I.P.A. Astawa
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN POTENSI DESA DI BIDANG PERTANIAN, PETERNAKAN DAN HOME INDUSTRY MENUJU DAERAH WISATA MANDIRI I.P.A. Astawa; I.K.A. Atmika; I.A.A.A.S. Komaladewi
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 2 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.387 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i02.p01

Abstract

Desa Batur Tengah termasuk dalam wilayah Kecamatan Kintaman dengan jumlah penduduk kurang lebih 4250 jiwa atau 850 kepala keluarga (KK). Desa ini terdiri dari 8 banjar/dusun. Mata pencaharian sebagian besar penduduk adalah dari sektor pertanian, dan beberapa bergerak di sektor agrobisnis. Lahan pertanian dan perkebunan mereka banyak ditanami padi, jeruk dan kopi dimana tersebar sepanjang wilayah/daerah di Desa Batur Tengah. Potensi yang masih perlu digali yakni bidang perkebunan jeruk dan home industri. Selain itu, perkebunan jeruk yang tersebar hampir di seluruh wilayah desa Batur Tengah hanya difokuskan sebagai sumber produksi buah, nantinya diharapkan dapat dikembangkan menjadi objek wisata buah seperti kebanyakan tempat agrowisata lainnya. Kegiatan KKN PPM di Desa Batur Tengah bertujuan memberdayakan masyarakat dalam menggali potensi alam dan SDM yang dimiliki: 1)Pemberdayaan dan meningkatkan pengetahuan industri kecil bagaimana meningkatkan produktifitas dan diversifikasi produk, 2)Pemberdayaan dan meningkatkan pengetahuan anggota kelompok ternak tentang kemungkinan pemanfaatan jerami padi sebagai sumber pakan ternak sapi, 3)Pemberdayaan kelompok peternak melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengenai cara pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak sapi dan proses pemanfaatannya sebagai biogas, 4)Memberikan pengetahuan dan ketrampilan pengelolaan lahan dan pemasaran hasil produksi terutama produksi jeruk menuju kearah agrowisata. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi tiga tahapan. Tahapan pertama adalah persiapan dan pembekalan, tahap kedua implementasi/pelaksanaan kegiatan di lapangan, dan tahap ketiga evaluasi dan monitoring untuk koreksi dan penyempurnaan keberlanjutan program. Tahap persiapan dimulai audensi dengan aparat desa dan tokoh masyarakat untuk menentukan skala prioritas kegiatan berdasarkan kondisi dan potensi yang ada di masyarakat. Tahap pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan penyuluhan maupun praktek di lapangan, maupun pendampingan oleh mahasiswa peserta KKN selama di lapangan. Sedangkan tahap ketiga adalah evaluasi dan monitoring dilakukan oleh tim pelaksana/dosen pembimbing lapangan dan koordinator KKN untuk melihat dampak dan keberlanjutan program yang sudah dilaksanakan.
PENINGKATAN PARTISIPASI DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN POTENSI DESA BERBASIS IPTEK DI DESA BALUK I.P.A. ASTAWA; I.G.A.K. Suriadi; I.K.A. Atmika
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 2 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.013 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i02.p23

