Michael Karundeng
Unknown Affiliation

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

FAKTOR INTRINSIK YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA KLIEN YANG TERPASANG TERAPI CAIRAN INTRAVENA DI RUANGAN ASOKA BOUGENVILLE RS TK. III R.W. MONGISIDI MANADO Suprapta, I Gusti Ngurah; Bidjuni, Hendro; Karundeng, Michael
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.7641

Abstract

ABSTRACK: Preliminary Anxiety is happening on the medical action can affect the health of the patient and family. One medical treatment procedures such as the installation of intravenous fluid therapy can bring anxiety within the client because there is the threat of bodily integrity. The purpose this study was to determine the factors associated with the level of anxiety in patients who mounted intravenous fluid therapy in the hospital room Asoka Bougenville Tk. III R.W. Monginsidi Manado. Research design used is descriptive cross sectional analytic approach. Sample 43 respondents. Determination of the sample by using total sampling. The statistical test used Chi-Square with significance level α = 0.05. Results obtained: there is a relationship between therapeutic communication with the patient's anxiety level, there is a relationship between the length of time the patient's anxiety level, and there is a relationship between the degree of discomfort with the level of anxiety in patients who mounted intravenous fluid therapy. Conclusion There is a significant relationship between communication trapeutik, duration and degree of discomfort attached to the patient's level of anxiety attached to intravenous fluid therapy. Suggestion of the results expected for nurses as implementing nursing care should pay more attention to the basic needs of patients, especially providing interventions for pain relief or restore comfort to simultaneously reduce patient anxiety. Keywords : Intravenous Fluid Therapy, Anxiety ABSTRAK: Pendahuluan Kecemasan yang terjadi atas tindakan medis dapat mempengaruhi kesehatan pasien dan keluarga. Salah satu prosedur tindakan medis seperti pemasangan terapi cairan intravena dapat mendatangkan kecemasan dalam diri klien karena terdapat ancaman integritas tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pada klien yang terpasang terapi cairan intravena di Ruangan Asoka Bougenville RS Tk. III R.W. Mongisidi Manado. Desain penelitian yang digunakan adalah Deskriptif analitik dengan pendekatan Cross sectional. Sampel 43 responden. Penentuan besar sampel dengan menggunakan total sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil Penelitian diperoleh: ada hubungan antara komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan klien, ada hubungan antara lama waktu dengan tingkat kecemasan klien, dan ada hubungan antara derajat ketidaknyaman dengan tingkat kecemasan pada klien yang terpasang terapi cairan intravena. Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi trapeutik, lama waktu terpasang dan derajat ketidaknyamanan dengan tingkat kecemasan klien yang terpasang terapi cairan intravena. Saran dari hasilpenelitian diharapkan bagi perawat sebagai pelaksana asuhan keperawatan harus lebih memperhatikan kebutuhan dasar klien terutama memberikan intervensi untuk menghilangkan nyeri atau mengembalikan kenyamanan sehingga secara bersamaan menurunkan tingkat kecemasan klien. Kata Kunci : Terapi Cairan Intravena, Kecemasan
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DI SMK FAJAR BOLAANG MONGONDOW TIMUR Mamonto, Sisca Fitrianingsi; Rompas, Sefti; Karundeng, Michael
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5225

