Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI POPULASI BAKTERI RESISTEN MERKURI DI DAERAH ALIRAN SUNGAI TONDANO, KELURAHAN KETANG BARU, MANADO Aaltje E. Manampiring; Billy J. Keppel
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 11 Nomor 1, April 2011
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.817 KB) | DOI: 10.35799/jis.11.1.2011.36

Abstract

Kadar merkuri yang tinggi di perairan umumnya dapat mempengaruhi keadaan biota termasuk bakteri yang resisten terhadap merkuri. Penelitian deskriptif yang menggunakan metode cross sectional bertujuan untuk menguji resistensi bakteri di aliran sungai Tondano, Kelurahan Ketang Baru, Manado terhadap merkuri. Escherichia coli dan Bacillus careus (isolat1,1 dan 2,2) hanya dapar tumbuh pada konsentrasi HgCl2 0,02%. Lactobacillus sp. dan Veillonella parvula (isolat 1,2 2,1 3,1 dan 3,2) tumbuh pada konsentrasi HgCl2 0,06%. Lactobacillus sp. (isolat 3,1) saja yang tumbuh pada konsentrasi HgCl2 0,1% dan tidak ada bakteri yang mampu tumbuh pada konsentrasi HgCl2 0,2%. STUDY ON POPULATION OF MERCURY-RESISTANT BACTERIAIN THE WATERSHED AREA OF TONDANO RIVER,KELURAHAN KETANG BARU, MANADOHigh concentration of mercury in the watershed area can affect biota condition, including mercury-resistant bacteria. This descriptive research with cross-sectional method aimed to evaluate the mercury-resistance of bacteria in watershed area of Tondano, Kelurahan Ketang Baru, Manado. Escherichia coli and Bacillus careus (isolates 1,1, dan 2,2) were able to grow in HgCl2 0,02%. Lactobacillus sp. and Veillonella parvula (isolates 1,2 2,1 3,1 and 3,2) grow in HgCl2 0,06%. Lactobacilus sp. (isolate 3,1) only grow in HgCl2 0,1% and none of bacteria could grow in HgCl2 0,2%.
STUDI KADAR SENG PADA SUMUR GALI DI KECAMATAN DIMEMBE, KABUPATEN MINAHASA UTARA Aaltje E. Manampiring
EKOTON Vol. 3 No. 2 (2014): Juli - Desember 2014
Publisher : PPLH-SDA, Lembaga Penelitian Unsrat Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seng (Zn) merupakan logam esensial yang dapat di temukan di udara, air, tanah bahkan pada makanan. Seng juga merupakan salah satu parameter kimia anorganik yang dibutuhkan oleh tubuh untuk proses metabolisme sekitar 4-14 mg per hari, apabila di konsumsi kurang dari atau lebih dari konsentrasi maka akan menimbulkan gangguan pada kesehatan. Pada studi ini akan dilaporkan kadar seng pada sumur gali masyarakat di 2 desa yaitu desa Dimembe dan desa Laikit yg ada di kecamatan Dimembe, serta untuk mengetahui apakah kadar seng pada sumur gali masyarakat telah memenuhi syarat atau tidak dengan metode penelitian observasional di lapangan, dengan analisis datanya bersifat deskriptif analitik. Pengumpulan data penelitian dilakukan secara crosssectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Sebanyak 40 sampel air sumur gali yang didapat dari rumus Single Mean dan di uji melalui pemeriksaan laboratorium dengan metode spektrofotometri serapan atom (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar seng yang terkandung pada sumur gali di Desa Laikit dan Dimembe bervariasi, namun tidak jauh berbeda nilainya antara sumur satu dengan sumur yang lainnya. Kandungan seng pada sumur gali masyarakat Desa Laikit berkisar antara 0,020 mg/l – 0,052 mg/l dengan rata-rata 0,032 (sd ± 0,0142) sedangkan kadar seng yang diperiksa di sumur gali masyarakat Desa Dimembe berkisar antara 0,019 mg/l dengan rata-rata 0,046 dan (sd ± 0,0349). Berdasarkan hasil itulah dapat disimpulkan bahwa kadar seng pada sumur gali di Desa Laikit dan Dimembe memenuhi syarat air bersih yaitu nilainya tidak melebihi batas maksimum yaitu 15 mg/l.