I K. Paramarta
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Tutur Bahasa Bali Dalam Dialog Seni Arja Sekaa Arja Widya Aksara Sagung Laksmi Widi; Ida Bagus Rai; I K. Paramarta
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol. 8 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v8i2.35018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menguraikan jenis tingkat tutur (sor singgih) bahasa Bali pada dialog penari arja sekaa arja widya aksara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian ini adalah tuturan pada dialog penari arja sekaa arja widya aksara. Objek penelitian ini adalah tingkat tutur (sor singgih ) bahasa Bali yang berupa kata dan kalimat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode transkrip data dan metode wawancara. Analisis yang digunakan dalam penelitian, yaitu identifikasi data, reduksi data, mengelompokkan data, deskripsi data, dan kesimpulan. Data yang diperoleh sebanyak 228 data tuturan, terdapat 20 tuturan (9%) termasuk ke dalam basa alus singgih, 46 tuturan (20%) termasuk ke dalam basa alus madia, 16 tuturan (7%) termasuk ke dalam basa alus sor, 108 tuturan (51%) termasuk ke dalam basa andap dan 30 tuturan (13%) termasuk ke dalam basa kasar serta 8 tuturan tidak teridentifikasi jenis tingkat tuturnya. Dominasi tuturan dalam tingkat tutur basa andap lebih banyak dipengaruhi oleh kaitan pementasan arja tersebut yang dipentaskan dalam rangka kaitan dengan bulan bahasa Bali tahun 2020. Pesan yang diutamakan dalam pementasan arja tersebut adalah bagaimana melestarikan bahasa Bali agar generasi muda tidak malas dan takut berbahasa Bali. Jadi pilihan jenis tingkat tutur (sor-singgih) bahasa Bali yang sesuai dengan kondisi tersebut dan keberterimaan dengan situasi penutur saat ini adalah tingkat tutur basa andap yang lumbrah digunakan ketika berkomunikasi sehari-hari dan tidak terikat dengan kedudukan.
Pemetaan Grafem Fonem : Kasus Membaca Blok Aksara Bali Konsonan Vokal di Sekolah Dasar Negeri 1 Bantiran Nkomang Juni Anti; I K. Paramarta; Ida Bagus Rai
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v10i1.2435

Abstract

Banyaknya aturan dalam menulis aksara Bali membuat siswa bingung dalam belajar aksara Bali. Permasalahan membaca aksara Bali tidak hanya pada tataran kata saja akan tetapi juga pada tataran sub leksikal dalam sruktur blok aksara Konsonan vokal (CV). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemetaan siswa dalam memetakan grafem fonem kosakata dasar pada simbol blok Konsonan Vokal (CV). Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif dengan menggunakan teori dasar sistem tulisan abugida yakni blok aksara Bali, dimana tata cara pembagian ruang segmental dalam tulisan aksara Bali tidak sama dengan tata cara pembagian ruang segmental tulisan latin dimana segmentasi tulisan aksara Bali tidak dibagi berdasarkan ruang linier saja akan tetapi setiap ruang segmental harus disubsegmentasi secara tersendiri. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas 4,5 dan 6 yang berjumlah 20 orang sedangkan objek yang diteliti adalah pemetaan grafem fonem dalam simbol blok konsonan vokal (CV). Hasil dari penelitian ini yaitu pemetaan grafem fonem dalam simbol blok konsonan vokal (CV) dan faktor yang menjadi penyebab perbedaan pemetaan siswa dalam memetakan grafem fonem simbol blok konsonan vokal (CV). Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan memperoleh hasil pemetaaan siswa dalam blok aksara Bali yang seharusnya < ᬘᬸ>/cu/, <ᬲᬶ>/si/, < ᬍ > /le/, dan < ᬓᬸ >/ku/ namun dipetakan oleh siswa menjadi <ᬲᬸ>/su/, <ᬘᬶ>/ci/, <ᬗᬸ>/ngu/ dan <ᬦᬸ>/nu. Faktor yang menjadi penyebab ketidak sesuaian pemetaan grafem fonem oleh siswa dikarenakan bentuk grafem yang mirip. Penelitian ini membawa dampak bagi siswa dan guru terkait tatacara belajar pemetaan aksara Bali menggunakan simbol blok aksara Bali yang sebelumnya belum pernah diterapkan pada pembelajaran dikelas.