Abstract

Abstrac: Introduction, the adolescence (10 – 24 years old) need to get a serious carefulness because they still in school generation and work generation, besides they will concern to reproduction age. Sexual transmitted disease are a part of reproduction duct infection (RDI) cause by fungus, virus, and parasite that in to body and multiply that spread through sexual intercourse. Purpose from this research was to determined the influence of health education towards adolescences knowledge and attitude about sexual transmitted disease In SMK Fajar of East Bolaang Mongondow. Method of this research was pre experimental with approximation one group pre test – post test design without a control group. Result of this research indicated an increased respondents with good knowledge from 13 respondents (23,2%) became 48 respondents (85,7%) and increased respondents with good attitude from 8 respondents (14,3%) became 15 respondents (26,8%) after inform the health education. Result of Wilcoxon test was P – value = 0,000 < 0,05 indicated a significant difference between the adolescences knowledge and attitude before and after inform the health education. Conclusion, that the health education giving a significant influence to adolescences knowledge and attitude about sexual transmitted disease In SMK Fajar of East Bolaang Mongondow. Suggestion for education institution expectantly need to develop the competition from the students nursing especially in community part to give health education about reproduction healhty. Key Word : Health Education, Knowledge, Attitude, Adolescence, Sexual Transmitted Disease. Bibligraphy : 11 books (2004-2013), 16 journals Abstrak: Pendahuluan, penduduk remaja (usia 10–24 tahun) perlu mendapat perhatian serius karena mereka masih termasuk dalam usia sekolah dan usia kerja, selain itu mereka akan memasuki umur reproduksi. Penyakit menular seksual adalah bagian dari infeksi saluran reproduksi (ISR) yang disebabkan oleh kuman seperti jamur, virus, dan parasit yang masuk dan berkembang biak di dalam tubuh yang ditularkan melalui hubungan seksual. Tujuan penelitian diketahuinya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang penyakit menular seksual di SMK Fajar Bolaang Mongondow Timur. Metode penelitian menggunakan pre eksperimental dengan pendekatan one group pre test – post test design tanpa kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan responden yang berpengetahuan baik dari 13 responden (23,2%) menjadi 48 respoden (85,7%) dan peningkatan sikap baik responden dari 8 responden (14,3%) menjadi 15 responden (26,8%) setelah pemberian pendidikan kesehatan. Hasil uji Wilcoxon didapatkan p-value = 0,000 < 0,05 menunjukan terdapat perbedaan bermakna antara tingkat pengetahuan dan sikap remaja sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan. Kesimpulan bahwa pendidikan kesehatan memberikan pengaruh yang signifikan pada tingkat pengetahuan dan sikap remaja tetang penyakit menular seksual di SMK Fajar Bolaang Mongondow Timur. Saran untuk institusi pendidikan diharapkan perlu adanya pengembangan kompetensi mahasiswa perawat terutama dalam bidang komunitas untuk pemberian pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi. Kata kunci : Pendidikan kesehatan, Pengetahuan, Sikap, Remaja, Penyakit menular seksual. Kepustakaan : 11 Buku (2004-2013), 16 Jurnal
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN ISPA DENGAN KEKAMBUHAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS BILALANG KOTA KOTAMOBAGU Sukarto, Riska Cahya W.; Ismanto, Amatus Yudi; Karundeng, Michael
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i1.11911

Abstract

Abstract: Acute Respiratory tract Infection (ARI) is an acute invection involving the organ of the upper respiratory tract and loer respiratory tract. These infections are caused by viruses, fungi and bacteria. The role of parents in prevention ARI on toddlers as a role of parents child care. The role of parents in the prevention of ARI in infants included in the parental role in the prevention as usual affected by the disease are age infants and children who are immune are still susceptible to infection. Research purpose is to determine the relationship of the parents role in the prevention of the reccurence of ARI on toddlers in Bilalang Health Center Care Kotamobagu City. Research design is cross sectional. Population oi this research is toddlers that are suffering from acute respiratory infection in Bilalang Health Centers Kotamobagu City. The research sample as 40 toddlers. Research Results by using Chisquare test and statistical test was getting p Value=0,003<0,05. The conclusion showed there is relationship between the role of parents with respiratory infection on toddlers relapse. Advice Expected for health workers in the region to provide health information to improve knowledge of parents through awareness about respiratory disease. Keywords: ARI, relatinship of parents, toddler Abstrak: Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernafasan bagian atas dan saluran pernafasan bagian bawah. Infeksi ini disebabkan oleh virus, jamur, dan bakteri. Peran orang tua dalam pencegahan ISPA pada balita termasuk dalam peran orang tua dalam perawatan anak. Peran aktif orang tua dalam pencegahan ISPA sangat diperlukan karena yang biasa terkena dampak ISPA yaitu usia balita dan anak-anak yang kekebalan tubuhnya masih rentan terkena infeksi. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan peran orang tua dalam pencegahan ISPA dengan kekambuhan ISPA pada balita di puskesmas Bilalang Kota Kotamobagu. Desain Penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini anak yang mengidap ISPA di Puskesmas Bilalang Kota Kotamobagu. Sampel Penelitian adalah 40 balita. Hasil Penelitian uji statistic uji Chi-square diperoleh nilai p value = 0,003 < 0,05, Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara peran orang tua dengan kekambuhan ispa pada balita. Saran bagi petugas kesehatan diwilayah tersebut untuk memberikan informasi kesehatan guna meningkatkan pengetahuan terhadap orang tua melalui sosialisasi tentang penyakit ISPA Kata Kunci : ISPA, Peran Orang Tua, Balita
HUBUNGAN PERILAKU DENGAN KEMAMPUAN PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN KESELAMATAN PASIEN (PATIENT SAFETY) DI RUANG AKUT INSTALASI GAWAT DARURAT RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Lombogia, Angelita; Rottie, Julia; Karundeng, Michael
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i2.12916

Abstract

Abstract:. Patient Safety is something that is far more important than the efficiency of the treatment, and the attitude with behavior of the nurse have an important role in the patient safety. Aim of the study: to identify the relationship between nurse’s behavior and competence in the practice of patient safety. Methods: design of this study using analytic survey with cross sectional approach. The population are all the nurses who works at the acute emergency room in Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Hospital and using purposive sampling that involved 31 nurses. The tools used were in this study are nurses behavior questionnaire sheet and nurse’s competence in the practice of patient safety observation sheet. Result: analysis while using Fisher’s Exact Test, shows that the p value identify patient is 0,043, the p value reduction risk of infection is 0,006 and the p value reduction risk of patient falls is 0,001 using Chi-square. All the p value smaller than the α value is 0,05. Conclusion: there is a relationship between behavior and nurse’s competence in the practice of patient safety at the acute emergency room in Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Hospital. Recommendations: the hospital nurses should improve their work discipline and compliance to increase the quality of nursing care which is related to patient safety according to hospital. Keywords : behavior, competence, patient safety. Abstrak: Keselamatan pasien merupakan sesuatu yang jauh lebih penting dari pada sekedar efisiensi pelayanan, dan perilaku dengan kemampuan perawat sangat berperan penting. Tujuan penelitian: mengetahui hubungan perilaku dengan kemampuan perawat dalam melaksanakan patient safety. Metode: desain penelitian ini adalah cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perawat yang bekerja di Ruang Akut IGD RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang melibatkan 31 perawat sebagai responden. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner perilaku perawat dan lembar observasi kemampuan perawat tentang keselamatan pasien. Hasil: analisis menggunakan Fisher’s Exact Test dan menunjukkan nilai p pada identifikasi pasien yaitu p=0,037, pada resiko infeksi pasien nilai p=0,005, dan pada resiko pasien jatuh nilai p=0,001 menggunakan Chi-square. Semua nilai p lebih kecil dari nilai α=0,05. Simpulan: terdapat hubungan antara perilaku dengan kemampuan perawat dalam melaksanakan patiet safety di Ruang Akut IGD RSUP Prof. Dr. D. R. Kandou Manado. Saran: bagi rumah sakit lebih meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang berkaitan dengan keselamatan pasien sesuai dengan panduan nasional keselamatan pasien. Kata Kunci : perilaku, kemampuan, patient safety.
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG GASTRITIS TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN GASTRITIS PADA REMAJA DI SMA NEGERI 7 MANADO Sumangkut, Maya Sinta; Rompas, Sefti; Karundeng, Michael
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5219

