Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Jurnal MIPA

Perubahan Kualitas Bakasang Ikan Malalugis (Decapterus kurroides) Selama Penyimpanan Sani, Irene V.; Fatimah, Feti; Kamu, Vanda S.
Jurnal MIPA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.5.1.2016.11407

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kualitas bakasang ikan malalugis (Decapterus kurroides) selama penyimpanan. Adapun kajian yang dilakukan meliputi pengujian kadar air dengan metode oven, kadar lemak dengan metode soxhletasi, serta kadar protein dengan metode kjeldahl. Berdasarkan pengujian yang dilakukan didapatkan kadar air bakasang hasil penelitian semakin meningkat selama penyimpanan dari minggu pertama sampai minggu ke empat yaitu sebesar 13,5% - 26,5%. Kandungan protein bakasang hasil penelitian menurun selama penyimpanan dari minggu pertama sampai minggu ke empat yaitu berkisar antara 4,666% - 3,855%. Sedangkan kadar lemak bakasang hasil penelitian semakin menurun yaitu berkisar antara 27,23% - 20,97%. Hasil penelitian menunjukkan lama penyimpanan mempengaruhi kualitas bakasang.A research about the quality of the fish bakasang malalugis (Decapterus kurroides) during storage bakasang. The study was conducted on the testing of water content by oven method, fat content by soxhletasi method,  and protein content by the Kjeldahl method. Based on tests found the water content of research bakasang was increasing during storage of the first week to the fourth week was equal to 13.5% - 26.5%. Protein content of research bakasang results was decreasing during storage from the first week to the fourth week in range between 4.666% - 3.855%. Fat content of bakasang research was decreasing in range between 27.23% - 20.97%. The results showed storage time affects the quality bakasang.
Aktivitas Perlindungan Tabir Surya Secara In Vitro Dari Ekstrak Etanol Kulit Buah, Kulit Biji dan Biji Pinang Yaki (Areca vestiaria Giseke) Anggriani, Irmawati; Runtuwenen, Max R.J.; Kamu, Vanda S.
Jurnal MIPA Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.2.2017.17757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas perlindungan tabir surya dari ekstrak etanol kulit buah, kulit biji dan biji pinang yaki secara in vitro. Tahap pendahuluan penelitian ini yaitu menguji nilai SPF (Sun Protection Factor) yang dilakukan secara invitro dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Serbuk kulit buah, kulit biji dan biji dimeserasi dengan pelarut etanol kemudian dipekatkan dengan rotary evaporator sehingga menghasilkan ekstrak pekat. Ekstrak etanol kulit buah, kulit biji dan biji pinang yaki memiliki nilai SPF yang berbeda yaitu 12,05 , 3,45 , dan 1,00. Dari nilai SPF ketiga sampel tersebut, kulit buah yang memiliki nilai SPF tertinggi dan termasuk dalam kategori Proteksi Maksimum sehingga kulit buah pinang yaki dapat dilakukan uji lanjut tentang aktivitas perlindungan tabir surya secara in vivo.The purpose of this study were to test the sunscreen protection activity of ethanol extract of the skin of Pinang Yaki fruit, shell skin and seed by using in vitro method. The preliminary stage of this research was to test the value of SPF (Sun Protection Factor) by invitro using UV-Vis spectrophotometry method. Skin of Pinang Yaki Fruit, shell skin and seed were maceration with ethanol then concentrated with a rotary evaporator to produce a concentrated extract. Skin of Pinang fruit, shell skin and seed have different SPF values of 12.05, 3.45, and 1.00. From the SPF values of the three samples, the skin of the fruit has the highest SPF value and is included in the Maximum Protection category so that the skin of Pinang Yaki fruit could be tested futher for  sunscreen protection activity by in vivo method.
Identifikasi Barcode Tumbuhan Gedi Merah (Abelmoschus manihot L. medik) dan Gedi Hijau (Abelmoschus moschatus) Berdasarkan Gen matK Fattah, Yusuf R.; Kamu, Vanda S.; Runtuwene, Max R. J.; Momuat, Lidya I.
Jurnal MIPA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.2.2014.5863

