Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGGUNAAN DAN PEMILIHAN PENGAMAN MINI CIRCUIT BREAKER (MCB) SECARA TEPAT MENYEBABKAN BANGUNAN LEBIH AMAN DARI KEBAKARAN AKIBAT LISTRIK I Ketut Wijaya
Jurnal Teknologi Elektro Vol 6 No 2 (2007): (July - December) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diperlukan suatu penelitian tentang alat pengaman yang sederhana dan sangat diperlukan untuk menjaga instalasi rumah agar menjadi aman. Tidak jarang akibat ketidaktahuan tentang listrik akan berakibat patal. Alat pengaman sederhana ini Mini Circuit Breaker atau MCB banyak dijual dipasaranYang menjadi masalah adalah jika membeli suatu alat pengaman MCB : harus tahu kapasitas, berapa harga, kwalitas, dilihat secara seksama dan bila perlu dicoba. Begitu banyak macam dan ragam merek dari alat pengaman MCB ini, sehingga perlu suatu penelitian, betulkah alat pengaman ini dapat andal dan aman jika dipergunakan. Penelitian mempergunakan MCB MG, MCB Daiko dan MCB King’s. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengam beban yang sama pada masing-masing kapasitas didapat hasil selisih waktu putus dantara MCB MG 2A dan MCB Daiko 2A sebesar (109,800 ± 31,428) detik dan t = 0,001. Pada MCB MG 4A dan MCB King’s 4A didapat selisih waktu putus sebesar (126 ± 64,293) detik dan t = 0,012. Untuk MCB MG 6A dan MCB King’s 6A didapatselisih waktu putus sebesar (126,920 ± 12,982) detik dengan t = 0,000. Sedangkan untuk MCB MG 10A dan MCB King’s 10A didapat selisih waktu putus sebesar (116,200 ± 45,899) detik dengan t = 0,005. Keempat nilai penelitianMCB ini menghasilkan nilai yang berbeda dan sangat bermakna. Dari ketiga MCB yang dipergunakan sebagai sampel penelitian hanya MCB MG yang memiliki waktu putus sedangkan MCB Daiko dan MCB King’s memiliki waktu putus = 0 detik (gagal putus). Dengan demikian dari ketiga MCB yang mengalami penelitian hanya MCB MG yang pantas sebagai alat pengaman. Cara memilih alat pengaman sebaiknya dipilih secara seksama, memeriksa kapasitas, merek, kwalitas dan alat pengaman MCB dipilih tidak berdasarkan harga yang murah
ALOKASI PEMBEBANAN OPTIMAL PADA SISTEM PEMBANGKITAN DI BALI i Ketut Wijaya
Jurnal Teknologi Elektro Vol 3 No 2 (2004): (July - December) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada sistem pengoperasian tenaga listrik, komponen biaya operasi terbesar adalah biaya bahan bakar. Oleh karenanya efisien pemakaian bahan bakar sangat besar pengaruhnya terhadap penghematan biaya operasi. Pengalokasian pembebanan pembangkit yang optimal merupakan suatu usaha untuk meminimumkan biaya operasi pada sistem tenaga listrik, tanpa melanggar persyaratan operasi.Dalam penelitian ini, untuk menghitung alokasi pembebanan unit-unit pembangkit yang beroperasi digunakan algoritma optimasi yaitu; Gradient Projection Method (GPM).Dengan menggunakan metode ini untuk Sistem Pembangkitan Bali pada tanggal 31 Desember 2003, selama lima jam diperoleh penurunan biaya bahanbakar yang cukup signifikan.