoring dan evaluasi serta integrasi dengan program kemandirian ekonomi agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan.