Ika Kartika Angellya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Penggunaan Interjeksi dalam Novel ‘T Spookhuis (Gedhong Setan) Karya Suparto Brata Ika Kartika Angellya
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 1 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.208 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan :  (1) mendeskripsikan bentuk interjeksi dalam novel ‘t Spookhuis (Gedhong Setan) (2) mendeskripsikan fungsi interjeksi dalam novel ‘t Spookhuis (Gedhong Setan), yaitu : (a) bentuk primer (ah, lo, wah, oh, wis, uh, o, hiih, huh, wih, ooo, hmm, e, eh, uuh,). (b) bentuk sekunder (gedheng, jamput, gemang, alaa, edan, astagfirullahaladzim, ayo, aja, apa, wadhuh, aduh, embuh, he-eh, iki, ora. Di dalam bentuk sekunder juga terdapat interjeksi yang berbentuk pengulangan kata seperti: ha-ha-ha, aja-aja, lo-lo-lo-lo, hi-hi-hik, uh-uh-uh, embuh-mbuh-mbuh, dan wis-wis-wis. Bentuk interjeksi memiliki fungsi berbeda-beda: (1) mengungkapkan rasa kecewa (ah, gendheng, lo, ora dan alaa), (2) mengungkapkan rasa kekesalan (oh, la, wes, iki, alaa, uh, embuh dan gemang), (3) mengungkapkan rasa kekaguman (wih, dan wah), (4) mengungkapkan rasa kesenangan (o, ah, hihik, dan ha), (5) mengungkapkan rasa kemarahan (he-eh, wis, ah, embuh dan ora), (6) mengungkapkan rasa harapan (ah, eh), (7) mengungkapkan rasa kepuasan (we dan o), (8) mengungkapkan rasa ketakutan (ah, edan, hmm), (9) mengungkapkan rasa ajakan (ayo), (10) mengungkapkan rasa kekagetan (lo, e, ah, ooo, embuh, apa, huh, wadhuh dan astaghfirullohhal’adzim), (11) mengungkapkan rasa keheranan (o, aneh, la, dan wo), (12) mengungkapakan rasa panggilan (heh), (13) mengungkapkan rasa kesakitan (adhuh), (14) mengungkapkan rasa keterkejutan (lo, ah dan hmm).   Kata kunci: interjeksi, novel ‘t Spookhuis