Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS TEORITIS STRUKTUR PERKUATAN PONDASI TELAPAK PADA BANGUNAN GEDUNG UNTUK BANGUNAN ALIH FUNGSI DENGAN MENGGUNAKAN SAP 2000 Karundeng, Adriana; Manalip, Hieryco; Wallah, Steenie E.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 11, No 1 (2021): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan bertingkat dengan beton bertulang sebagai bagian dari struktur dan konstruksinya sangat rawan terhadap keruntuhan jika tidak direncanakan dengan baik. Karna itu dalam perencanaan bangunan alih fungsi sangat penting untuk menganalisa kekuatan struktur utama mulai dari struktur kolom, balok dan pondasi pendukungnya untuk memastikan bahwa bagian–bagian dari sistem struktur ini sanggup dan mampu mendukung beban tambahan, menyokongnya dan menyalurkan beban ke tanah dengan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas daya dukung maksimum pondasi terhadap beban yang bekerja termasuk penambahan beban dari Ruko 3 lantai menjadi Hotel 6 lantai dan menentukan desain struktur perkuatan atau perbaikan struktur pondasi. Hasil perhitungan SAP 2000 didapat Beban Aksial (P) 286220,32 kN dan Momen (M) 3664,92 kN/m dimana kapasitas daya dukung pondasi maksimum tidak mampu menahan beban yang bekerja akibat penambahan beban. Dengan dimensi pondasi eksisting 160 x 160 x 40 cm hasil perhitungan daya dukung tanah netto 1118.05 kN/mm2 dimana daya dukung tanah lebih kecil 822 kN/mm2. Pondasi mampu memikul geser satu arah (Vu1) 268.33 kN dan Vc 466.67 kN, sementara hasil perhitungan Vc 350 kN yang artinya lebih besar dari Vu1. Pondasi tidak mampu menahan geser dua arah (Vu2) 2194.50 kN (Pers. 3) dan hasil perhitungan Vc = 1645.88 kN. Kata kunci: Alih Fungsi Bangunan, Perkuatan Pondasi, SAP 2000.
OHS Work Procedure Implementation and CSMS Performance in Construction Projects Karundeng, Adriana; Ahmad Yani Abas; Cyntha Tendean; Fandel Maluw; Floren Agnesia Sinaga
Jurnal Ilmiah Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Ilmiah Teknik
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/juit.v5i1.1857

Abstract

High accident risk in construction projects indicates that OHS documentation alone is insufficient without consistent on-site implementation of safe work procedures. Objective: This study evaluates the implementation of Occupational Health and Safety (OHS) based work procedures and analyzes their impact on the performance of the Construction Safety Management System (CSMS) in the Architectural Christian Center construction project, addressing the gap between administrative and operational compliance. Methodology: An evaluative design with combined descriptive quantitative and qualitative approaches was applied. Data were collected through questionnaires administered to project personnel, field observations, and reviews of OHS-related documents. Analysis compared on-site practices with applicable regulations and the CSMS theoretical framework, supported by interpretation of questionnaire and observation results to identify implementation gaps. Findings: Normatively, OHS-based work procedures meet CSMS documentation requirements; however, operational implementation remains ineffective. Work procedures and Job Safety Analysis (JSA) are still treated primarily as administrative instruments and are not consistently integrated into daily work execution methods. Worker compliance is uneven: PPE use shows relatively better adherence than compliance with work procedures and JSA, indicating that risk control is still oriented toward individual protection rather than optimized through administrative controls and engineering-based work methods. Additionally, positioning OHS personnel within the contractor’s internal organization may reduce the independence and effectiveness of safety supervision due to pressures related to time, cost, and progress targets. Implications: Improving CSMS performance requires stronger integration of work procedures and JSA into routine execution, more consistent enforcement of procedural compliance, and strengthened supervisory authority to reduce reliance on PPE. Originality: This study explicitly links OHS work procedure implementation to CSMS performance while highlighting the contractor-internal OHS organizational structure as a structural factor affecting enforcement effectiveness, and provides actionable recommendations to embed safety within engineering-based construction execution methods.
Kajian Tingkat Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Surface Distress Index serta Perencanaan Anggaran Biaya pada Ruas Jalan Raya Amurang - Ratahan Tendean, Cyntha; Peginusa, Stefani Switly; Karundeng, Adriana; Pandaleke, Agistia Trifena Renvi
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kerusakan perkerasan jalan menggunakan metode Surface Distress Index (SDI) serta menyusun rencana anggaran biaya pemeliharaan pada ruas Jalan Raya Amurang–Ratahan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan penanganan dan optimalisasi alokasi anggaran. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui survei lapangan secara langsung pada ruas jalan sepanjang ±2.500 m di Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara, dengan penilaian kondisi perkerasan berdasarkan jenis, tingkat keparahan, dan luas kerusakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari total luas perkerasan 15.000 m², kondisi jalan didominasi oleh kategori sedang sebesar 64%, diikuti kondisi baik sebesar 28%, dan rusak berat sebesar 8%, tanpa adanya kategori rusak ringan. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar ruas jalan telah mengalami penurunan kualitas yang memerlukan pemeliharaan berkala hingga rehabilitasi. Sejalan dengan kondisi tersebut, perencanaan anggaran biaya menunjukkan bahwa kebutuhan biaya pemeliharaan mencapai Rp 359.096.000, dengan komponen terbesar dialokasikan pada pekerjaan pelapisan ulang aspal (AC-WC) sebagai upaya utama dalam meningkatkan kualitas permukaan jalan. Penelitian ini menegaskan bahwa metode SDI efektif digunakan dalam mengidentifikasi tingkat kerusakan jalan dan mendukung penyusunan prioritas penanganan, di mana dominasi kerusakan kategori sedang berimplikasi pada kebutuhan intervensi pemeliharaan yang sistematis.