Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL ILMIAH PLATAX

The potential of catappa leave to prevent Aeromonas hydrophila infection in Nile Tilapia Oreochromis niloticus Selvyane Bukasiang; Henky Manoppo; Sartje Lantu; Nego E. Bataragoa; Cyska Lumenta; Reni L. Kreckhoff
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 7 No. 2 (2019): ISSUE JULY - DECEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.2.2019.23722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan dosis penambahan ekstrak daun ketapang dalam pakan untuk meningktkan. Ikan uji adah benih nila berukuran 5-8 cm dengan beratr ata-rata 2,93 g yang diperoleh dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Tatelu. Bahan uji berupa Daun Ketapang  (Terminalia catappa) dengan dosis A= 0, B= 5 g/kg, C= 10 g/kg, D= 20 g/kg dan E= 40 g/kg  diberikan kepada ikan selama 21 hari. Ikan diberi pakan perlakuan dua kali sehari yakni pukul 09.00 am dan 16.00 pm dengan dosis pemberian 5%/berat tubuh/hari. Hasil penelitian didapatkan pertumbuhan terbaik dicapai pada kosentrasi ekstrak daun ketapang 5 g/kg.  Sebagai kesimpulan adalah ekstrak daun ketapang dapat digunakan dalam akuakultur untuk meningktkan pertumbuhan ikan.Kata kunci : Daun Ketapang, tanaman obat, ikan Nila,  A. hydrophila, budidaya ABSTRAKThe research aimed to  establish the accurate dose of catappa leave extract supplemented into feed to enhance fish growth.  The fish measuring 5-8 cm with an average weight of 2.93 g were obtained from Board of Freshwater Fisheries Aquaculture Tatelu. Catappa leave extract as much as A= 0, B= 5 g/kg, C= 10 g/kg, D= 20 g/kg dan E= 40 g/kg were added into feed and fed to fish for 21 days.  The fish wee fed twice  day at 09.00 am and 16.00 pm at 5% of body weigth a day.  Research result showed that application of 5 g of leave extract per kg of feed gave the best absolute and specific growth of fish.  Thus, supplementation of leave extract into fish feed was potential ti improve fish growth.Keywords: catappa leave, medicinal plant, Nile tilapia, aquaculture, A. hydrophila.
The use of fish silage in different composition for the growth of carp Cyprinus carpio L. Julio David; Sartje Lantu; Henneke Pangkey; Lawrence J.L. Lumingas; Jeffrie F. Mokolensang; Juliaan Ch. Watung
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 7 No. 2 (2019): ISSUE JULY - DECEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.2.2019.23725

Abstract

This study aims to examine the fish silage for total gain weight, growth rate, and the specific growth rate of common carp (Cyprinus carpio L.), which is cultivated in 12 nets (1x0,5x1m), with the density of 10 fish (3-5 cm) on each net. The experimental design used was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications; treatment A with 10% fish silage, treatment B with fish silage 20%, treatment C with 30% fish silage and treatment D were commercial pellet. The ANOVA test showed that the treatment effect among feed A, B, C, and D tested did not give a significant difference to total gain weight, growth rate and the specific growth of carp fry.Keyword: common carp, fish silage, fish feed, growth ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menelaah pemberian silase ikan bagi pertumbuhan mutlak, pertumbuhan nisbi, dan pertumbuhan harian ikan mas (Cyprinus carpio L.), yang dipelihara dalam petak-petak jaring berukuran 1x 0,5 x 1 m, dengan padat penebaran 10 ekor ikan berukuran  3-5 cm. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan; perlakuan A pelet berkomposisi silase ikan 10%, perlakuan B pelet berkomposisi silase ikan 20 %, perlakuan C pelet berkomposisi silase ikan 30 % dan perlakuan D adalah pelet komersil. Uji ANOVA menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan di antara pakan A, B, C, dan D yang diujicobakan tidak memberikan perbedaan yang nyata terhadap pertumbuhan mutlak, pertumbuhan nisbi dan pertumbuhan harian benih ikan mas.Kata kunci : ikan mas, silase ikan, pakan ikan, pertumbuhan
Growth study of coi fish larvae fed chydoridae Henneke Pangkey; Sartje Lantu; Revol D. Monijung
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 7 No. 2 (2019): ISSUE JULY - DECEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.2.2019.24867

Abstract

First culture media for chydoridae used horse manure dried in the sun with a composition of 10 grams and 50 grams of soil dissolved in 1 L of water for 5 days, then filtered and diluted three times. Laboratory-scale cultures were carried out in a 500 ml volume jar containing horse manure culture media; then in the process fed with bread yeast and rice bran (0.05 gr yeast and rice bran/500 ml) every 3 days. Mass culture uses 12 jar containers with a volume of 3 L.The administration of chydoridae to two-day old koi fish larvae was carried out with the following treatments: treatment A, which was ornamental fish fed with boiled egg yolk in ad libitum; treatment B is ornamental fish fed with 5 individual chydoridae/ml and treatment C, which is not given any food with three replications. The design of the response in this study was to see the survival rate of ornamental fish larvae (%).The results of measurements of water quality during the study showed that the temperature during the study was 27°C, while the pH was 7. From the statistical analysis it was found that administration of chydoridae had a significant effect on the survival of two-day-old koi fish larvae which were kept for 14 days.Keywords: chydoridae, life feed, ornamental fish larvae, growthABSTRAKMedia kultur awal chydoridae menggunakan kotoran kuda yang dikeringkan di bawah sinar matahari dengan komposisi 10 gram kotoran kuda serta 50 gram tanah yang dilarutkan dalam 1 L air selama 5 hari, kemudian dilakukan penyaringan dan diencerkan sebanyak tiga kali.  Kultur skala laboratorium dilakukan dalam wadah toples dengan volume 500 ml berisi media kultur kotoran kuda; selanjutnya dalam proses kultur chydoridae diberi makan ragi roti dan dedak (0,05 gr ragi dan dedak /500 ml) setiap 3 hari sekali. Kultur massal menggunakan wadah toples sebanyak 12 buah dengan volume 3 L dengan mengikuti metode pada kultur skala laboratorium.Pemberian chydoridae kepada larva ikan koi yang berumur dua hari dilakukan dengan beberapa perlakuan sebagai berikut : perlakuan A yaitu  ikan hias diberi makan kuning telur rebus secara ad libitum; perlakuan B yaitu  ikan hias diberi makan chydoridae 5 individu/ml dan perlakuan C yaitu  ikan hias tidak diberi makan apapun dengan tiga ulangan.  Rancangan respons dalam penelitian ini adalah melihat laju kelangsungan hidup larva ikan hias (%).Hasil pengukuran kualitas air selama penelitian menunjukkan, suhu selama penelitian adalah 27 °C, sedangkan pH adalah 7.  Dari hasil analisis statistik diperoleh bahwa pemberian chydoridae sangat memberi pengaruh nyata kepada kelangsungan hidup larva ikan koi berumur dua hari yang dipelihara selama 14 hari.Kata kunci: chydoridae, pakan alami, larva ikan hias, pertumbuhan