Pemerintah Indonesia menargetkan pencapaian net zero emission pada tahun 2060, salah satunya melalui percepatan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) pada sektor transportasi. Implementasinya masih terdapat tantangan khususnya ketersediaan dan pemerataan infrastruktur SPKLU. Dari permasalahan tersebut, dibutuhkan perancangan lokasi optimal untuk penyebaran SPKLU agar memenuhi permintaan pengguna kendaraan listrik. Penelitian ini memfokuskan pada penentuan jumlah konektor dan jenis pengisian pada setiap kandidat lokasi SPKLU yang berfokus di kantor kecamatan se-Kota Bogor menggunakan mixed integer linear programming. Output model merekomendasikan pemasangan SPKLU baru di kecamatan seperti Bogor Barat, Tanah Sareal, dan Bogor Selatan, di mana permintaan tinggi namun cakupan masih terbatas. Total biaya optimal untuk lokasi alokasi SPKLU sebesar Rp 15.769.626.838, kondisi ini mencakup jenis charging yang akan dipasang dan alokasi pelayanan SPKLU terhadap permintaan yang ada. Model yang dihasilkan mampu menentukan kombinasi lokasi pembangunan SPKLU yang efisien secara biaya. Namun dalam keputusan pengembangan SPKLU perlu mempertimbangkan tidak hanya efisiensi biaya, tetapi juga aspek teknis dan karakteristik lokasi.