This Author published in this journals
All Journal Ordik
Junaidi Budi Prihanto
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

APLIKASI PROPENSITY SCORE MATCHING PADA ANALISIS TINGKAT KEBUGARAN JASMANI (DAYA TAHAN JANTUNG PARU) BERDASARKAN STATUS TINGKAT AKTIVITAS OLAHRAGA (DATA SPORT DEVELOPMENT INDEX 2006) Junaidi Budi Prihanto,
Ordik Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Propensity score matching (PSM) adalah model analisis yang menggunakan pemadanan berdasarkan nilai propensity dari kelompok terpajan dan kontrol, sehingga masing-masing subjek pada 2 kelompok tersebut akan memiliki padanan dengan karakteristik yang sama. Pemadanan mengakibatkan asumsi exchangeability dalam counterfactual framework terpenuhi, sehingga dapat mereduksi bias seleksi. Secara konsep hasil analisis yang dihasilkan PSM akan menghasilkan nilai bias yang lebih rendah dibandingkan jika hanya menggunakan model regresi. Sementara dari hasil survei Sport Development Indeks dikatakan bahwa tingkat kebugaran Bangsa Indonesia sangat memprihatinkan dengan 81% penduduk termasuk dalam kategori tidak bugar. Padahal semestinya kebugaran adalah faktor utama pencegah resiko penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan model PSM pada analisis tingkat kebugaran jasmani. Pemodelan yang digunakan adalah model faktor resiko yang berusaha untuk menilai pajanan tingkat aktivitas olahraga terhadap status kebugaran dengan faktor yang menjadi potensial confounder adalah variabel ruang terbuka olahraga, sumber daya manusia olahraga, usia, gender, Indeks Massa Tubuh, pekerjaan, propinsi dan sosial ekonomi kabupaten. Dari hasil penelitian di dapat OR dari PSM 1,28. Secara statistik tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat aktifitas olahraga dan kebugaran jasmani dengan nilai efek yang kecil. Meskipun nilai efek yang dihasilkan kecil, program untuk meningkatkan partisipasi masyarakat agar aktif berolahraga sangat penting untuk digalakkan agar nilai kebugaran meningkat sehingga dapat menaikkan angka produktifitas, menurunkan resiko penyakit degeneratif dan menghemat anggaran kesehatan negara
ANALISIS TINGKAT KEBUGARAN JASMANI (DAYA TAHAN JANTUNG PARU) BERDASARKAN STATUS TINGKAT AKTIVITAS OLAHRAGA (DATA SPORT DEVELOPMENT INDEX 2006) Junaidi Budi Prihanto,
Ordik Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data WHO tahun 2000, penyakit tidak menular telah mendominasi penyebab kematian utama dan beban penyakit secara global akibat dari meningkatnya kesejahteraan dan perubahan gaya hidup. Gaya hidup tidak aktif (sedentary life style) terjadi akibat kurangnya aktifitas fisik harian. Telah terdapat bukti empirik tentang hubungan antara aktivitas fisik dan kebugaran terhadap kesehatan dan penyakit tidak menular. Sementara itu berdasarkan hasil survei Sport Development Indeks 2006 didapatkan hasil bahwa sebagian besar (81%) masyarakat Indonesia tergolong memiliki tingkat kebugaran yang buruk. Dari data survei SDI tersebut dapat dibayangkan tingkat produktivitas bangsa Indonesia dan beban kesehatan yang akan ditanggung negara di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi hubungan antara tingkat kebugaran jasmani (daya tahan jantung paru) berdasarkan status tingkat aktivitas olahraga menggunakan analisis regresi logistik model faktor resiko pada data Sport Development Indeks (SDI) tahun 2006. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dan dengan model faktor resiko akan dinilai pajanan tingkat aktivitas olahraga terhadap status kebugaran dengan faktor yang menjadi potensial confounder adalah variabel ruang terbuka olahraga, sumber daya manusia olahraga, usia, gender, Indeks Massa Tubuh, pekerjaan, propinsi dan sosial ekonomi kabupaten. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa terdapat interaksi antara aktivitas olahraga sebagai faktor resiko dengan variabel usia dan IMT sebagai faktor konfounder. Maka terdapat 4 nilai OR sebagai hasil interpretasi dari model akhir regresi logistik sebagai berikut: Logit (Status Kebugaran) = -1,51 + 0,15Aktif + 0,38Usia2 – 0,044IMTkat –  0,21Kerja2 + 0,6aktif_usia2 – 0,26aktif_imtkat.
Meningkatkan Keaktifan Mahasiswa dalam Perkuliahan Pendidikan Kesehatan Sekolah pada Jurusan Pendidikan Olahraga Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Investigation Junaidi Budi Prihanto, ; S.km., ; M.km,
Ordik Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkuliahan Pendidikan Kesehatan Sekolah di Jurusan Pendidikan Olahraga masih berjalan belum optimal karena selama ini model pembelajaran yang digunakan dalam adalah pembelajaran langsung (direct instruction) dimana dosen memegang peran terbesar dalam perkuliahan sehingga mengakibatkan mahasiswa menjadi kurang aktif yang dapat berakibat mudah hilangnya konsentrasi mahasiswa saat perkuliahan, sehingga kelas menjadi gaduh karena banyaknya mahasiswa yang melakukan hal-hal lain di luar konteks belajar mengajar. Untuk mengatasi masalah tersebut akan digunakan model pembelajaran kooperatif tipe tim infestigation. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian tindakan kelas, dengan instrumen peneliti sendiri serta bantuan lembar observasi kegiatan dosen mahasiswa, kuis dan field note yang akan mencatat proses belajar dan catatan-catatan yang dianggap penting selama observasi. Penelitian berlangsung selama 2 minggu dimulai pada tanggal 15 Desember 2010 dan berakhir tanggal 22 Desember 2010. Pelaksanaan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe team investigation memberikan dampak positif baik bagi dosen maupun mahasiswa. Dengan pembelajaran kooperatif tipe team infestigation, mahasiswa menjadi aktif untuk memahami materi perkuliahan dan mampu bekerjasama dalam kelompok lebih baik