Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Pengaruh E-Wom, Information Adoption, Brand Image Terhadap Purchase Intention Pada Produk Skincare Glad2glow Di Shopee Anisya Suwardi; Sapto Jumono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi pengaruh electronic word of mouth (e-wom), information adoption, dan brand image terhadap pengaruh purchase intention konsumen terhadap produk skincare Glad2Glow di platform Shopee. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya kesadaran konsumen terhadap perawatan kulit serta peran ulasan digital dalam pengambilan keputusan pembelian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner online kepada 120 responden berusia 17-30 tahun yang berdomisili di Jakarta dan pernah melihat produk skincare Glad2Glow di Shopee. Analisis data menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan software SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e- wom berpengaruh positif signifikan terhadap information adoption dan purchase intention, information adoption berpengaruh positif terhadap purchase intention, brand image juga berpengaruh positif terhadap pucrchase intention, serta information adoption memediasi hubungan antara e-wom dan purchase intention. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya strategi digital marketing yang berfokus pada kualitas e-wom, keakuratan informasi produk, serta penguatan brand image untuk meningkatkan minat beli konsumen.
Pengaruh Green Marketing, Perceived Green Value dan Green Brand Awareness terhadap Green Purchase Intention Pada Produk Skincare Ramah Lingkungan Ghaida Tsuraya Zahra; Sapto Jumono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5713

Abstract

Pertumbuhan industri dan teknologi memicu kerusakan lingkungan, termasuk dari limbah industri skincare. Tren ramah lingkungan mendorong produsen beralih ke bahan alami. Media sosial seperti Instagram dan TikTok berperan besar dalam menyebarkan kampanye green marketing dan memengaruhi perilaku konsumen, khususnya generasi muda. Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh green marketing, perceived green value, green brand awareness, dan green purchase intention, baik secara langsung maupun tidak langsung. Menggunakan metode purposive sampling, penelitian melibatkan 107 responden berusia minimal 18 tahun yang berdomisili di Jakarta dan tertarik untuk membeli produk skincare ramah lingkungan. Data dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan google form, dan model penelitian diuji dengan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green marketing berpengaruh positif terhadap perceived green value. Namun, perceived green value tidak berpengaruh terhadap green purchase intention. Green marketing juga tidak berpengaruh langsung terhadap green purchase intention. Selanjutnya, green marketing terbukti berpengaruh positif terhadap green brand awareness, dan green brand awareness berpengaruh positif terhadap green purchase intention. Selain itu, green marketing berpengaruh terhadap green purchase intention yang dimediasi oleh green brand awareness. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan niat beli produk skincare ramah lingkungan lebih efektif dilakukan melalui penguatan green brand awareness. Hasil penelitian ini memberikan beberapa implikasi bagi manajemen perusahaan skincare. Perusahaan disarankan untuk lebih gencar mengedukasi konsumen mengenai manfaat penggunaan produk skincare yang mendukung kelestarian lingkungan.