Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Evaluasi sistem informasi manajemen rumah sakit rajawali citra yogyakarta menggunakan model human organization technology fit (hot- fit) Anis Khotimah
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.26280

Abstract

Latar Belakang : Rumah Sakit Rajawali Citra Yogyakarta adalah salah satu rumah sakit yang sudah menerapkan Teknologi Informasi dalam pelayanan kepada pasien sejak tahun 2012. Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) perlu dilakukan untuk menilai atau mengukur manfaat yang didapatkan sehingga dapat mendukung tujuan, visi, dan misi organisasi. Kendala yang dihadapi, sistem informasi masih sering error dan jaringan internet yang masih lambat sehingga tidak mendukung pelayanan pasien menjadi cepat, Proses transaksi elektronik di rumah sakit terhambat, seperti entry dan pengambilan data dari sistem akibatnya pelayanan pasien dan kepuasan pasien menjadi menurun.  Model analisis HOT- Fit menempatkan komponen penting dalam sistem informasi yakni manusia (Human), organisasi (Organization), dan teknologi (Technology), serta kesesuaian hubungan diantaranya dalam menghasilkan manfaat (Net Benefit) dari penerapan SIMRS.Tujuan  : Mengevaluasi Keberhasilan Pemanfaatan SIMRS di Rumah Sakit Rajawali Citra Yogyakarta dengan menggunakan model HOT Fit, yaitu dilihat dari faktor manusia, teknologi dan organisasinya dengan mengukur pengaruh 8 variabel yaitu kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, penggunaan sistem, kepuasan pengguna, struktur organisasi, lingkungan organisasi dan kebermanfaatan.Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional . Dalam penelitian ini menggunakan sampel sebanyak responden pengguna Sistem Informasi RS sejumlah 98 responden. Analisis data kuantitatif menggunakan aplikasi smartPLS yang dilakukan dengan mencari nilai inner model dan outer model.Hasil : Berdasar hasil pengujian hipotesis pada inner model dalam path-analysis beberapa konstruk yang tidak berpengaruh yaitu kualitas sistem terhadap penggunaan, kualitas informasi terhadap penggunaan sistem, kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna, dan kepuasan pengguna terhadap manfaat. Sedangkan untuk konstruk kualitas sistem terhadap kepuasan pengguna, kualitas layanan terhadap penggunaan, kualitas layanan terhadap kepuasan pengguna, kepuasan pengguna terhadap penggunaan, struktur organisasi terhadap lingkungan organisasi,  penggunaan terhadap manfaat, struktur organisasi terhadap manfaat dan lingkungan organisasi terhadap manfaat secara signifikan berpengaruh.Kesimpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa tidak semua hipotesis yang diajukan terbukti secara empiris. Beberapa hipotesis yang tidak berpengaruh antara lain yaitu kualitas sistem terhadap penggunaan, kualitas informasi terhadap penggunaan sistem, kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna, dan kepuasan pengguna terhadap manfaat.
Edukasi Dan Pelatihan Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Pada Remaja Putri Anis Khotimah; Woro Ispandiyah; Sulistiawati
jurnal ABDIMAS Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Juni : Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jurai.v2i2.1559

Abstract

One type of disease that is a major health and death problem throughout the world is cancer. The most feared cancer disease for women throughout the world, including Indonesia, is breast cancer. Of all the cancer cases, Indonesia ranks first, namely breast cancer with 65,858. In fact, if the examination is carried out at an early stage it can reduce a person's death rate. Therefore, it is important to train in breast self-examination (BSE) from a young age. The aim of this education is to increase the knowledge of young women about breast self-examination (BSE) to detect breast cancer. The target of this education is 61 MA Mafaza Bantul students from Classes X to XII. The design of this activity is to carry out one measurement up front (pre test) before the treatment and after that another measurement is carried out (post test). In this activity, the paired T-test is used to determine the influence or relationship between one variable and another variable. The results show that the Sig. (2-tailed) is 0.000 < 0.05, then H0 is rejected and Ha is accepted, there is an average difference between the pre-test and posttest, so there is an increase in knowledge, attitudes and behavior in young women at MA MAFAZA Bantul, which means there is an influence of training breast self-examination (BSE).
Hubungan Cyberbullying Dengan Kesehatan Mental Remaja Di Smk Muhammadiyah 1 Patuk Gunungkidul Yogyakarta Tahun 2025 Jamroni; Luthfiah Al-Zalmasry; Anis Khotimah; Pramukti Dian S
An-Najat Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus : An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v3i3.3347

Abstract

The advancement of information technology and social media has significantly influenced adolescents, bringing both benefits and challenges. One of the negative impacts is cyberbullying, a form of digital harassment that may harm mental health, leading to stress, anxiety, and depression. This study aims to examine the prevalence of cyberbullying and its relationship with adolescents’ mental health at SMK Muhammadiyah 1 Patuk Gunungkidul, Yogyakarta. Using a quantitative cross-sectional design, the study involved 50 twelfth-grade students selected through total sampling. Data were collected using validated and reliable questionnaires. Results showed that 72% of respondents experienced high levels of cyberbullying, while 28% reported lower levels. Mental health among respondents was generally moderate to low, reflecting the adverse effects of cyberbullying on psychological well-being. The findings indicate that higher exposure to cyberbullying increases the vulnerability of adolescents to mental health problems. Preventive measures such as digital literacy, parental and school support, and counseling services are essential to mitigate its impact.
Screening Anemia Dan Konsumsi Puding Kelor (Moringa Oleifera) Dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin Pada Siswi Sma Negeri 1 Cawas Klaten Istika Dwi Kusumaningrum; Anis Khotimah; Pramukti Dian Setianingrum
Jurnal Dharma Jnana Vol. 5 No. 3 (2025): JURNAL DHARMA JNANA
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan kondisi rendahnya kadar hemoglobin dan eritrosit yang umum terjadi pada remaja putri, terutama karena kebutuhan zat besi meningkat selama pertumbuhan dan menstruasi. Anemia dapat menurunkan daya tahan tubuh dan memengaruhi kesehatan secara keseluruhan (Anggoro, 2020; Kurniawati & Tri Sutanto, 2019). Survei profil kesehatan Kabupaten Klaten menunjukkan 36,2% remaja mengalami anemia (Profil Kesehatan Klaten, 2019). Faktor penyebab meliputi asupan zat besi yang kurang, penyerapan tidak optimal, infeksi cacing, dan kehilangan zat besi saat menstruasi (Stevens et al., 2013). Tujuan: Meningkatkan kesadaran dan pencegahan anemia pada remaja melalui penyuluhan pola hidup sehat serta pemanfaatan daun kelor sebagai sumber zat besi. Metode: Pengabdian masyarakat dilakukan melalui penyuluhan edukatif dan pemeriksaan kadar hemoglobin pada siswi Kelas XII SMA Negeri 1 Cawas Klaten. Hasil: Pengetahuan peserta meningkat dari 64% menjadi 85% berdasarkan pretest dan posttest. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan, dengan pertanyaan aktif dan diskusi interaktif.