Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KARAKTERISTIK PASIEN KANKER KOLOREKTAL DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT (RSUP) SANGLAH BERDASARKAN DATA DEMOGRAFI, TEMUAN KLINIS DAN GAYA HIDUP Ni Kadek Ariesta Dwijayanthi; Ni Nyoman Ayu Dewi; I Made Mahayasa; I Wayan Surudarma
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i12.P13

Abstract

ABSTRAK Kanker kolorektal merupakan salah satu keganasan dengan tingkat morbiditas dan mortalitas tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Studi karsinogenesis global menyatakan bahwa terdapat faktor lingkungan multipel memegang peranan yang sangat penting dan beraksi langsung maupun tidak langsung terhadap predisposisi defek genetik. Meski demikian, generalisasi data tersebut belum dapat diaplikasikan di Indonesia, khususnya di Bali. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik pasien kanker kolorektal di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah berdasarkan data demografi, temuan klinis, serta gaya hidup. Penelitian ini adalah studi deskriptif cross-sectional yang dilakukan selama empat bulan di RSUP Sanglah. Prosedur penelitian berupa pengumpulan data karakteristik dari data rekam medis pasien kanker kolorektal (total sampling dari bulan September-Desember 2016) menggunakan lembar ekstraksi data. Analisis data secara deskriptif menggunakan program SPSS versi 23. Total 20 orang pasien kanker kolorektal dengan 13 diantaranya memenuhi kriteria sampel. Secara demografi, pasien berjenis kelamin perempuan (92,3%) dan usia lebih atau sama dengan 50 tahun (92,3%) memiliki frekuensi yang paling banyak. Gejala klinis bervariasi dengan nyeri perut bawah (84,6%), tinja bercampur darah (69,2%), gejala anemia (69,2%) dan penurunan nafsu makan (69,2%) yang paling sering dikeluhkan. Sebagian besar pasien memiliki komorbid (76,9%), stadium kanker akhir (46,2%), dan hasil laboratorium abnormal (92,3%) untuk temuan klinis. Gaya hidup berupa riwayat rutin olahraga, merokok dan konsumsi minuman beralkohol tidak ditemukan. Sebagai kesimpulan, jenis kelamin wanita dengan usia tua, dengan gejala nyeri perut bawah dan hasil laboratorium abnormal merupakan karakteristik paling umum yang ditemukan pada pasien kanker kolorektal di RSUP Sanglah. Kata kunci: Karakteristik, kanker kolorektal, demografi, temuan klinis, gaya hidup
KARAKTERISTIK PASIEN KANKER KOLOREKTAL DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT (RSUP) SANGLAH BERDASARKAN DATA DEMOGRAFI, TEMUAN KLINIS DAN GAYA HIDUP Ni Kadek Ariesta Dwijayanthi; Ni Nyoman Ayu Dewi; I Wayan Surudarma; I Made Mahayasa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.813 KB) | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i6.P12

Abstract

ABSTRAKKanker kolorektal merupakan salah satu keganasan dengan tingkat morbiditas dan mortalitastertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Studi karsinogenesis global menyatakan bahwa terdapatfaktor lingkungan multipel memegang peranan yang sangat penting dan beraksi langsung maupuntidak langsung terhadap predisposisi defek genetik. Meski demikian, generalisasi data tersebutbelum dapat diaplikasikan di Indonesia, khususnya di Bali. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukanuntuk mengetahui karakteristik pasien kanker kolorektal di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP)Sanglah berdasarkan data demografi, temuan klinis, serta gaya hidup. Penelitian ini adalah studideskriptif cross-sectional yang dilakukan selama empat bulan di RSUP Sanglah. Prosedurpenelitian berupa pengumpulan data karakteristik dari data rekam medis pasien kanker kolorektal(total sampling dari bulan September-Desember 2016) menggunakan lembar ekstraksi data.Analisis data secara deskriptif menggunakan program SPSS versi 23. Total 20 orang pasien kankerkolorektal dengan 13 diantaranya memenuhi kriteria sampel. Secara demografi, pasien berjeniskelamin perempuan (92,3%) dan usia lebih atau sama dengan 50 tahun (92,3%) memiliki frekuensiyang paling banyak. Gejala klinis bervariasi dengan nyeri perut bawah (84,6%), tinja bercampurdarah (69,2%), gejala anemia (69,2%) dan penurunan nafsu makan (69,2%) yang paling seringdikeluhkan. Sebagian besar pasien memiliki komorbid (76,9%), stadium kanker akhir (46,2%), danhasil laboratorium abnormal (92,3%) untuk temuan klinis. Gaya hidup berupa riwayat rutinolahraga, merokok dan konsumsi minuman beralkohol tidak ditemukan. Sebagai kesimpulan, jeniskelamin wanita dengan usia tua, dengan gejala nyeri perut bawah dan hasil laboratorium abnormalmerupakan karakteristik paling umum yang ditemukan pada pasien kanker kolorektal di RSUPSanglah. Kata kunci: Karakteristik, kanker kolorektal, demografi, temuan klinis, gaya hidup
Faktor yang Berhubungan dengan Penyebab Admisi dan Kematian Pasien Systemic Lupus Erythematosus (SLE) di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar Ni Kadek Ariesta Dwijayanthi; Pande Ketut Kurniari
MEDICINUS Vol. 39 No. 5 (2026): MEDICINUS
Publisher : PT Dexa Medica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56951/6553mv58

Abstract

Systemic lupus erythematosus (SLE) is a complex autoimmune disease with high mortality. Epidemiological data on SLE related mortality in Indonesia remain limited, therefore, this study was conducted to identify the characteristics of patients with SLE who died. This study used a cross-sectional design with total sampling based on medical record data of SLE patients who died during hospitalization at RSUP Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah, Denpasar from August 2022 to October 2024. Data were analyzed using SPSS version 22.The mortality of SLE patients at RSUP Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah, Denpasar during this study period were 45 patients. The female-to-male patient ratio was 10:1, with a mean age of 34.96 (±11.50) years, history of hospitalizations of 2,27 (±1.09) times in the last 3 months, and the length of hospitalization of 6.40 (±3.48) days. Approximately 55% of patients died within less than 3 months after the diagnosis of SLE was established. Most patients (73.33%) experienced infections, and40% patients had cardiovascular and 55.55% had renal comorbidities. Vasculitis and neuropsychiatric SLE (NPSLE) were associated with severe disease activity. While worsening SLE activity was a major factor in patient admission, deaths were primarily attributed to infections (19 cases; 42.22%) and comorbid complications (17 cases; 37.78%).Cardiovascular disease was associated with hospital admissions due to comorbid complications (p=0.05) and with increased SLE disease activity at admission (p=0.02). Infection remains the leading cause of mortality in SLE and also a contributing factor to delays in initiating high-dose corticosteroid administration. Cardiovascular disease appears to be a comorbidity that progresses and worsens earlier in SLE patients. Multidisciplinary management of infectious andcardiovascular comorbidities may reduce mortality and morbidity in SLE.