Abstract

Gedi (Abelmoschus L.) merupakan tumbuhan tropis. Tumbuhan ini memilki efek farmakologis. Masyarakat Minahasa mengkonsumsi daun gedi yang direbus tanpa diberi bumbu sebagai obat tradisional untuk menurunkan kadar kolesterol, antihipertensi dan antidiabetes. Suatu metode baru untuk mengidentifikasi dan menganalisis keanekaragaman genetika spesies telah dikembangkan dengan menggunakan potongan gen standar yang dikenal dengan teknik DNA barcoding. Salah satu gen yang terdapat pada tumbuhan yaitu gen matK telah digunakan sebagai gen standar untuk barcoding. Pada penelitian ini telah dilakukan isolasi DNA total dan gen matK penanda barcode DNA dari gedi merah dan gedi hijau, serta analisis in-silico terhadap produk gen matK gedi merah, gedi hijau, dan kerabat terdekatnya. Gen matK diisolasi dan diamplifikasi menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan primer forward (5’-CGTACAGTACTTTTGTGTTT ACGAG-3’) dan primer reverse (5’-ACCCAGTCCATCTGGAAATCTTGGTTC-3’). Hasil pengurutan nukleotida DNA barcode matK menunjukkan bahwa sebanyak 828 pb matK berhasil diisolasi untuk tumbuhan gedi merah dan tumbuhan gedi hijau. Urutan nukleotida matK gedi merah dan gedi hijau menunjukkan tingkat kemiripan yang tinggi, yaitu > 95%. Selain itu, hasil analisis in-silico menunjukkan bahwa protein MatK gedi dan kerabat terdekatnya bersifat hidrofobik.Gedi (Abelmoschus L.) is a tropical plant. This plant has the pharmacological effects. Minahasan people consumed boiled gedi without any spices addition to lower cholesterol level, blood pressure, and glucose level. A new method for identifying and analyzing the genetic diversity of species has been developed using standard gene known as DNA barcoding technique. One of the genes found in plants called matK gene was used as standard for DNA barcoding. In this research, identification of DNA barcode of red gedi and green gedi based on matK gene, and in-silico analysis on the matK gene products of red gedi, green gedi, and its closest relatives gedi have been done. matK gene was isolated with Polymerase Chain Reaction (PCR) using forward primer (5'-CGTACAGTACTTTTGTGTTTACGAG-3') and reverse primer (5'-ACCCAGTCCATCTGGAAATCTTGGTTC-3'). Barcode DNA of red and green gedi showed 828 bp nucleotide sequence based on matK gene. In addition, matK of both gedi showed high similarity, i.e. >95%. Furthermore, in-silico analysis of MatK gedi and its closest relative showed that this protein is hidrophobic.
Pengaruh Antibakteri Ekstrak Kulit Batang Matoa (Pometia pinnata) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus secara In vitro Ngajow, Mercy; Abidjulu, Jemmy; Kamu, Vanda S.
Jurnal MIPA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.2.2.2013.3121

