Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Foundry

ANALISA PERBANDINGAN KOMPOSISI UNSUR Mg TERHADAP PEMBULATAN GRAFIT DAN KEKERASAN PRODUK PRESSURE PLATE Sabtun Ismi Khasanah; Fauzant Habib
JURNAL FOUNDRY Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62944/jf.v5i2.61

Abstract

Pressure Plate merupakan salah satu produk yang diproduksi di PT. X. Produk ini sering mengalami return dari customer dikarenakan kualitas produk tidak sesuai dengan yang diminta. Pressure plate yang diproduksi berbahan dasar FCD 650. Hasil identifikasi awal, produk ini memiliki nilai kekerasan yang berbeda-beda diakibatkan oleh perbedaan komposisi unsur Mg pada produk. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut pengaruh komposisi Mg terhadap pembulatan grafit dan kekerasan produk. Penelitian dilakukan dengan membandingkan tiga variasi sampel yang mengandung komposisi Mg yang berbeda-beda, yakni 0,0302% (di bawah standar), 0,0380% (sesuai standar) dan 0,0851% (di atas standar). Pengujian dilakukan pada tiga buah variasi sampel tersebut. Pengujian pertama yaitu pengujian komposisi kimia yang bertujuan untuk mengetahui komposisi kimia pada ketiga buah variasi. Sampel pengujian kimia diambil dari cairan logam yang masih cair kemudian di tuang pada cetakan logam (chill test). Selanjutnya dilakukan uji metalografi dan uji kekerasan. Sebelum dilakukan pengujian metalografi dan kekerasan sampel uji dipreparasi terlebih dahulu. Pengujian metalografi digunakan untuk menentukan struktur mikro dari FCD 650. Hasil analisa komposisi kimia, struktur mikro dan nilai kekerasan menunjukan bahwa nilai kekerasan ketiga variasi sampel masuk kriteria yang di tetapkan perusahaan, akan tetapi hasil analisis struktur mikro menunjukkan bahwa variasi pertama memiliki kualitas yang lebih baik daripada variasi yang lain. Hal ini dikarenakan kandungan lederburit dalam variasi 1 paling rendah yaitu 5% dimana kandungan lederburit di dalam FCD diupayakan seminimal mungkin atau bahkan tidak ada.
PERBANDINGAN INOKULASI MENGGUNAKAN METODE LADLE INOCULATION DAN METODE STREAMING PADA PRODUK MASPRO FLANGE 32A DENGAN MATERIAL FCD 450 Sabtun Ismi Khasanah; Laurensius Parulian
JURNAL FOUNDRY Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62944/jf.v6i1.66

Abstract

Penambahan inokulasi pada besi cor berfungsi sebagai pencegahan cacat akibat undercooling. Fungsi lainnya juga bermanfaat untuk proses pembentukan grafit pada besi cor. Penambahan inokulasi pada besi cor memiliki banyak metode dalam prosesnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan metode penambahan inokulasi khususnya terhadap kekerasan produk Flange 32A dengan jenis material yang digunakan yaitu FCD (Ferrous Casting Ductile) 450. Metode penambahan inokulasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode non streaming inoculation (ladle inoculation) dan streaming inoculation. Proses inokulasi ladel dilakukan dengan penambahan bahan inokulan yang diletakkan pada dasar ladel bersamaan dengan bahan Mg-treatment, sedangkan metode streaming dilakukan penambahan inokulasi pada ladel dan dilanjutkan inokulasi secara langsung pada saat proses pouring. Sampel yang didapatkan dari kedua metode ini kemudian akan di analisa melalui beberapa pengujian yaitu uji komposisi kimia, uji kekerasan HRB (Hardness Rockwell B) dan uji metalografi. Perbedaan metode inokulasi menghasilkan nilai kekerasan yang jauh berbeda. Nilai kekerasan yang dihasilkan melalui metode inokulasi non streaming sebesar 113-118 HRB, sedangkan melalui metode inokulasi streaming sebesar 93-94 HRB. Berdasarkan nilai kekerasan standart JIS G5502 mengenai spesifikasi besi cor nodular, nilai kekerasan yang masuk ke dalam range standar diperoleh dari metode inokulasi streaming. Grafit yang terbentuk terdiri dari grafit bentuk VI dengan persebaran fasa perlit dan ferit berturut-turut dan 50,75% dan 49,25%.