Sanggar Kanto
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Brawijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konstruksi Sosial Upacara Ritual Lohor Masyarakat Adat Dalam Menghadapi Bencana di Desa Bayan Kabupaten Lombok Utara Ramadhan, Fawaz; Susilo, Edi; Kanto, Sanggar
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 3 No. 2 (2024): Gender Equality and Democratic Governance
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.bjss.2024.003.02.6

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan konstruksi sosial upacara ritual lohor pada masyarakat adat Bayan dalam menghadapi bencana. Bencana gempa bumi 2018 di Pulau Lombok membawa dampak tidak hanya fisik namun juga trauma mendalam bagi masyarakat. Bagi masyarakat adat Bayan bencana gempa bumi adalah teguran, cobaan dan sekaligus azab bagi manusia. Untuk itu perlu dilakukan upacara ritual lohor yang dipercaya dapat melindungi mereka dan menyembuhkan bumi dari kerusakan yang ditimbulkan oleh Bencana. Namun, disatu sisi ritual ini juga dapat sebagai penyebab terjadinya bencana jika dilakukan dengan tujuan yang tidak tepat. Ritual yang dilakukan pada hari jumat merupakan bentuk dari akulturasi antara praktik agama dan adat lokal. Ritual ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat umum dan bahkan oleh generasi muda Bayan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawacara mendalam, dan dokumentasi. Teori konstruksi realitas sosial miliki Peter L. Berger dan Thomas Luckmann digunakan untuk menjelaskan proses terbentuknya melalui tahapan ekternalisasi, obyektivikasi dan internalisasi. Hasil penelitian antara lain: upacara ritual lohor merupakan serangkaian acara yang dimulai di rumah adat Bayan Timur diakhir dengan doa di masjid kuno. Konstruksi yang terbangun dipengaruhi oleh penyimpangan yang dilakukan oleh tokoh adat dalam pelaksanaan upacara ritual lohor. Melalui penyimpangan tersebut masyarakat memiliki pengetahuan tentang upacara ritual lohor. Meskipun adanya sanksi-sanksi sosial yang diberikan kepada tokoh tersebut.
The Dynamic Role of Religious Figures in The Diffusion of Community Forest Development: A Study of Phenomenology on Madurese Community in Probolinggo Regecny Tirmidi, Tirmidi; Kanto, Sanggar; Hidayat, Kliwon; Luth, Thohir
JURNAL AT-TURAS Vol 8, No 1 (2021): Penafsiran dan Sosiologi Hukum Islam
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/at-turas.v8i1.2287

Abstract

One of the causes of the successful development of community forests in Probolinggo Regency was the participation of religious leaders. This study explored the dynamics of the role of religious leaders in the development of community forests. Through a qualitative research design with a phenomenological approach and a Naturalistic paradigm, it was found that religious leaders carried out dynamic roles from the pioneering period to the period of obtaining international ecolabel certificates. From this discovery, three propositions were drawn to which after inter-relation between the concepts, two substantive theories were drawn, namely (1) Followers’ Need-Based Visionary Leader Theory, dan (2) Theory of Change-and-Innovation Enabling Leader Quality (Attributes of Change-and-innovation Enabling Leader).