Abstract

Abstract: Gastritis is an inflammation of the gastric mucosa that characterized by discomfort in the upper abdomen, nausea, vomiting, decreased, appetite, or headache. Gastritis is one of types of the cases that generally affect in teenagers, caused by various factors, including knowledge and behaviors to prevent gastritis. The research purpose of this study is known about the effect of health education on the knowledge and behavior of gastritis prevention in adolescents. The method of this research is pre experimental with one group pre test and post test design. The sampling technique used purposive sampling and sample obtained 74 people. Data analysis used the Wilcoxone Signed Ranks test with α = 0,05. The results showed an increase in knowledge before and after the health education of 31 people (41,9%) with good knowledge to as many as 67 people (90,5%) good knowledge with P value = 0,000. And an increase in preventive behavior before and after the health education of 10 people (13,5%) sufficient behavior to as many as 65 people (87,8%) sufficient behavior with P value = 0,000. The conclusion there is the effect of health education on the knowledge and behavior of gastritis prevention in adolescents at High School State 7 Manado. Keywords : Gastritis, Health Education, Knowledge, Behavior, Adolescent Abstrak: Gastritis merupakan peradangan pada mukosa lambung yang ditandai dengan tidak nyaman pada perut bagian atas, rasa mual, muntah, nafsu makan menurun atau sakit kepala. Gastritis merupakan salah satu jenis kasus yang umumnya diderita oleh kalangan remaja, disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya pengetahuan dan perilaku untuk mencegah terjadinya gastritis. Tujuan penelitian diketahui pengaruh penyuluhan kesehatan tentang gastritis terhadap pengetahuan dan perilaku pencegahan gastritis pada remaja. Metode penelitian yang digunakan yaitu pre eksperimental dengan one group pre test and post test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan didapat sampel 74 orang. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan yaitu dari 31 orang (41,9%) dengan pengetahuan baik menjadi sebanyak 67 orang (90,5%) pengetahuan baik dengan P value = 0,000. Dan adanya peningkatan perilaku pencegahan sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan yaitu dari 10 orang (13,5%) dengan perilaku sedang menjadi sebanyak 65 orang (87,8%) perilaku sedang dengan P value = 0,000. Kesimpulan ada pengaruh penyuluhan kesehatan tentang gastritis terhadap pengetahuan dan perilaku pencegahan gastritis pada remaja di SMA Negeri 7 Manado. Kata Kunci : Gastritis, Penyuluhan Kesehatan, Pengetahuan, Perilaku, Remaja
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ANGGOTA KELUARGA PADA PENULARAN TB PARU DI PUSKESMAS WENANG DENGAN PERSEPSI KATEGORI BAIK Manarisip, Elvina Magdalena; Bidjuni, Hendro; Karundeng, Michael
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 1 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i1.4053

Abstract

Abtract : Background.In Indonesia Pulmonary TB is a major public health problem. The number of TB patients in Indonesia is the 5th largest in the world. Many factors will affect the family anxiety Pulmonary TB transmission, among others, the perception of the disease. Purpose. This study aims to determine Representation the  stage of family anxiety In pulmonary TB transmission in Wenang health centers with good category in perception Method. This research uses descriptive analytic method using a cross-sectional study design to determine the relationship of perception of TB disease with anxiety on family members of TB transmission in the health center Wenang. The samples done by purposive sampling, obtained a total sample of 42 people from 84 population aged 15-60 years. Research. Perceptions of illness showed all respondents have a good perception of the disease. As for the anxiety level of all respondents totaling 42 people have high levels of anxiety are different. With the level of anxiety was the greatest as many as 16 respondents (38.1%), the next level of mild anxiety as much as 12 respondents, and severe anxiety level 8 respondents, while frantic as 6 respondents (14.3%). Key Word: Perception, family, anxiety, transmission. Abstrak : Di Indonesia TB Paru merupakan masalah utama kesehatan masyarakat. Jumlah pasien TB Paru di Indonesia merupakan ke-5 terbanyak di dunia. Banyak faktor yang berpengaruh terhadap kecemasan keluarga akan penularan TB Paru, antara lain persepsi penyakit. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan anggota keluarga pada penularan TB Paru di Puskesmas Wenang dengan persepsi kategori baik. Metode. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penentuan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling, didapat jumlah sampel sebanyak 42 orang dari 84 populasi yang berusia 15-60 tahun. Hasil Penelitian. Persepsi penyakit menunjukkan  semua responden memiliki persepsi penyakit yang baik. Sedangkan untuk tingkat kecemasan seluruh responden yang berjumlah 42 orang memiliki tingkat kecemasan yang berbeda-beda. Dengan tingkat kecemasan sedang yang paling besar yaitu sebanyak 16 responden (38,1%), selanjutnya tingkat kecemasan  ringan sebanyak 12 responden, dan tingkat kecemasan berat 8 responden, sedangkan panik sebanyak 6 responden (14,3%). Kata kunci: Persepsi, keluarga, kecemasan, penularan.
PENGARUH SENAM KAKI DIABETES TERHADAP PERUBAHAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ENEMAWIRA Ruben, Graceistin; Rottie, Julia; Karundeng, Michael
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i1.11897