Abstract

Program KKN-PPM di desa Baluk, kecamatan Negara, kabupaten Jembrana disusun sesuai dengan target yang ingin dicapai oleh pelaksanaan program dengan persetujuan masyarakat dan mitra. Tema dari program KKN-PPM di desa Baluk adalah: Pemberdayaan dan Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan potensi desa berbasis Iptek menuju desa yang Mandiri, melalui program program seperti: program kesehatan masyarakat: penyuluhan sanitasi rumah tangga dan penyuluhan pola hidup bersih dan sehat pada anak-anak sekolah. Program lingkungan: melelui kegiatan penghijauan di areal sepanjang jalan desa. Peningkatan produktivitas masyarakat/kelompok usaha dalam produksi susu kedelai melalui pengenalan dan penerapan teknologi mesin blender. Efisiensi biaya dengan pengenalan dan penerapan teknologi digester biogas/biogas portable dengan pemanfaatan kotoran sapi untuk sumber energi sehar-hari. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam semua kegiatan KKN-PPM. Peningkatan swadaya masyarakat dalam melanjutkan setiap program yang telah didampingi selama kegiatan KKN-PPM. Metode pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi tiga tahapan. Tahapan pertama adalah persiapan dan pembekalan, tahap kedua implementasi kegiatan di lapangan, dan tahap ketiga evaluasi dan monitoring untuk koreksi dan penyempurnaan keberlanjutan program. Tahap persiapan dimulai dengan dosen pembimbing lapangan dan mahasiswa audensi dengan aparat desa dan tokoh masyarakat untuk menentukan skala prioritas kegiatan berdasarkan kondisi dan potensi yang ada di masyarakat, kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2018.Tahap implementasi pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan penyuluhan maupun praktek di lapangan, maupun pendampingan oleh mahasiswa peserta KKN selama di lapangan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama satu bulan dimulai tanggal 21 Juli 2018 sampai dengan 27 Agustus 2018. Sedangkan tahap ketiga adalah evaluasi dan monitoring dilakukan oleh tim pelaksana/dosen pembimbing lapangan dan koordinator KKN untuk melihat dampak dan keberlanjutan program yang sudah dilaksanakan. Kata kunci : Pemberdayaan, Peningkatan partisipasi masyarakat, potensi desa, iptek, biogas portable.
APLIKASI MESIN SANGRAI DENGAN BAHAN BAKAR BIOGAS UNTUK HOME INDUSTRY I.K.A Atmika; T.G.T. Nindhia; I.P.A. Astawa; I.G.A.K. Suriadi; I.W. Surata
Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 1 (2023): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/BUM.2023.v22.i01.p02

Abstract

The Pitik Jaya Women Farmers Group (KWT) is a business group located in Baluk village which is classified as a home business or home industry. This business group produces several types of products including; shredded eggs, flavored salted peanuts and others. In running its business, KWT faces a number of problems, especially for the production of the flavored salted peanuts. This problem is caused by the process of roasting peanuts using a rolling machine which is relatively simple with a limited capacity made from steel plates and is easily corroded and the spices are still stirred manually so it is uneven. Another problem is related to the high cost of LPG fuel used to heat the roaster. Based on this situation and to overcome these problems, the community service team designed and manufactured a roasting machine with biogas fuel. The field service activity (KWT Pitik Jaya) was carried out on August 22, 2021 in the form of an introduction and demonstration of a biogas-fired roasting machine. Next, on August 29, 2021, a safety demonstration was held and the official handover of the machine was attended by members of the Pitik Jaya KWT, the dedication team, Engineering students from the Udayana University Mechanical Engineering Study Program and Baluk village officials. The use of this biogas-fired roasting machine plays a very important role in increasing the production of flavored salted peanuts which reaches 320% or more than three times, as well as fuel cost efficiency reaching 90%, because it no longer uses LPG. Keywords : roasting machine, salted peanuts, biogas, increased production.
PENERAPAN DIGESTER ANAEROBIK PORTABLE KAPASITAS 500 LITER DI GAPOKTAN SATO AMERTA UTAMA DESA BALUK I.K.A. Atmika; I.G.A.K. Suriadi; A.A.I.A.S. Komaladewi; T.G.T. Nindhia; I.P.A. Astawa
Buletin Udayana Mengabdi Vol 22 No 1 (2023): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/BUM.2023.v22.i01.p03

Abstract

Livestock activities carried out by the Baluk village community with a minimum number of livestock in each family of 2 cows and pigs have the potential to develop new and renewable energy systems, in this case household-scale biogas energy. Thus each household can produce energy for their daily needs. Optimization and cost efficiency with the introduction and application of biogas/portable biogas digester technology by utilizing cow dung as a daily energy source is the focus of this service. A portable anaerobic digester was prepared in this work as a solution. Its capacity is around 500 liters making it suitable for household scale livestock manure processing. The material used for the digester is stainless steel 304. The digester is equipped with an agitator to optimize biogas production. Cow dung slurry (50% cow dung + 50% water) is used to feed the digester. There are 2 variations of the slurry loading speed carried out in this work, namely 5 liters/day slurry and 10 liters/day slurry. The biogas production rate is around 51.7 liters of biogas/day if filled with 5 liters/day of slurry. The biogas production rate was found to increase significantly to 82 liters of biogas/day if filled with 10 liters/day of slurry. So to overcome community problems and in carrying out solutions to village problems, several methods are used, including: counseling methods, mentoring methods, mutual cooperation methods, methods of applying appropriate technology, and pilot methods. The activities were carried out on August 23 2020 and September 18 2020. Keywords : Biogas, digester portable, optimation, 500 liter