Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONSUMSI PAKAN DAN KADAR METABOLIT DARAH KAMBING PE YANG DIBERI SILASE PADA AKHIR KEBUNTINGAN KURNIAWAN E.; L. DOLOKSARIBU; M. DEWANTARI; I G. MAHARDIKA
MAJALAH ILMIAH PETERNAKAN Vol. 28 No. 1 (2025): Vol. 28 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas kambing PE di Indonesia relatif rendah, disebabkan terbatasnya ketersediaan pakan berkualitas, serta minimnya pengetahuan peternak tentang tatalaksana pemberian pakan. Pemanfaatan limbah pembuatan tempe berupa kulit ari kedelai dan pembuatan bir berupa ampas gandum menyediakan pakan berkualitas, ekono- mis, dan tersedia sepanjang tahun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian silase kulit ari kedelai (SKAK), silase ampas gandum (SAG), dan silase rumput odot (SO) pada bunting bulan ke-5 hingga hari ke-60 post-partum terhadap parameter yang diamati: konsumsi harian silase, total konsumsi pakan dan kadar metabolit darah induk kambing PE. Penelitian ini dilaksanakan dari Juli sampai Oktober 2023 di Desa Lemukih, Bali; menggunakan rancangan acak kelompok dengan empat perlakuan (T): Hijauan (T0); Hijauan+SKAK (T1); Hijauan+SAG (T2), dan Hijauan+SO (T3). Hasil penelitian ini menunjukkan konsumsi harian SKAK adalah nyata tertinggi 7,194 ± 74,2 g/hari dengan total konsumsi 647,5 ± 26,6 kg. Rataan kadar glukosa darah kambing ter- tinggi adalah 45,91 ± 2,3 mg/dl pada jam ke-6 post-feeding, albumin tertinggi adalah 4,80 ± 0,65 g/dl pada jam ke-3 post-feeding dan total protein tertinggi adalah 8,78 ± 0,2 g/dl pada jam ke-0 post-feeding. Pemberian pakan SKAK+Hijauan (T1) kepada kambing PE meningkatkan konsumsi pakan, dengan kadar metabolit darah normal dan tanpa gangguan terhadap status kesehatannya.