Abstract

Abstract: Diabetes Melitus type 2 caused by the sensitivity to insulin decreased (insulin resistance) or by the decreasing production of insulin. If these cases happen continuously without any medical treatment, it can be complication. To prevent it, one of the solutions for Diabetes Melitus type 2 patient is doing exercise like foot gymnastics. The purpose of this research is to know the effect of Diabetes Foot Gymnastic to the changes of blood glucose level for Diabetes Melittus type2 patient’s in Enemawirwa’s Public Health Centre. The design of this research was experimental with One Group Pre Test Post Test Design. The sampling Tecnique was performed with total sampling with a sample of 56 people. The results using Paired Samples T Test obtained Pvalue = 0,000 < α = 0,05. The conclusion based on the results of this research showed that there influence of Diabetes Foot Gymnastic to the changes of blood glucose level of Diabtes Mellitus Type 2 Patient’s in Enemawira’s Public Health Centre. Keywords : Blood glucose level, diabetes foot gymnastic Abstrak: Diabetes Melitus tipe 2 terjadi akibat penurunan sensitivitas terhadap insulin ( resistensi insulin) atau akibat penurunan jumlah produksi insulin. Apabila hal ini dibiarkan terus menerus tanpa terapi dapat menyebabkan terjadinya komplikasi, untuk mencegah hal tersebut,salah satu pilar penatalaksananan diabetes adalah latihan jasmani atau olahraga yaitu senam kaki diabetes. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh senam kaki diabetes terhadap perubahan kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe 2 diwilayah kerja puskesmas Enemawira. Desain penelitian yang digunakan adalah pra eksperimental dengan one group pretest post test design. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total samping dengan jumlah sampel 56 orang. Hasil penilitian menggunakan uji t-test paired samples test didapatkan nilai p = 0,000 < α = 0,05. Kesimpulan hasil penilitian menunjukan adanya pengaruh senam kaki diabetes terhadap perubahan kadar gula pasien diabetes mellitus tipe 2 diwilayah kerja puskesmas Enemawira.   Kata Kunci :  Kadar gula darah, senam kaki diabetes
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEMATANGAN EMOSI REMAJA DI SMA N 1 SINONSAYANG Lumenta, Nikita; Wungouw, Herlina I.S; Karundeng, Michael
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i1.24344

Abstract

Abstrack Emotional maturity is a person's ability to control and control his emotions well.This is based on a condition of feeling or reaction feeling stable towards an object of theproblem so that to take a decision or behavior based on a consideration. One of the factorsthat influence emotional maturity is parenting which is divided into three types, namelyauthoritarian parenting, permissive parenting, and democratic parenting. The purpose of thisstudy was to determine the relationship of parenting parents with the emotional maturity ofadolescents in SMA N 1 Sinonsayang. The design method uses a cross sectional approach.Respondents consisted of 95 teenagers with sampling techniques using total sampling. Datacollection using a questionnaire. Chi Square Test Results with a confidence level of 95% v (α0.05), where the value of p = 0,018 is smaller than α = 0.05. The conclusion is there is arelationship between parenting parents and adolescent emotional maturity in SMA N 1SinonsayangKeywords: Parenting patterns, emotional maturity, adolescenceAbstrak Kematangan emosi adalah kemampuan seseorang dalam mengontrol danmengendalikan emosinya secara baik. Hal ini didasari sebagai suatu kondisi perasaan ataureaksi perasaan yang stabil terhadap suatu objek permasalahan sehingga untuk mengambilsuatu keputusan atau tingkah laku didasari dengan suatu pertimbangan. Salah satu faktor yangmempengaruhi kematangan emosi adalah pola asuh orang tua yang terbagi dalam tiga tipe,yaitu pola asuh otoriter, pola asuh permisif, dan pola asuh demokratis. Tujuan penelitian iniadalah mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kematangan emosi remaja di SMAN 1 Sinonsayang. Metode penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Respondenterdiri dari 95 remaja dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling.Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil Uji Chi Square dengan tingkatkepercayaan 95%v(α 0,05), dimana nilai p = 0,018 lebih kecil dari α = 0,05. Kesimpulan adahubungan antara pola asuh orang tua dengan kematangan emosi remaja di SMA N 1Sinonsayang.Kata Kunci: Pola asuh orang tua, Kematangan emosi, Remaja.
PENGARUH PENERAPAN TERAPI OKUPASI TERHADAP KEBERMAKNAAN HIDUP PADA LANSIA DI PANTI WERDHA DAMAI RANOMUUT MANADO Kaharingan, Elviana; Bidjuni, Hendro; Karundeng, Michael
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8141