Abstract

Telah dilakukan penelitian secara kualitatif terhadap pengaruh antibakteri dari ekstrak kulit batang matoa (Pometia pinnata. Spp.) terhadap bakteri Gram positif Staphylococcus aureus . Sebelum dilakukan uji antibakteri, sampel yang telah diekstrak secara maserasi diuji fitokimia terlebih dahulu untuk menentukan kandungan metabolit sekunder yang telah diketahui berperan sebagai agen antibakteri. Setelah dilakukan uji fitokimia, ekstrak diuji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan menggunakan teknik difusi agar dengan cara sumuran. Ekstrak dilarutkan pada aquades steril dengan perbandingan 2 g ekstrak pada 2 mL air. Untuk kontrol positif, digunakan ciprofloxacin dan aquades steril sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang matoa memiliki aktivitas antibakteri setelah diinkubasi selama 24 jam pada 37 OC. Dari 3 kali pengulangan dengan masing – masing 3 sumuran, didapat zona hambat masing – masing 16.84 mm, 12.5 mm dan 14.5 mm dengan kontrol positif 29.67 mm serta kontrol negatif 0 mm. Hasil yang diperoleh didukung oleh keberadaan metabolit sekunder hasil uji fitokimia yaitu tanin, flavonoid, terpenoid dan saponin.A qualitative study has done  of the antibacterial effect of matoa (Pometia pinnata) stem bark extract against Gram-positive bacteria Staphylococcus aureus . Before the antibacterial test , samples were extracted by maceration and then  phytochemical  tested to measuring the content of secondary metabolites  that have been known to act as an antibacterial agent . After being tested of phytochemical , extracts were tested the antibacterial effect  against Staphylococcus aureus using agar diffusion technique. Extract was dissolved in sterile distilled water with a ratio of 2 g of extract in 2 mL of water . For the positive control , use of ciprofloxacin and sterile distilled water as a negative control . Results of this study indicate that matoa bark extract has antibacterial effect after incubation for 24 h at 37OC . Of 3 times with each repetition - each 3 wells, the inhibition zone obtained - each 16.84 mm , 12.5 mm and 14.5 mm with 29.67 mm of positive control and a negative control by 0 mm . The results are supported by the presence of secondary metabolites by phytochemical test such as tannins , flavonoids , terpenoids and saponins.
Kinetika Fotodegradasi Remazol Yellow Menggunakan Zeolit A Terimpregnasi TiO2 Titdoy, Suhardi; Wuntu, Audy D.; Kamu, Vanda S.
Jurnal MIPA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.5.1.2016.11192

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kinetika fotodegradasi remazol yellow dengan menggunakan zeolit A terimpregnasi TiO2. Jumlah TiO2 divariasikan dalam perbandingan berat zeolit A : TiO2 sebesar 1:0.4, 1:0.6, 1:0.8, 1:1, 1:1.2, dan 1:1,4 g/g. Eksperimen kinetika dilakukan melalui penentuan konsentrasi remazol yellow yang tersisa setelah interaksi zeolit A : TiO2 dengan larutan remazol yellow yang disinari UV pada waktu 10, 20, 30, 40, 50, 60, dan 90 menit. Selanjutnya data dianalisis mengikuti model kinetika reaksi orde-1. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi jumlah TiO2 dalam material  zeolit A : TiO2 maka semakin kecil laju fotodegradasi. Perbandingan berat 1:0,4 menghasilkan laju fotodegradasi paling besar dengan konstanta laju sebesar 0,0184 menit-1.A research on photodegradation kinetics of remazol yellow using TiO2-impregnated A-type zeolite has been done. The amount of TiO2 was varied in weight ratio of zeolite A : TiO2 which were 1:0.4, 1:0.6, 1:0.8, 1:1, 1:1.2, and 1:1.4 g/g. Kinetics experiment was performed by determining the concentration of remazol yellow remained after the interaction of zeolite A : TiO2 with remazol yellow solution that is illuminated by UV-light at 10, 20, 30, 40, 50, 60 and 90 minutes. Data obtained was analyzed using first-order reaction kinetics model. The results showed that the higher the amount of TiO2 in the mixture of zeolite A : TiO2 material, the smaller the rate of photodegradation. The weight ratio of 1:0.4 produced the greatest rate of photodegradation with rate constant of 0.0184 min­­­­-1.
Uji Fitokimia dan Antioksidan dari Daun Yantan (Blumea chinensis DC) Rambi, Griffin A. D.; Kamu, Vanda S.; Runtuwene, Max R. J.
Jurnal MIPA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.5.1.2016.11409

