Drs. I Ketut Dunia, M.Erg. .
Unknown Affiliation

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS SALURAN PEMASARAN BAWANG MERAH DI DESA SONGAN KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI TAHUN 2013 Wayan Juli Arista .; Drs. I Ketut Dunia, M.Erg. .; Drs. I Made Nuridja, M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpe.v4i1.4024

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1)menganalisis pola saluran pemasaran bawang merah yang dilakukan di desa Songan Kecamatan Kintamani, (2) mengetahui jumlah margin pemasaran dari masing-masing saluran pemasaran bawang merah di Desa Songan, (3) menganalisis efisiensi pemasaran bawang merah dengan pendekatan fungsi-fungsi pemasaran, lembaga pemasaran, saluran pemasaran, analisis farmer’s share, dan analisis marjin pemasaran. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah petani bawang merah, pedagang pengepul, dan pedagang pengecer yang ada di Desa Songan. Objek penelitian adalah pola saluran pemasaran bawang merah. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan metodedokumentasi. Data dianalisissecara deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa. Pertama, pola saluran pemasaran bawang merah di Desa Songan ada empat pola yaitu (1) pola saluran I : Petani – Konsumen, (2) pola saluran II : Petani – Pengecer – Konsumen, (3) pola saluran III : Petani – Pedeagang Pengepul – Pengecer – Konsumen, dan (4) pola saluran IV : Petani – Pedagang Pengepul – Pasar Jawa (Jakarta). Kedua, jumlah marjin pemasaran dari masing – masing saluran pemasaran adalah pola saluran IV memiliki marjin sebesar Rp 5.000;00/kg, III memiliki marjin sebesar Rp 4.000;00/kg, II memiliki marjin sebesar Rp 2.000;00/kg, dan saluran pemasaran I tidak memiliki marjin pemasaran karena petani langsung menjualnya ke konsumen akhir. Ketiga, pola saluran pemasaran di Desa Songan secara keseluruhan masih belum efesien karena dua kreteria berikut, 1) memiliki presentase >5% sedangkan presentase untuk dikatakan efesien adalah
ANALISIS SWOT PADA MINIMARKET CAHAYA BARU SINGARAJA Komang Kastana .; Drs. I Ketut Dunia, M.Erg. .; Dr. Iyus Akhmad Haris,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpe.v4i1.4110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman, serta strategi yang tepat untuk diterapkan pada Minimarket Cahaya Baru Singaraja. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara. Data dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) kekuatan yang dimiliki meliputi banyak pilihan produk, harga lebih murah, lokasi strategis, kebersihan dan kemudahan mencari barang, karyawan yang ramah, dan adanya tempat bermain anak-anak; (2) kelemahan yang dimiliki meliputi kurangnya kelengkapan produk untuk semua kalangan, ketidakserasian seragam karyawan, ketiadaan pendingin ruangan, kurangnya penataan parkir, dan ketiadaan toilet; (3) peluang yang dimiliki meliputi memiliki pelanggan, memberikan poin berhadiah, kerja sama yang baik dengan supplier, lokasi usaha berada di pemukiman penduduk, perubahan gaya hidup masyarakat, dan kebutuhan masyarakat akan barang semakin kompleks; (4) ancaman yang dimiliki meliputi munculnya pesaing baru pada usaha sejenis, munculnya pesaing di lokasi sekitar, perkembangan teknologi yang pesat, dan daya beli masyarakat menurun; dan (5) strategi yang tepat untuk diterapkan adalah growth oriented strategy.Kata Kunci : analisis SWOT, eksternal, internal, minimarket This study aimed to determine strength, weakness, opportunities, threat, and also the appropriate strategy to be applied at Cahaya Baru Singaraja Minimarket. Data collection methods that used were observation and interview method. Data were analyzed using descriptive analysis with quantitative and qualitative approaches. The results of this study were (1) the strengths are including there are a lot of products, the price is cheaper, strategic location, cleanliness and ease of finding items, friendly employees, and there are children playground; (2) the weaknesses are including the lack of complete products for all circles, employee uniforms incompatibility, the lack of air conditioning (AC), the lack of parking arrangements, and the lack of toilets for consumers; (3) the opportunities are including it had fixed customer, provide point prizes, good cooperation with suppliers, the effort location reside at residential population, public lifestyle changes, and the public needs items increasingly complex; (4) the threats are including the emergence of new competitors held in similar business, the emergence of competitors in surrounding locations, rapid technological developments, and decreased purchasing power; and (5) the appropriate strategy to be applied at Cahaya Baru Singaraja Minimarket is a growth oriented strategy.keyword : SWOT analysis, external, internal, minimarket
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP IKLIM SEKOLAH PADA SMP N 4 NEGARA Desian Aminullah .; Dra. Lulup Endah Tripalupi,M.Pd .; Drs. I Ketut Dunia, M.Erg. .
Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpe.v4i1.4117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kepemimpinan transformasional kepala sekolah pada SMP N 4 Negara (2) iklim skolah pada SMP Negeri 4 Negara (3) pengaruh perdimensi dari kepemimpinan transformasional terhadap iklim sekolah pada SMP Negeri 4 Negara (4) pengaruh simultan kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap iklim sekolah pada SMP Negeri 4 Negara. Penelitian ini menggunakan penelitian diskriptif kuantitatif, data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dokumentasi kemudian di analisis dengan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional pada SMP N 4 Negara berjalan dengan sangat efektif. Iklim sekolah pada SMP Negeri 4 Negara berada pada katagori baik. Pengaruh parsial dari masing-masing dimensi kepemimpinan transformasional yakni karismatik memiliki pengaruh terhadap iklim sekolah dikarenakan nilai probabilitasnya dibawah 0,05, sedangkan dimensi kepekaan individual, inspiratif dan rangsangan intelektual tidak berpengaruh karena nilai probabilitasnya diatas 0,05, dengan persamaan regresinya Y= 28,611 + 1,040 XI. Pengaruh simultan dari kepemimpinan transformasional terhadap iklim sekolah pada SMP Negeri 4 Negara dilihat dari hasil uji F menyimpulkan bahwa ada pengaruh dari kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap iklim sekolah pada SMP Negeri 4 Negara, ini terlihat pada hasil uji F yakni, Fhitung yakni sebesar 13,213 > Ftabel sebesar 3,23 dan p value 0,000 < α 0,05 dan berdasarkan adjusted R square menunjukkan 0,521 bararti pengaruh antara kepemimpinan transformasional terhadap iklim sekolah pada SMP Negeri 4 Negara yakni sebesar 52,9%, sedangkan sisanya sebesar 47,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak menjadi variabel penelitian pada penelitian ini.Kata Kunci : kepemimpinan transformasional kepala sekolah, iklim sekolah This study aimed to determine (1) transformational leadhership at junior high school “Negeri 2 Negara” (2) school climate at junior high school “Negeri 4 Negara” (3) dimensions effect to ftransformational leadership on school climate at junior high school “Negeri 4 Negara” (4) the simultaneous effect of transformational leadership on the climate of the school at junior high school “Negeri 4 Negara”. This study used a descriptive quantitative research, data were collected using questionnaires and documentation then analyzed by multiple regression analysis. The results of this study indicate that the transformational leadership on junior high school “Negeri 4 Negara” is very effectively. School climate at junior high school “Negeri 4 Negara” are in the good catagory. Partial influence of the charismatic dimension of transformational leadership has an influence on the climate of the school because the probability value below 0.05, while the dimensions of individual sensibilities, inspiring and intellectual stimulation has no effect because the probability values above 0.05, With the regression equation is Y = 28.611 + 1.040 XI. Simultaneous influence of transformational leadership on school climate at junior high school “Negeri 4 Negara” seen from the results of the F test concluded that there was the influence of transformational leadership on the climate of the school principals at junior high school “Negeri 4 Negara”, this can be seen in the results of the F test, F value which is equal to 13.213 > F of 3.23 and p value 0.000
ANALISIS KELAYAKAN BISNIS PADA USAHA GAME ON-LINE DI DESA DALUNG,KECAMATAN KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG TAHUN 2013 I Gusti Agung Mas Rianandary .; Drs. I Ketut Dunia, M.Erg. .; Kadek Rai Suwena, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpe.v4i1.4453

Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kelayakan Bisnis Game On-line (GO) di Desa Dalung ditinjau dari aspek Hukum, aspek Pemasaran, aspek Keuangan, aspek Operasional, aspek Manajemen, aspek Ekonomi, dan aspek AMDAL.Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan metodemetode dokumentasi, metode observasi dan metode wawancara dan menggunakan kuisioner.Kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ditinjau dari aspek hukum usaha Game On-line di Desa Dalung rata-rata kelayakan bisnis sebesar 59.29%, yang berada pada kategori layak, (2) Ditinjau dari aspek pemasaran menunjukkan rata-rata kelayakan bisnis Game On-Line sebesar 62,38%, yang berada pada kategori Layak, (3) Ditinjau dari aspek keuangan menunjukkan bahwa dari 35 binis Game On-line maka rata-rata kelayakan binis Game On-line adalah sebesar 55,71% yang berada pada kategori layak, (4) Ditinjau dari aspek operasional rata-rata kelayakan bisnisnya adalah sebesar 42,14%, yang berada pada kategori tidaklayak, (5) Ditinjau dari aspek manajemen rata-rata kelayakan bisnis yang bisa dicapai adalah sebesar 55,71%, yang berada pada kategori layak, (6) Ditinjau dari aspek ekonomi menunjukkan bahwa rata-rata kelayakan bisnis Game On-Line di Desa Dalung adalah sebesar 60,48%, yang berada pada kategori Layak, (7) Ditinjau dari aspek AMDAL menunjukkan bahwa rata-rata kelayakan usaha Game On-line yang ada di desaDalung adalah sebesar 64,29%, yang berada pada kategori Layak.Kata Kunci : Studi, Kelayakan, Bisnis     This