This Author published in this journals
All Journal Humaniora
Naniek Kasniyah
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANTROPOLOGI PASCA “PEMBANGUNAN”: DIMENSI ANTROPOLOGI TERAPAN Naniek Kasniyah
Humaniora Vol 17, No 3 (2005)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.951 KB) | DOI: 10.22146/jh.854

Abstract

This article is about Anthropology of Post Development: A dimension of Applied Anthropology. Changes in the system include the changes in content, organization, premise and value. Exploring the processes of change is a challenge to anthropology. Applied anthropology is used in the study of cultural changes. The contribution given starts from the planning until the program is over, for example, anthropologists work together with health specialists in the frame of change in the sub-culture of the recipients. Anthropology works on the whole system using holistic approach. For example, the discussion of religion cannot be separated from mythology and folklore, magi, philosophy, family, economic life, arts, belief about death, disease and curing. Another perspective of anthropology is cultural relativism where cultural and lifestyle differences can only be understood, for example in Indonesia, in the interface between midwife with modern new health elements. The popular method for data collection in anthropology is participant observation. This method is appropriate for the understanding of KAP (knowledge, attitude and practice) or cultural behavior.
HEALTH RISKS OF WOMEN ON PRODUCTION, DISTRIBUTION AND CONSUMPTION OF FOOD PATTERNS, JAYAWIJAYA – PAPUA Naniek Kasniyah
Humaniora Vol 18, No 1 (2006)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.872 KB) | DOI: 10.22146/jh.857

Abstract

Kondisi wanita di Asia-Pasifik kini menunjukkan kesamaan dari situasi kemiskinan, malnutrisi, minimnya perawatan kesehatan, dan lingkungan kerja fisik yang tidak sehat pada masa-masa mudanya. Gambaran ini dapat ditemukan juga di Lembah Baliem. Kurangnya jaminan ekonomi bagi wanita di Lembah Baliem akan menjadikan kondisi yang serius selama musim kemarau panjang, penduduk menjadi kelaparan. Krisis itu tampak pada dimensi gender. Bila dihubungkan dengan mata pencaharian, kegiatan sehari-hari dan konsumsi sangat ditentukan secara kultural berdasarkan status, peranan dan posisi wanita dalam keluarga. Sebelum krisis nasional, mereka sudah mengalami krisis yang laten dan lebih parah setelah dipicu oleh krisis nasional. Kenyataannya, mereka tetap dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya, namun kondisi kesehatannya sangat buruk.
Pendekatan Kualitatif: Kebiasaan dan Kepercayaan Pemberian Makanan Padat Dini Pendamping Asi Kepada Bayi pada Orang Sasak di Daerah Nusa Tenggara Barat Naniek Kasniyah
Humaniora No 2 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1192.863 KB) | DOI: 10.22146/jh.1974

Abstract

Tujuan dan studi etnografi dan Focus Group Discusion yang telah dilaksanakan pada tahun 1990 untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang diduga ada kaitannya dengan kemauan bayi dengan gajala penyumbatan saluran pencernaan. Faktor penyebabnya diduga kebiasaan dan kepercayaan orang Sasak di Nusa Tenggara Barat terhadap pemberian makanan padat dini pendamping ASI kepada bayi. Sebagian dari hasil penelitian kerjasama antara ahli Antropologi Kesehatan dengan Kedokteran yang dilaksanakan oleh CE & BU Fakuttas Kedokteran Universitas Gadjah Mada/RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dengan Dr. Hananto Wiryo dan Departemen Kesehatan Republik Indonesia di Nusa Tenggara Barat dipetik dan disajikan di sini agar dapat digunakan oleh para ahli yang tertarik mengembangkan masalah serupa dan sudut pandang atau studi lintas budaya.
Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Pemakai Helm: Mahasiswa Pengendara Sepeda Motor Naniek Kasniyah
Humaniora No 1 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1210.051 KB) | DOI: 10.22146/jh.1989