Abstract

Abstrak: Keberadaan lansia yang kerap diyakini masyarakat sampai saat ini adalah sebuah masa yang identik dengan penurunan baik secara fisik, mental maupun minat. Berbagai persoalan tersebut dapat mempengaruhi lansia dalam memaknai kehidupan. Kebermaknaan hidup lansia berkaitan dengan persepsi terhadap kualitas hidup, yang mencakup kesejahteraan psikologis, fungsi fisik yang baik, hubungan dengan orang lain. Memiliki makna hidup berarti dapat meningkatkan semangat hidup dan meletakkan dasar untuk kesejahteraan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi okupasi terhadap kebermaknaan hidup pada lansia di panti werdha damai ranomuut manado. Metode penelitian yang digunakan adalah pra eksperimental dengan one Group Pre –Test –Post –Test Design. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dengan jumlah sampel 15 orang. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan yang berkemaknaan hidup cukup dari 4 Lansia (26,7%) menjadi 14 Lansia (93,3%) setelah pemberian terapi okupasi. Hasil Uji T- Test Paired Samples Test Didapatkan nilai P = 0,000 > α = 0,05. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh penerapan terapi okupasi terhadap kebermaknaan hidup pada lansia di panti werdha damai ranomuut manado. Saran lebih meningkatkan mutu kesehatan terhadap lansia, terlebih khusus lansia yang mengalami kebermaknaan hidup dengan cara memberikan berbagai terapi seperti terapi okupasi.Kata Kunci : Terapi Okupasi, Kebermaknaan hidup, Lansia.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DENGAN PENANGANAN ASFIKSIA BERAT PADA BAYI BARU LAHIR DI RUANG NICU RSUP PROF DR R.D KANDOU MANADO Lumatauw, Sutriani; Kumaat, Lucky T.; Karundeng, Michael
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5271

Abstract

Abstract: Asphyxia neonatorum was an emergency baby condition that can not breathe spontaneously and regularly, so it can decrease oxygen and increase carbon dioxide their lead to bad consequences in further life. Role of the nurse in helping the newborn, especially infants with severe asphyxia is to be able to realize good coordination, quality of service standards and nurses equipped with the knowledge and service processes should be given equipped with the right attitude. purpose of research was to determine the relationship between knowledge and attitudes of nurses with handling severe asphyxia in newborns. The research method in this study uses survey research methods analytic cross sectional design. Samples in this study uses total sampling as many as 15 people. Research results using statistical analysis chi-square test value obtained p = 1.000> α = 0.05. Research Conclusion there was no correlation between knowledge and attitudes of nurses with handling severe asphyxia in newborns in NICU room at RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Keywords : Asphyxia neonatorum, knowledge, attitudes Abstrak: Asfiksia neonatorum adalah keadaan gawat bayi yang tidak dapat bernafas spontan dan teratur, sehingga dapat menurunkan oksigen dan meningkatkan karbon dioksida yang menimbulkan akibat buruk dalam kehidupan lebih lanjut. Peran perawat dalam membantu bayi baru lahir terutama bayi yang mengalami Asfiksia berat yaitu mampu mewujudkan koordinasi yang baik, standar pelayanan yang berkualitas serta perawat dibekali dengan pengetahuan dan proses pelayanan yang diberikan harus dibekali dengan sikap yang benar. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap perawat dengan penanganan Asfiksia berat pada bayi baru lahir. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian survey analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 15 orang. Hasil penelitian menggunakan analisis uji statistik chi-square didapatkan nilai p = 1,000 >α = 0,05. Kesimpulan peneitian ini yaitu tidak ada hubungan pengetahuan dan sikap perawat dengan penanganan Asfiksia berat pada bayi baru lahir di Ruang NICU RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Kata kunci : Asfiksia neonatorum, pengetahuan, sikap