research aims to determine the Business feasibility of Game Online (GO) in Dalung review of the Law aspects, Marketing aspects, financial aspects, operational aspects, management aspects, economic aspects, and the EIA aspects. The research isused descriptive research. Collecting data in this research is conducted by methods of documentation, methods of observation,interview method and questionnaire. Then analyzed using descriptive analysis techniques with a qualitative approach. The results show that (1)the average of the business feasibility by the legal aspects of GO in Dalung is 59.29%, which is at decent category, (2)Judging from the marketing aspect shows the average business feasibility Games On-line is 62.38%, which is in the decent category, (3)the average of the business feasibility by the financial aspects of GO in Dalung is 55,71%, which is at decent category,(4) the average of operational aspects is 42.14%, which is not appropriate,(5) Judging from the average of the management aspects of the feasibility of a business that can be achieved is by 55.71%, which is the category of decent, (6) the average of the business feasibility by the economic aspects is about 60.48%, which is in the feasible category, (7) Judging from the aspect of the EIA shows that the mean average feasibility Games on-line is in desa Dalung amounted to 64.29%, which is in the category Worthy.keyword : Research, Feasibility, Business
ANALISIS PERBANDINGAN PEROLEHAN LABA BERTANI TEMBAKAU DENGAN BERTANI SAYUR DI DESA PEMARON, KECAMATAN BULELENG, KABUPATEN BULELENG TAHUN 2013 I Gusti Ayu Artayani .; Drs. I Ketut Dunia, M.Erg. .; Made Ary Meitriana, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpe.v4i1.4454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbandingan biaya produksi bertani tembakau dan bertani sayur (2) perbandingan pendapatan bertani tembakau dan bertani sayur, dan (3) perbandingan perolehan laba atau rugi bertani tembakau dan bertani sayur di Desa Pemaron. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah petani tembakau dan petani sayur di Desa Pemaron tahun 2013. Objek penelitian ini adalah biaya produksi, pendapatan, dan laba atau rugi bertani tembakau dengan bertani sayur. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. Dianalisis dengan analisis deskriftif kuantitatif dengan menghitung perbandingan biaya produksi, pendapatan, dan laba atau rugi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perbandingan biaya produksi bertani tembakau dan bertani sayur di Desa Pemaron tahun 2013 sebesar Rp 37.638.000,00. Hal ini dapat dilihat dari biaya produksi bertani tembakau sebesar Rp 46.447.000,00 per hektar, sedangkan biaya produksi bertani sayur sebesar Rp 8.809.000,00 per hektar. (2) Perbandingan Pendapatan bertani tembakau dan bertani sayur di Desa Pemaron tahun 2013 sebesar Rp 35.000.000,00. Hal ini dapat dilihat dari pendapatan bertani tembakau Rp 53.000.000,00 per hektar, sedangkan pendapatan bertani sayur Rp 18.000.000,00 per hektar. (3) Perbandingan Laba bertani tembakau dan bertani sayur di Desa Pemaron tahun 2013 sebesar Rp 2.658.000,00. Hal ini dapat dilihat dari laba bertani tembakau Rp 6.533.000,00 per hektar, sedangkan laba bertani sayur Rp 9.191.000,00 per hektar.Kata Kunci : Biaya produksi, pendapatan, dan perolehan laba. The aims of this research are (1) to know the comparison of cost production between tobacco farmer and vegetables farmer (2) comparison of income acquisition between tobacco farmer and vegetables farmer and (3) comparison of profit or loss acquisition between tobacco farmer and vegetables farmer at Pemaron village. This research is a descriptive quantitative research. The subjects on this research were the tobacco farmers and vegetables farmers at Pemaron village, in the year 2013. The objects of this research were : cost production, income acquisition and profit or loss acquisition between tobacco farmers and vegetables farmers. The methods that were being used to collect the data were : documentation method and interview method. The analiyzd will be descriptive quantitative analyzed by counting the comparison of cost production, income acquisition and profit or loss acquisition. The results of the reaserch showed that (1) the comparison of cost production between tobacco farmer and vegetables farmer at Pemaron village, in the year 2013 was Rp 37.638.000,00. This can seen from the cost production of tobacco farmer was Rp 46.447.000,00 per hectare while the cost production of vegetables farmers was Rp 8.809.000,00 per hectare. (2) comparison income acquisition between tobacco farmer and vegetables farmer at Pemaron village in the year 2013 was Rp 35.000.000,00. This can be seen from the income acquisition of tobacco farmer was Rp 53.000.000,00 per hectare while the income acquisition of vegetables farmer was Rp 18.000.000,00 per hectare. (3) comparison of profit acquisition between tobacco farmer an vegetables farmer at Pemaron village in the year 2013 was Rp 2.658.000,00. This can be seen from the profit acquisition of tobacco farmer was Rp 6.533.000,00 per hectare while the profit acqisition of vegetables farmer was Rp 9.191.000,00 per hectare. keyword : cost production, income acquisition, and profit acquisition.