Abstract

Salah satu faktor pendorong untuk melaksanakan penelitian tentang Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pemakai Helm: Mahasiswa Pengendara Sepeda Motor adalah Undang-Undang No. 14/1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Bernas, 1993:1 ) diberlakukan olen Pemerintah. Data statistik Propinsi DIY menunjukkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas didominasi oleh kelompok umur muda antara 16-21 tahun dan umur 22-30 tahun, di samping berdasarkan jenis kendaraan yang terlibat, korban paling besar adalah kecelakaan sepeda motor (1988: 140-141). Selain dua alasan tersebut di atas, predikat kota Yogyakarta sebagai kota pelajar dan kendaraan yang digunakan mereka adalah sepeda dan sepeda motor; namun sepeda jumlahnya semakin menyusut. Selanjutnya, data dari Biro Pusat Statistik menunjukkan bahwa sepeda motor semakin umum digunakan pelajar, terutama mahasiswa yang secara terus-menerus meningkat jumlahnya (1988:430).
PREVALENSI, SIKAP, IJIN PENGETAHUAN TENTANG RISIKO MEROKOK PADA KARYAWAN DI LINGKUNGAN FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA Naniek Kasniyah
Humaniora No 1 (1994)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.891 KB) | DOI: 10.22146/jh.2028

Abstract

Dewasa ini merokok telah diketahui kaitannnya dengan penyakit paru-paru, jantung, darah tinggi dan berbagai infeksi saluran pernafasan (Maseroni, 1987:8; Kompes, 1990: I+XI). Penyakit kronis dan kematian akibat tembakau biasanya baru terbukti dua atau tiga dasawarsa sejak kebiasaan itu dilakukan, dan merokok merupakan kebiasaan individual (Kompas, 1990: I + XI; Suwaadi, 1988 : IV). Oleh karena itu, sadar atau tidak sadar seseorang tetap me1akukan hal itu meskipun di antaramereka ada yang telah paham akibat dan tindakannya itu. Studi ini mengungkap beberapa perumusan masalah, meliputi prevalensi merokok, latar belakang kebiasaan merokok, pengetahuan mereka tentang bahayanya orang merokok dan sikap mereka terhadap kampanye "No Smoking". Penelitian ini dilaksanakan dengan harapan hasil temuan ini untuk bahan pertimbangan dalam rangka kampanye "No smoking" yang dilancarkan oleh pemerintah, terutama Deprtemen Kesehatan Republik Indonesia untuk menurunkan atau menghilangkan kebiasaan merokok di kalangan masyrakat.
PERILAKU UPAYA PENYEMBUHAN Naniek Kasniyah
Humaniora No 2 (1991)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1211.422 KB) | DOI: 10.22146/jh.2099

Abstract

Setiap masyarakat secara tradisional maupun modern, memiliki dan mengembangkan usaha dan cara pencegahan diri dari sakit. Usaha ini dapat dilaksanakan secara terbatas pada, atau dalam batas kemampuan perawatan rumah tangga, dan dapat pula dengan bantuan berbagai dukun. Kenyataan lain menunjukkan pula bahwa sebagai konsekuensi dan perkembangan dan penyebaran ilmu kedokteran masyarakat menggantungkan pemenuhan kebutuhan kesehatan pada praktek-praktekbiomedikal
Persepsi dan Perawatan Penyakit Morbili (Campak) pada Penduduk Desa Karangmangu di Purwojati Kabupaten Banyumas Jawa Tengah Naniek Kasniyah
Humaniora No 1 (1989)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1912.488 KB) | DOI: 10.22146/jh.2365

Abstract

Persepsi yang mendasari premis-premis pada masyarakat yang masih berorientasi pada sistem medik tradisional berbeda dari premis-premis pelaksana program. Premis-premis itu tentunya di dalam suatu pertemuan akan terjadi suatu benturan, keserasian, sejalan atau bertolak belakang, sehingga keduanya masing-masing memberi tanggapan-tanggapan berbeda, sama atau berlawanan. Masih ada persepsi yang berbeda dari masyarakat terhadap penyakit anak-anak, di antaranya adalah penyakit morbili (gabagen), meski berbagai usaha telah dilakukan. Usaha tersebut misalnya sebagai kombinasi yang murah dan relatif sederhana dari teknologi medik yang ada dengan harapan dapat mencegah separoh atau lebnih kematian bayi dan anak seperti imunisasi terhadap penyakit cacar, morbili, dan sebagainya