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan kandungan fitokimia dan aktifitas antioksidan dari ekstrak etanol daun yantan (Blumea chinensis DC). Kandungan fitokimia yang diuji adalah total fenolik dan total flavonoid. Total fenolik menggunakan metode Folin-Ciocalteu  (Yadaf dan Agarwala, 2010), lalu untuk mengetahui total flavonoid menggunakan aluminium klorida (Sultana et al., 2011), dan pengujian aktifitas antioksidan menggunakan 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) (Subedi et al., 2011). Hasil penelitian menunjukan kandungan fenolik total sebesar 26,75 mg/L dan kandungan flavonoidnya sebesar 12,56 mg/L,untuk pengujian aktifitas antioksidan didapatkan nilai IC50 sebesar 240,19 mg/L.Research have been done to determining the phytochemical compound and antioxidant activity of yantan (Blumea chinensis DC) leaves. The phytochemical compound which tested is phenolic total and flavonoid total. Phenolic total using Folin-Ciocalteu  method (Yadaf dan Agarwala, 2010), then to determining the total flavonoid using aluminium chloride (Sultana et al., 2011), and test of the antioxidant activity using 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil DPPH (Subedi et al., 2011).The result of the total phenolic content was showed 26,75 mg/L and the total flavonoid content is 12,56 mg/L, for antioxidant activity test obtained the value IC50 is 240,19 mg/L.
Penentuan Aktivitas Antioksidan Berdasarkan Nilai IC50 Ekstrak Metanol dan Fraksi Hasil Partisinya pada Kulit Biji Pinang Yaki (Areca vestiaria Giseke) ., Filbert; Koleangan, Harry S. J.; Runtuwene, Max R. J.; Kamu, Vanda S.
Jurnal MIPA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.2.2014.6002

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nilai IC50 ekstrak metanol dan hasil partisinya dari ekstrak Areca vestiaria Giseke. Penelitian dimulai dengan proses maserasi menggunakan pelarut metanol, kemudian dievaporasi pada suhu 40oC dan menghasilkan 27,3 g ekstrak pekat dari 330,2 g sampel. Selanjutnya, ekstrak metanol diuji aktivitas antioksidannya dan diperoleh nilai IC50 sebesar 8,3 ppm.. Ekstrak kemudian dipartisi dengan  pelarut n-heksana, etil asetat dan air dan dievaporasi. Seluruh fraksi kemudian diuji aktivitas antioksidannya dan fraksi etil asetat menunjukkan aktivitas antioksidan yang paling baik dengan nilai IC50 sebesar 10,9 ppm.The purposes of this research were to determine the IC50 values from methanol extract and its extract partition of extract Areca vestiaria Giseke. The research was started with maceration process using methanol as a solvent, then evaporated at 40oC which produce 27,3 g extract from 330,2 g sample. After that, methanol extract was tested its antioxidant activity and the result of IC50 values ​​was 8,3 ppm. And then, the extract was partitioned with n-hexane, ethyl acetate and water and evaporated. All of the fraction was then tested its antioxidant activity. Ethyl acetate fraction showed the best antioxidant activity with IC50 values ​​of 10,9 ppm.
Aktivitas Penghambatan Oksidasi Asam Linoleat Ekstrak Metanol Daun Soyogik (Saurauia bracteosa DC) dengan Metode Ferric Thiocyanate Rotty, Marsella; Runtuwenen, Max R.J.; Kamu, Vanda S.
Jurnal MIPA Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.2.2017.17756

