S Sulistiyani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF BACTERIAL SYMBIONTS OF SOFTCORAL Sinularia sp. AGAINST PATHOGENIC RESISTANT BACTERIA S Sulistiyani
JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT Vol 13, No 2 (2010): Volume 13, number 2, Year 2010
Publisher : JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.186 KB)

Abstract

Infections caused by resistant microbes may cause failure to respond to medical treatments, resulting in prolonged illness and greater risk of death. Treatment failures also lead to longer periods of infection, which increase the numbers of infected people moving into the community and thus expose the general population to the risk of contracting a resistant strain of infection. Soft corals have been known to produce secondary metabolites, some of  which may have anticancer, antifouling, antibacterial activity. It has been suggested that natural products from marine invertebrates have striking similarities to metabolites of their association microorganisms. The aim of this study was to isolate and characterize bacterial symbionts of soft coral Sinularia sp. having antibacterial activity against pathogenic Multi Drugs Resistant bacteria (Staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Enterobacter). Five were successfully screened for antibacterial against resistant pathogenic bacteria. Two isolates, SNTGZ10 and SNTGZ11 were found to inhibit the growth of MDR Staphylococcus aureus, SC4TGZ3 and SC4TGZ11 inhibited the growth of MDR Escherichia coli and Enterobacter sp. , while isolate SC4TGZ4 inhibit the growth of MDR Enterobacter sp. Molecular identification revealed that: SNTGZ10 and SNTGZ11 were closely related to Virgibacillus; SC4TGZ3 to Pseudovibrio; SC4TGZ4 to Alphaproteobacteria; and SC4TGZ11was closely related to Microbulbife. The bacterial symbionts of softcoral Sinularia sp. offer potential source of antibacterial compounds in particular against MDR strains.    
PENGARUH PERUBAHAN KADAR pH KULIT TERHADAP NAPKIN ECZEMA Adi Topan Ramdani; S Sulistiyani; Devi Usdiyana Rosyidah; Dodik Nursanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2021: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Napkin eczema atau diaper dermatitis adalah reaksi inflamasi pada kulit daerah perineum dan perianal (daerah popok). Diketahui Napkin eczema ini mempengaruhi 7% sampai 35% dari populasi umum, dengan insiden terbesar antara usia 9 sampai 12 bulan. Penggunaan popok merupakan salah satu faktor penyababnya. Keberadaan feses dan urin yang menumpuk pada popok dalam waktu yang lama dapat meningkatkan pH kulit menjadi basa sehingga berpengaruh terhadap kerusakan barrier kulit. Apabila hal ini terjadi secara terus menerus dapat menyebabkkan gangguan kulit seperti eritem dan maserasi karena peningkatan pH kearah basa, dengan nilai (pH >7). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa apakah terdapat pengaruh perubahan kadar pH terhdap kejadian Napkin eczema. Desain penelitian menggunakan metode literature review. Sumber data sekunder yang diperoleh berupa artikel jurnal internasional. Pencarian literature dalam literature review ini menggunakan dua database yaitu Pubmed, Sciene Direct dan dilaporkan dengan mengunakan metode PRISMA dan metode narrative. kata kunci tingkat pH kulit or Napkin eczema or dermatitis popok or diaper rash. Penelitian dilakukan tanggal 20 Desember 2020 Hasil penelitian terdapat data gabungan dari 2 database sebanyak 298, didapatkan 24 artikel dari indexing PubMed dan 274 artikel dari indexing Science Direct. Setelah duplikat artikel dihilangkan, total tersisa 298. Kemudian setelah diidentifikasi judul dan abstrak dari masing-masing artikel tersebut, 291 artikel tidak memenuhi kriteria inklusi, tersisa 7 artikel yang sesuai. Dari ke 7 artikel tersebut semuanya dapat diakses oleh peneliti dan diinklusikan dalam penelitian ini. Simpulan ada pengaruhnya perubahan kadar pH kulit terhadap kejadian Napkin eczema serta kondisi pH basa (>7) paling banyak menyebabkan Napkin eczema. Jadi teori peneliti pada hipotesis dengan teori penelitian yang lainnya ini sama. Menjaga kadar pH kulit tetap stabil sangat penting untuk kesehatan kulit bayi. Kondisi kulit yang memiliki pH > 7,0 dan pH < 4,0 dapat merusak barrier kulit sehingga rentan terkena Napkin eczema.