Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RELEVANSI NILAI INFORMASI LABA TERHADAP NILAI PASAR EKUITAS PERUSAHAAN PADA SIKLUS HIDUP PERUSAHAAN Winarsih -
Value Added : Majalah Ekonomi dan Bisnis Vol 7, No 1 (2010): Value Added : Majalah Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.64 KB) | DOI: 10.26714/vameb.v7i1.710

Abstract

Informasi laba bergantung pada tahapan siklus hidup yang sedang dijalani oleh suatu perusahaan. Masing–masing tahap siklus hidup perusahaan berhubungan dengan besarnya laba yang dihasilkan perusahaan. Tiap tahap siklus hidup memiliki karakteristik yang berbeda yang akan menyebabkan ukuran relevansi nilai laba yang berbeda pula.Hubungan tersebut dapat dijelaskan melalui konsep nilai perusahaan, yang dirangkai dengan ekspektasi karakteristik tahap siklus hidup perusahaan. Selanjutnya, informasi laba akan berdampak pada nilai pasar ekuitas. Nilai pasar ekuitas diartikan sebagai kemampuan yang dimiliki perusahaan, dinyatakan dalam suatu ukuran tertentu yangberlaku dalam aktivitas pasar modal. Pada tahap start–up, laba perusahaan negatif sehingga perusahaan masih memilikikesempatan tumbuh yang besar dan prospek untuk menghasilkan laba positif di masa depan sehingga diharapkan nilai pasar ekuitasnya tinggi.Pada tahap growth dan tahap mature perusahaan telah memperoleh sejumlah pendanaan sehingga menghasilkan laba bersih. Oleh karena itu, pada siklus hidup ini perusahaan diharapkan mampu menghasilkan laba positif yang mencerminkan kondisi ekonomi perusahaan yang baik, dengan harapan nilai pasar ekuitas perusahaan tinggi.Pada tahap decline , perusahaan memiliki kesempatan tumbuh yang terbatas, menghadapi persaingan yang semakin tajam, pangsa pasar potensial yang semakin sempit, dan ekspansi yang semakin tidak menguntungkan. Kondisi ini mempersulit kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, dan dimungkinkannya dihasilkannya laba negatif. Angka laba negatif ini mencerminkan buruknya realitas ekonomiperusahaan sehingga nilai pasar ekuitas perusahaan diharapkan rendah.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN LABA BANK SYARIAH DI INDONESIAFAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN LABA BANK SYARIAH DI INDONESIA sigit setiawan; winarsih -
JURNAL EKONOMI MANAJEMEN AKUNTANSI Vol 18, No 31 (2011)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.552 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan laba pada bank syariah. Adapun faktor-faktor tersebut permodalan, pembiayaan, non performance finance, dana masyarakat, dan biaya operasional. Perusahaan bank yang dijadikan sampel adalah Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat Indonesia, dan Bank Mega Syariah Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah bank umum syariah yang beroperasi di Indonesia. Sedang teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan periode pengamatan tahun  2005 sampai dengan tahun 2010 dan diperoleh sebanyak 3 bank syariah sebagai sampel, sehingga terdapat 15 pengamatan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi dan menggunakan program aplikasi SPSS versi 15.Hasil penelitian dengan pengujian secara simultan (uji F) diperoleh hasil bahwa permodalan, pembiayaan, non performance finance, dana masyarakat, dan biaya operasional secara serentak mempengaruhi pertumbuhan laba bank syariah di Indonesia. Di sisi lain, hasil pengujian secara parsial (uji t),  membuktikan bahwa permodalan, pembiayaan, dan dana masyarakat berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba sedangkan non performance finance dan biaya operasional memberikan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan laba.Kata kunci : pembiayaan, non performance finance, , biaya operasional, dan pertumbuhan laba.