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan kandungan total fenolik dan aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun soyogik (Saurauia bracteosa DC) sebagai peredam radikal bebas asam linoleat. Kandungan total fenolik diukur dengan metode Folin-Ciocalteu sedangkan aktivitas antioksidan diukur dengan metode FTC (Ferric Thiocyanate) untuk mengetahui kemampuan penghambatan peroksida pada tahap pertama oksidasi lipid.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol memiliki kandungan total fenolik sebesar 99,67 mg/kg dan kemampuan dalam menghambat oksidasi asam linoleat sebesar 49,464%.This research has been conducted to measure the total phenolic compounds and the antioxidant activity of methanol extract of soyogik leaves (Saurauia bracteosa DC) as a reducer of free radicals linoleic acid. The total phenolic content was measured using folin-ciocalteu method, meanwhile the antioxidant activity was measured using FTC (Ferric Thiocyanate) method and to determine the peroxide inhibitory capability in the first stages of lipid peroxidation. The results showed that the methanol extract had a total phenolic content of 99, 67 mg/kg and peroxide inhibition of 49, 464%
Skrining Fitokimia Dan Uji Toksisitas Ekstrak Biji Aren (Arenga pinnata MERR.) Arief, Dhea Amelia; Sangi, Meiske; Kamu, Vanda S.
Jurnal MIPA Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.6.2.2017.16928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining fitokimia dari Biji Aren (Arenga pinnata Merr.) dan menentukan toksisitas dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstrak etanol dari biji aren mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, triterpenoid, saponin dan tanin sebagai hasil uji fitokimia. Uji toksisitas terhadap indikator larva udang Artemia salina Leach. Menunjukkan nilai LC50 bersifat toksik. Nilai LC50 yang diperoleh sebesar 50, 64 ppm yang ditentukan dengan analisis regresi menggunakan MS Office Excel 2007The research aimed to recognize the phytochemical screening and to determine the toxicity on sugar palm (Arenga pinnata Merr.) seed using Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) . Ethanol extract of palm sugar seed contained some compounds secondary metabolites such as flavonoid, triterpenoid, saponin, and tannin as a result of phytochemical test. The toxicity test against animal indicator shrimp Artemia salina Leach showed LC50 values were obtained at 50,64 ppm determined by regression analysis using MS Office Excel 2007.
Barcode DNA Tanaman Leilem (Clerodendrum minahassae L.) Berdasarkan Gen matK Kalangi, Cindy; Kamu, Vanda S.; Kumaunang, Maureen
Jurnal MIPA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.2.2014.5861

Abstract

Gen matK merupakan gen pengkode protein maturaseK yang terdapat pada kloroplas tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan urutan nukleotida dari barcode DNA tanaman leilem (Clerodendrum minahassae L.) berdasarkan gen matK. Prosedur penelitian yang dilakukan meliputi: isolasi DNA total tanaman leilem, amplifikasi gen matK melalui PCR, sekuensing hasil PCR, serta penentuan barcode DNA leilem. Isolasi DNA total dari tanaman leilem telah dilakukan berdasarkan prosedur manual dari InnuPrep Plant DNA Kit yang dimodifikasi dengan menghasilkan larutan berwarna hijau kekuningan yang menunjukkan adanya klorofil yang larut. Gen matK parsial telah diisolasi dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan Primer Forward matK-1RKIM-f dan Primer Reverse matK-3FKIM-r. Analisis urutan nukleotida matK menghasilkan fragmen berukuran 843 pb. Kedua urutan nukleotida matK dari sampel tanaman leilem yang berasal dari Kauditan dan Tomohon menunjukkan hasil barcode DNA yang sama.MaturaseK is a protein encoded by matK gene which is located in plant chloroplast. The aim of this research was to determine the DNA barcode of leilem plant (Clerodendrum minahassae L.) based on matK nucleotides sequence. This research was done by isolating total DNA of leilem, amplified matK gene by PCR, sequencing the PCR product, and determined the DNA barcode of leilem. Total DNA of leilem plant was isolated by using the modified procedure from InnuPrep Plant DNA Kit. The DNA isolation resulted a green-yellowish solution which shows dissolved chlorophyll. Partial matK gene was amplified using PCR method with matK-1RKIM-f as forward primer and matK-3FKIM-r as reverse primer. Amplification by PCR resulted a 843 bp DNA fragment of matK. Both nucleotide sequences of matK from two samples of leilem plant taken from Kauditan and Tomohon showed the same DNA barcode.